Happy reading!
*****
Eveline mengamati wajahnya dari pantulan cermin, dia sudah terlihat menawan dengan dreess biru muda selutut, pada bagian belakang sedikit panjang hampir menyentuh mata kaki.
Make up nya pun natural, karena memang dirinya sudah terlahir sempurna. Eveline memakai beberapa perhiasan untuk mempercantik penampilannya.
Eline merasa sangat senang, malam ini dia akan melakukan makan malam bersama keluarga nya. Setelah bertahun tahun, akhirnya hal ini bisa terjadi kembali.
Makan malam ini diadakan juga untuk mengambil kepulangan papanya, yang baru saja pulang dari luar negri untuk menjalankan bisnis keluarga Merlia.
Setelah semua nya terlihat sempurna, Eline beranjak dari meja rias nya. Dia keluar kamar berjalan menuju ruang makan.
Ruang makan Keluarga berada dilantai 2, letak nya ditengah tengah rumah. Tempat ini yang biasanya dijadikan untuk berkumpul, karena ruangannya yang luas.
Jendela diruangan ini juga unik, lebar sehingga membuat ruangan terkena sinar matahari membuatnya tak pengap. Namun karena ini malam hari, dari jendela itu bisa terlihat bulan yang bersinar sempurna.
Eline berjalan menuju Kedua orang tuanya yang sudah duduk menunggu nya.
"Lama sekali kamu, ini papa kamu sudah lapar lho" ucap Aya terkekeh ringan.
"Enggak terlalu" ucap pria itu.
Eline tersenyum lalu memandang sosok pria itu, dia adalah papanya.
Reza Sarendra Merlia, kepala keluarga Merlia. Sebagai Papa yang baik, dia selalu melakukan apapun untuk putrinya. Tapi demi menyelamatkan perusahaan dan juga nama baik keluarga, Reza sering kali menekan Eline.
Contohnya, Reza sering kali menyuruh Eline untuk segera menikah. Memang sudah pantas, Tapi Eline masih ingin sendiri tanpa memikirkan menjadi seorang istri sekaligus ibu nantinya.
Namun Reza tetap tak mau tau, dia selalu membicarakan nya pada Eline. Itu membuat Eline muak. Hanya agar mempunyai penerus, Reza melakukan itu.
"Aku sudah datang, ayo makan bersama" ucap Eline.
Meski pun kadang dia merasa tersakiti oleh kedua orang tuanya, dia tetap senang bisa kumpul seperti ini. Mengingat betapa sibuknya mereka.
"Hm, rasanya enak." Puji Reza ketika baru melahap daging yang sudah dimasak lama, hingga menimbulkan tekstur kenyal dan mudah saat dimakan.
"Kau memilihnya sangat pintar" puji Reza pada Aya.
"Terima kasih" ucap Aya.
Eline tersenyum, walau tak membantu dia merasa sangat seneng. Hingga ucapan itu keluar kembali dari bibir Reza.
"Eline, apa kau tidak mempunyai cowo? Usia kamu sudah cukup matang untuk menikah. Papa tidak mau keluarga kita menjadi bahan pembicaraan orang lain" ujar Reza dengan tak merasa berdosa.
Aya sendiri bukanya membela, dia malah menambahi nya. "Benar Eline. Mama dengar, calon CEO dari perusahaan lain juga sedang mencari calon istri. Apa kami jodohkan saja dengan mu?."
Eline meletakkan kembali garpu dan sendok, dia tidak jadi makan.
"Eline sudah bilang kan, kalau aku mau menikah setelah merasa cukup untuk bermain" ujar Eline.
"Mau sampai kapan kau bermain? Apa perlu papa adakan sayembara agar kau bisa melihat cowo cowo diluar sana?" Tawar Reza.
Eline menyerit, "untuk apa sayembara pah? Papa kira ini zaman apa? Zaman sudah modern dan papa masih bilang mau mengadakan sayembara?." Eline jelas berontak untuk itu.
"Papa gak peduli zaman apa sekarang, yang papa mau hanya menantu sempurna yang akan menjadi penerus Merlia" ucap Reza masih tetap kukuh, dia dengan santai nya masih tetap makan dengan tenang. Padahal Eline sendiri sudah kehilangan nafsu makan.
