15. amarah yang muncul

180 5 0
                                        

Happy reading!

****

Pagi ini sekitar pukul 10 pagi, kelas untuk mapel sejarah penjajahan di Indonesia sudah selesai. Entah apa yang merasuki dosen itu hingga membuat kelas selesai 5 menit lebih awal.

Eline meregangkan ototnya yang sedikit kaku, karena dari pagi hanya duduk sambil melotot i papan tulis di depan.

"DOR! KAGET KAN!"

Eline hanya memutar bola matanya malas, dia melihat Putri yang sedang membawa buku ditangannya.

"Gue hampir keselek goblok!" Maki Eva yang sedari tadi duduk disamping Eline. Gadis itu sedang memakan pisang nuggget, dengan macam macam topping.

"Orang gue ngagetin ratu wlee!" Ucap Putri meledek.

Eva hanya mendengus kesal, Tanpa memperdulikan nya lagi dia kembali makan.

"Ada apa?" Tanya Eline dengan malas.

"Gue cuma mau ngingatin jangan lupa nanti latihan drama nya dirumah gue ya" ujar Putri. Memang sudah direncanakan, mereka akan latihan dirumah Putri.

"Tenang aja, gue gak lupa. Gue mau ke kantin dulu tapi" kata Eline.

"Oke siip, gue pergi dulu" pamitnya, dia berjalan dan dapat! Putri mengambil satu potong pisang milik Eva dan langsung kabur.

"PUTRI!!!" Eva langsung melongo melihat pergerakan cepat dari Putri. Namun teriakannya tertahan karena Eline menutup mulutnya dengan pisang yang tersisa.

"Nanti beli lagi sih, dikantin banyak. Jangan teriak teriak" ucap Eline.

Eva mencebik, "tapi tetep aja itu gue dapet setelah ngantri lebih dari 3 jam."

"Sama aja, ayo ke kantin" ajak Eline, mau tak mau Eva mengikutinya dari belakang.

"Lo beneran mau latihan?" Tanya Eva sembari berjalan disamping Eline. Koridor sangat ramai karena kelas pagi sudah selesai. Ada yang buru buru pulang, ada yang berbincang dulu, ada yang nongkrong, dan tentunya ada yang pacaran.

"Terus gimana? Itu tanggung jawab kan" jawab Eline.

"Tapi Lo bisa nolak, biasanya juga gitu" Eva berujar santai. Eline memang biasa begitu, dia akan menolak sesuatu yang tidak diinginkannya.

Sedangkan Eline merasa tersentak dengan ucapan Eva, dia memang selalu menolak hal hal seperti itu. Tapi entah kenapa kali ini dia mau melakukannya, apa ini karena....Gale?. Entahlah Eline masih tidak mengerti, dengan perasaan yang bercampur aduk.

"Gue pengen aja, biar ada pengalaman dikit gitu" ujar Eline berkelit.

"Oh begitu, yaudah" kata Eva.

Eline membulatkan mata ketika melihat sesuatu didepannya, Gale dengan Tifa sedang berbincang. Tangan Gale yang menyentuh rambut gadis itu membuat hati Eline bergemuruh.

"Kenapa Lo?" Tanya Eva ketika Eline tiba tiba berhenti.

"Enggak, gue gak mungkin putar balik demi gak lihat mereka."

Eveline [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang