vote komen dulluuu
!!!
Tessa sudah menenteng bekal berisi nasi goreng yang ia masak tadi pagi untuk Bara, senyumannya mengembang selama dia berjalan di koridor sekolah. Rambutnya terurai panjang dengan rapi, cantik.
Dengan tas yang bersandang di bahu dan tangan memegang kotak makan, wajah gadis itu sangat bersemangat sekali, datangnya juga jam enam lewat lima belas menit, tumben.
Biasanya Tessa bangun jam empat subuh dan memasak juga menjemur kain, jika kalian bertanya di mana pembantu rumah tangga Tessa jawabannya sudah dipecat oleh Mamanya dan menjadikan Tessa sebagai pembantu rumah tangganya.
Tessa berbelok ke arah kelas Bara dan masuk dengan sangat semangat, karna akan bertemu Bara juga. Dan hari ini moodnya sangat tinggi.
"Hai Bara," sapa Tessa sambil melambaikan tangan pada Bara. Bara menghembuskan nafas gusar, dia jengah Tessa selalu saja datang menghampirinya, apa tidak bisa sehari saja dia absen untuk tidak menemui Bara?
"Ini nasi goreng buat lo." Tessa menyodorkan nasi goreng itu dengan sepenuh hati tapi Bara hanya memandangnya saja, tidak ingin menyentuh apalagi mengambil.
Kelas sedang sepi karna belum ada yang datang, masih pagi, Bara itu cepat benget datangnya dan Tessa hanya ingin cepat-cepat memberikan nasi goreng ini padanya.
"Ayo ambil Bara." Tessa ingin meletakkan nasi goreng itu di atas meja Bara tapi tangan seseorang menghempasnya membuat nasi goreng itu terjatuh, itu bukan tangan Bara.
Tessa melihat ke samping, ternyata Siska sudah ada di sana sambil melipat kedua tangan di depan dada. "Mau apa lo," katanya sok.
"Ngapain lo lempar kotak makan gue," kata Tessa marah. Bara langsung terkejut melihat kedatangan Siska yang tiba-tiba.
"Kenapa emangnya? Salah?" ucap Siska dengan nada menantang, bibir cewek itu terangkat sebelah, ia sedang tersenyum miring menatap Tessa.
"Gue buat itu capek-capek dan lo lempar." Tessa berusaha menahan tangisnya, buatnya memang susah susah gampang, tapi itu kan pake proses buatnya, gak langsung jadi.
"Karna lo ngasihnya ke Bara," kata Siska keras. "Kalau lo gak ngasihnya ke Bara gue gak papa, manatau lo kasih Bara racun lagi yang bakal buat Bara jadi tergila-gila sama lo."
"Heh mulut lo di jaga, muka cantik kelakuan sampah," sindir Tessa menatap Siska nyalang, dia tidak boleh diam saja, cewek itu udah berbuat semena-mena kepadanya.
"Berani lo sama gue?!" Amarah Siska mulai terpancing, dia ingin melayangkan tamparan ke wajah Tessa tapi Tessa langsung menahan tangannya.
"Emang lo siapa harus gue takuti? Tuhan?? Bukan, lo cuma hamba tuhan yang sama kaya gue," jawab Tessa membuat Siska menarik tangannya dan mengepalkannya kuat.
Bara tidak percaya dengan apa yang Tessa katakan, dan Tessa pun gak percaya dengan apa yang keluar dari mulutnya barusan. Kata-kata itu keluar begitu saja dari mulutnya. Spontan.
"Gue gak sama kaya lo, level kita beda," ujar Siska dengan amarah yang masih menggebu-gebu. Tessa tersenyum miring lalu mengangkat kedua alisnya.
"Kita emang gak sama, level kita emang beda, karna berlian gak akan bisa disamakan dengan sampah," ujar Tessa lalu berlalu meninggalkan Siska yang makin marah.
Bara terdiam mendengar setiap kata-kata Tessa itu, ternyata dia seberani itu, dan Tessa, dia tidak tau kenapa dia bisa berbicara seberani itu di depan manusia ular, mampus lah dia.
"Awas aja lo, udah berani sama gue," ucap Siska membuat Tessa berhenti. "Lo bakal terima akibatnya," lanjut Siska lalu Tessa benar-benar pergi meninggalkan kelas itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
TRISTE [TAMAT]
Ficção Adolescente(PART MASIH LENGKAP) Ini cerita Albara Samudra, cowok ganteng, irit bicara, cool dan dingin dengan Tessa Kalila, cewek cantik, ceria dan cerewet. Tessa, sejak pertama kali bertemu dengan Bara, Ia langsung menyukainya tapi Bara sama sekali tak ingin...
![TRISTE [TAMAT]](https://img.wattpad.com/cover/270492506-64-k236252.jpg)