Aya mengelus lengan suaminya agar emosi nya tak naik dan membuat semua nya berantakan.
Eline memaksakan senyumnya, matanya sudah digenangi buliran kristal yang siap jatuh.
"Baik, lakukan lah sesuai mau kalian. Jika kalian ingin aku mati" Eline langsung beranjak dari tempat duduknya, dia berlari kecil untuk menuju kamar.
"EVELINE!" Reza memanggil dengan nada tinggi, dia lalu mendecak.
"Bagaimana cara kau mendidiknya? Sehingga dia menjadi pemberontak seperti itu?"
Ucapan yang lolos dari bibir Reza itu tanpa sadar sudah melukai hati Aya, namun wanita itu masih tetap memaksakan senyum nya.
"Aku akan menyusul dan memberi nya nasihat. Mungkin dia sedang datang bulan jadi lebih sensi" ujar Aya.
"Baiklah, kau bicara yang benar" peringat Reza, Aya mengangguk. Wanita itu lantas berjalan menuju kamar Eline dengan hati yang tergores.
Goresan yang tadinya sedikit, sekarang bertambah banyak tanpa suaminya itu ketahui. Aya sedikit menghapus air matanya agar tak terlihat oleh Eline.
Sesampainya dikamar, Aya berjalan menghampiri Eline yang sedang menendang luar jendela.
Aya mendekat, dia memegang pundak Eline untuk memberitahu kedatangan nya.
Eline menoleh dengan wajah datarnya, "kalau mama kesini cuma mau bujuk aku buat segera nikah, mending mama pergi aja."
Aya menghela nafasnya, dia prihatin dan kasihan pada putrinya itu. Sebenarnya tadi Aya bilang begitu karena ada suami nya, tapi aslinya Aya tak sebegitu buruknya.
"Mama gak mau paksa kamu menikah, mama cuma mau kasih saran semoga kamu cepat mendapat cowo yang kamu suka. Kamu juga tau bagaimana sifat papa kamu" ujar Aya mencoba menasehati.
Eline menahan air matanya di kelopak matanya, dia menghadap ibunya. "Kalau aku belum bisa bagaimana? Kita gak bisa paksa on perasaan hati ma" ucap Eline.
Lagi lagi Aya menghela nafasnya lagi, "yaudah, kamu harus segera cari ya. Tentunya cowo yang kamu suka, dan dia juga suka kamu. Jangan cinta sepihak," ujar Aya.
Eline mengangguk, "iya mah"
"Papa kamu dirumah cuma sebentar, lusa papa dan mama akan pergi ke Amerika untuk mengecek keadaan disana," ujar Aya memberitahu.
Dalam hati Eline sangat bersedih, mereka baru saja berkumpul. Itupun karena ulah papanya, akhirnya suasana berantakan.
Eline mengangguk, "iya mah, semoga lancar" ucapnya.
Aya mengangguk lalu berjalan menuju pintu, dan pergi.
Sedangkan Eline langsung menumpahkan Air matanya yang menggenang sedari tadi. Memang sudah menjadi kebiasaan nya ditinggal seperti ini.
"Gue memang kaya, punya segala nya, gue mampu membeli apapun. Tapi... Gue gak bisa beli kebahagiaan dari keluarga ini, keluarga yang dingin dan hanya mementingkan soal nama baik serta uang" gumam Eline disela tangisnya.
*****
TBC!!!
bagaimana part ini? Sory ya dikit.
jangan lupa untuk Vote, Komen, and share ya!
sea you THE NEXT CHAPTER
KAMU SEDANG MEMBACA
Eveline [END]
RomansaTHE 2ND STORY : CHAPTER ONE 'EVELINE' NEW ADULT kisah cinta antara Eveline Merlia Velline, si Ratu kampus. Dan juga Alvaro Galendra seorang cowo cool. Gale tak pernah menyangka, dia bisa menjadi sangat bucin pada seorang cewe. Yaitu si Ratu Kampus...
![Eveline [END]](https://img.wattpad.com/cover/258932724-64-k893872.jpg)