Happy reading!
****
"Jangan sentuh aku" ucap Tifa seraya menyingkirkan tangannya yang dipegang oleh Gale.
"Tapi kenapa?" Gale memandang gadis didepannya itu dalam.
Tifa mendongak, menatap lekat lelaki itu dengan perasaan sedih dan kecewa. "Kamu penyebab nya, kenapa malah bertanya?."
"gue kenapa memangnya? Gue gak ngapa ngapain" Tanya Gale masih tak sadar dengan dirinya sendiri.
Tifa menggeleng tak percaya dengan ucapan gale, "kamu masih aja gak sadar" Tifa hendak pergi namun tangannya ditahan oleh Gale.
"Jelasin dulu, gue bener bener gak ngerti." Gale masih menatap Tifa yang memalingkan wajah kearah lain.
"Jangan begini, gue gak suka" lanjutnya.
"Kamu... Menyukai Eline bukan?" Tanya Tifa menatap Gale yang kebingungan, dengan perasaan yang hancur Tifa menahan dirinya untuk tidak menangis. Tidak, dia tidak lemah.
"Apa maksud nya?"Gale benar benar tak mengerti sekarang.
"Stop mengelak dan akui aja! Aku cape!" Tifa tiba tiba terisak membuat Gale langsung memegang kedua lengan gadis itu, namun lagi lagi Tifa menghempaskan tangannya.
"Aku tau kok kamu suka Eline, aku tau dari cara kamu menatap dia, aku tau dari apa yang baru saja kamu lakukan." Tifa berujar mengeluarkan uneg-uneg nya itu, Gale terdiam mendengarkan gadisnya.
"Bahkan saat membelaku, tatapan kamu tetap saja gak bisa berbohong" Tifa menatap Gale yang kini merasa tertohok.
Tifa menghapus air matanya yang terjatuh tanpa sadar," sekarang semua nya terserah kamu, keputusan ada ditangan kamu sendiri Gale" ucap Tifa, dia lalu berjalan menjauh dengan diiringi air mata.
Gale yang terdiam memandang Tifa yang berjalan dengan luka yang ditorehkan nya, Gale bisa melihat dengan jelas bahwa gadis itu sangat terluka. Tapi disisi lain Gale pun bingung, dia selalu merasakan perasaan aneh saat berdekatan dengan Eline.
Tak membuang waktu, Gale langsung berlari memeluk Tifa yang berjalan tidak begitu jauh.
Tifa yang mendapatkan pelukan secara tiba tiba pun kaget bukan main.
"Maafin gue, gue salah. Gue memang selalu merasakan hal aneh jika dekatan dengan Eline, tapi itu semua hanya gangguan." Tifa mendengarkan nya, rasa sakitnya bertambah.
"Tapi, gue sadar. Kalau cuma Lo Tif, cuma Lo yang ada di hati gue. Bukan orang lain"lanjut Gale.
Tifa tak bisa berkata kata, dia lalu berbalik menghadap Gale yang ternyata terisak.
"Apa kamu serius dengan ucapan kamu tadi?" Tanya Tifa dengan mengerutkan dahi.
"Gue serius Tifa, gue gak ada hubungan apapun sama Eline. Itu semua hanya salah paham" ucap Gale, dia mengusap matanya yang berair.
"Apa aku bisa memegang ucapan mu?" Tanya Tifa dengan penuh harap.
Gale meraih kedua telapak tangan Tifa, "tentu saja bisa" ucapnya.
"Kalau begitu aku akan percaya kembali, tapi ingat. Jangan sampe kamu menghilangkannya lagi Gale" ucap Tifa dengan menatap lekat wajah Gale.
"Pasti, pasti akan aku jaga" Gale langsung membawa Tifa kedalam dekapannya.
Tifa tersenyum lega kesalahpaham ini berakhir, apa yang mengganjal akhirnya sudah terjawab. Tapi ada sedikit yang membuat Tifa Ragu. Apa Gale menyukai nya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Eveline [END]
RomantizmTHE 2ND STORY : CHAPTER ONE 'EVELINE' NEW ADULT kisah cinta antara Eveline Merlia Velline, si Ratu kampus. Dan juga Alvaro Galendra seorang cowo cool. Gale tak pernah menyangka, dia bisa menjadi sangat bucin pada seorang cewe. Yaitu si Ratu Kampus...
![Eveline [END]](https://img.wattpad.com/cover/258932724-64-k893872.jpg)