vote komen dulu dong
!!!
Bara membuka matanya lalu melihat cewek yang sedang menenggelemkan kepalanya di samping brankarnya, ternyata hari ini Tessa tidur di sini? Atau dia baru datang? Tapi tadi malam dia sudah menyuruh Langit mengantarnya pulang.
Bara mengangkat tangannya lalu mengelus lembut rambut Tessa, gak capek apa tidur kaya gitu? Gak encok apa badannya, hari ini hari Sabtu, itu makanya Tessa santai di sini, gak sekolah.
Tessa menggeliat lalu mengucek matanya, dia menatap Bara dengan setengah sadar.
"Bara," panggilnya dengan suara serak khas bangun tidur, jadi dia tidur?
"Kenapa tidur di sini hm? Gak sakit apa badannya, sini tidur di samping gue aja." Bara menggeser badannya ke pinggir agar Tessa bisa tidur di sebelahnya, jam masih menunjukkan jam tiga subuh, dan cewek ini sudah berada di sini.
"Gak usah, nanti kamu yang sakit badannya, aku udah siap tidurnya," tolak Tessa lalu berdiri dan berjalan ke kamar mandi. Bara mendengar ucapan aku kamu yang keluar dari mulut Tessa merasa lucu aja.
"Kok udah di sini sih jam segini?" tanya Bara saat Tessa keluar dari kamar mandi, cewek itu sudah mencuci mukanya di kamar mandi.
"Minta jemput sama Regal, tu dia udah tidur." Tessa menunjuk Regal yang tidur di bawah, di sampingnya ada Reivan, Ardhan dan Langit di sofa.
"Sini tidur, nanti lo capek lagi, gue udah boleh pulang nanti," ujar Bara, dia turun dari brankarnya lalu menyuruh Tessa untuk tidur di sana.
"Ih Bara, gak usah, nanti kamu gimana dong? Masa orang sakit gak tidur." Tessa menolak, dia turun dari Brankar itu sambil sedikit kesal, orang yang sakit Bara, masa dia yang tidur di sana.
"Gue gak sakit Tessa, udah sehat karna lo." Ucapan Bara barusan membuat pipi Tessa bersemu merah, dia jadi salting sendiri.
"Yaudah, kamu juga tidur, nanti aku lihat dulu kamu tutup mata baru aku tidur di sebelah kamu." Tessa membopong tubuh Bara untuk tidur lalu mengusap rambutnya.
Bara terus saja melihat wajah Tessa, cewek itu walaupun baru bangun tetap juga cantik, gimana Bara gak deg-degan lihatnya.
Bara menutup matanya tapi dia kembali membukanya, "Sini tidur." Bara menepuk tempat di sebelahnya membuat Tessa mengangguk, ia meletakkan kepalanya di sana.
Bara tersenyum singkat lalu turun dari brankar setelah Tessa menutup matanya, cewek itu cepat kali tidurnya. Baru aja baring.
Hari ini Bara merasakan kehidupan, dan pasti ini karna Tessa, Tessa membuatnya tambah semangat menjalani hidup dan membuatnya ingin terus berjuang.
!!!
"Tessa," panggil Morza saat Tessa melangkahkan kakinya ke arah kantin rumah sakit, Tessa baru saja ingin membeli makanan.
Tessa menoleh ke belakang, Morza sudah tersenyum hangat ke arahnya. "Tessa, boleh bicara sama lo gak?" tanyanya hati hati.
Tessa mengangguk dengan semangat, "Boleh dong, masa enggak, ayo, sambil makan." Tessa menarik tangan Morza ke arah kursi yang kosong setelah memesan makanan mereka.
Tessa menoleh pada Morza yang berada di sampingnya, dia masih diam saja sepertinya sedang bergulat dengan pikirannya sendiri. Wajahnya seperti tidak tenang.
"Lo mau bicara apa Morza?" tanya Tessa penasaran, cewek di sebelahnya ini masih saja diam.
"Gue, gue, gue mau minta maaf Tess," ujar Morza dengan ragu-ragu. Tessa tak mengerti arah pembicaraan Morza, untuk apa dia minta maaf sama Tessa?
KAMU SEDANG MEMBACA
TRISTE [TAMAT]
Teen Fiction(PART MASIH LENGKAP) Ini cerita Albara Samudra, cowok ganteng, irit bicara, cool dan dingin dengan Tessa Kalila, cewek cantik, ceria dan cerewet. Tessa, sejak pertama kali bertemu dengan Bara, Ia langsung menyukainya tapi Bara sama sekali tak ingin...
![TRISTE [TAMAT]](https://img.wattpad.com/cover/270492506-64-k236252.jpg)