vote dan komen yukk
!!!
"Gue ke WC dulu," ujar Bara lalu keluar dari kantin meninggalkan teman-temannya yang masih memakan makanan mereka dengan lahap.
"Eh Regal, Bara mana?" tanya Tessa yang baru saja datang ke meja yang biasanya Bara dan kawan-kawannya tempati, tapi ia tak melihat batang hidung Bara di sana.
"Eh mana ya, kayanya keluar deh, tapi gak tau ke mana," kata Regal lalu kembali memakan batagor kesukaannya dengan lahap, Tessa hanya berdecak melihat kelakuan anak yang satu itu.
"Kalian tau gak Bara ke mana?" tanya Tessa pada Reivan, Ardhan dan Langit. Mereka menggeleng lalu melanjutkan makan yang sempat tertunda akibat Tessa bertanya.
Karna lapar kali ya, makanya Bara bicara mereka gak dengar, dasar manusia pencinta makanan, jidupmya cuma makan terus.
"Yaudah gue keluar dulu, makasih yaaa," kata Tessa lalu berlari leluar kantin dan mencari keberadaan Bara.
Ia menoleh ke kiri kanan depan belakang, bisa saja Bara lagi ke UKS, tapi tidak ada, di perpus juga gak ada, di taman belakang apa lagi, atau Bara lagi sama Siska? Gak mungkin.
Tessa kembali mencari keberadaan Bara, nah dapat, itu badan Bara kan, Tessa sangat mengenal tubuh Bara walau hanya melihat dari belakang.
Tessa berlari mengejar Bara yang jalan terlalu cepat itu, nafasnya udah ngos ngosan-nyari Bara sambil lari, dan sekarang ngejar Bara pula lagi. Capeeek.
"Baraaa," teriak Tessa tapi Bara enggan untuk menoleh ke belakang. Tessa semakin mempercepat langkahnya agar tidak telat.
"Baraaa tunggu," teriak Tessa lagi tapi lagi-lagi Bara tak ingin menoleh kebelakang, setidaknya untuk melihat siapa yang memanggilnya.
Tessa rasa Bara tau siapa yang memanggilnya, itu sebabnya dia tidak mau menoleh kebelakang. Cepat Tessa, keburu telat ngejar Bara.
"Eh Bara, tunggu dulu, mau ke mana sih cepat-cepat?" tanya Tessa menghadang jalan Bara dengan merentangkan kedua tangannya di depan Bara, Bara yang malas meladeni langsung melangkah ke arah lain, tapi lagi-lagi Tessa menghalangi jalannya.
"Apa," ucap Bara dengan nada dingin.
"Mau kemana sih? Kok jalannya cepet banget," kata Tessa menoleh ke belakang tapi tak ada ruangan di belakang kecuali gudang dan kamar mandi.
"Urusan lo apa?" tanya Bara tanpa mau memandang Tessa. Tessa jadi meringis kecil, iya juga, kan mereka gak ada hubungan apa-apa.
"Ya kan lo orang yang gue suka, jadi gue harus tau lo mau ke mana, kan calon pacar, jadi harus tau tempat-tempat yang lo sukai," ujar Tessa dengan senyuman sambil melihat tepat di mata Bara.
Tapi tempat apa yang Bara sukai? Gudang? Toilet? Gak berkelas banget suka tempat yang begituan, kayak gak ada tempat lain aja.
"Gue gak suka sama lo," kata Bara dengan memandang mata Tessa tajam, cewek ini udah dibilang beratus kali tetap aja ngeyel, Bara gak suka ya gak suka tapi dia tetap aja ngejar Bara terus, gak capek apa.
"Belum sekarang, tapi mungkin nanti," ucap Tessa yakin, ia memegang muka bara dengan lembut lalu mengusapnya sebentar.
"Kenapa ini?" tanya Tessa melihat sedikit lebam di pipi bara. Apakah Bara habis berantem? Tapi gak mungkin, Bara anak baik, gak mungkin berantem, dan untuk apa juga dia berantem kan?
"Bukan urusan lo." Bara selalu saja berbicara ketus padanya, kapan Bara akan berbicara lembut dan hangat pada Tessa, akan kah waktu itu tiba? Atau hanya angan-angannya saja?
KAMU SEDANG MEMBACA
TRISTE [TAMAT]
Novela Juvenil(PART MASIH LENGKAP) Ini cerita Albara Samudra, cowok ganteng, irit bicara, cool dan dingin dengan Tessa Kalila, cewek cantik, ceria dan cerewet. Tessa, sejak pertama kali bertemu dengan Bara, Ia langsung menyukainya tapi Bara sama sekali tak ingin...
![TRISTE [TAMAT]](https://img.wattpad.com/cover/270492506-64-k236252.jpg)