Happy reading!
*****
Syila terkejut mendengar ucapan Nessa, "udah gue duga, Lo itu pasti hamil. Gue udah bisa mengenalinya dari ciri cirinya."
Nessa bingung harus berucap apa, dia membelah rambutnya kebelakang, sambil menahan air mata.
"Gue bakal gugurin bayi ini."
"Lo gila?" Syila tak terima dengan ucapan yang keluar dari mulut Nessa.
"Gue gak peduli, dari pada dia lahir tanpa ayah." Nessa berjalan dan duduk di sofa, Syila pun mengikuti dengan duduk disampingnya.
"Tapi dia gak bersalah! Lo gak bisa gugurin begitu saja. Emang Lo gak ingat dengan siapa Lo ngelakuin itu?" Syila bertanya kembali.
"Gue tuh bener bener gak ingat!" Kini Nessa tak bisa menahan air matanya, "gue gak bisa, gue bakal gugurin dia."
"Nessa dengerin gue, gue bakalan cari orang buat anak Lo nanti," ujar Syila.
"Lo gak mikir? Kalau gue gak suka gimana? Lagian kalau pun gue suka, apa dia mau menikahi orang yang sudah hamil?!" Nessa berseru.
Syila berfikir sejenak, "gue pastiin dia mau, gue bakalan bikin rencana buat itu. Lo gak perlu khawatir."
"Gimana gue gak khawatir?! Nanti kalau Lo lama gimana? Keburu anak ini lahir!" Nessa meninggikan suara, dengan suara isakan yang semakin menjadi.
"Kasih gue waktu tiga hari, paling lambat."
"Lo yakin? Tiga hari?"
Syila mengangguk, "yang perlu Lo lakuin sekarang adalah jaga kandungan Lo baik baik, besok Lo pergi ke dokter kandungan sama sekertaris gue. Dan bilang aja kalau suami Lo sedang ada pekerjaan diluar kota, jadi Lo pergi sendiri."
"Tapi..."
"Lo ngerti kan? Lo gak bisa bunuh bayi yang gak bersalah itu." Syila kembali menekankan kalimat itu.
Nessa menghela nafas nya panjang, "oke, tapi kalau Lo sampe lebih dari tiga hari, gue bakalan tetep gugurin."
Syila pun mengangguk, walau kurang yakin. "Baiklah, gue gak akan lebih dari tiga hari."
******
Selepas pulang dari dokter kandungan, Syila sedikit kesal. Karena dia tak diperbolehkan melakukan apapun oleh Suaminya itu.
"Gale biar gue aja yang rapihin, kenapa Lo repot repot?!" Syila berdecak, dia tak boleh mendekat saat Gale sedang merapihkan tempat tidur.
Gale menyuruh cewe itu buat istirahat tadi, namun ternyata tempat tidurnya berantakan. Alhasil, Gale pun menyuruh Eveline berdiri dulu dan membersihkan nya.
"Udah siap." Gale menghampiri Eveline, kemudian menggendong perempuan itu secara perlahan.
"Yaallah gak gini juga." Eveline hanya bisa pasrah.
Setelah itu, Gale membaringkan istrinya secara perlahan ke tempat tidur. Kemudian, dia berbaring disampingnya, sambil membelai rambut Eveline.
KAMU SEDANG MEMBACA
Eveline [END]
RomantizmTHE 2ND STORY : CHAPTER ONE 'EVELINE' NEW ADULT kisah cinta antara Eveline Merlia Velline, si Ratu kampus. Dan juga Alvaro Galendra seorang cowo cool. Gale tak pernah menyangka, dia bisa menjadi sangat bucin pada seorang cewe. Yaitu si Ratu Kampus...
![Eveline [END]](https://img.wattpad.com/cover/258932724-64-k893872.jpg)