Happy reading!
*****
Gale sudah ingin kabur dari Rizka, tapi ternyata dia sudah dihadang didepan pintu kelas.
Gale pun hanya pasrah, apalagi Ali yang bukanya membantu, malah ikut menariknya menuju cafe yang mereka bicarakan tadi.
Rizka bilang, dia sudah bicara dengan kelas Sejarah Kerajaan Nusantara 2, dan mereka akan berkumpul di cafe yang katanya sudah disewa oleh mereka.
Gale menyerit ketika sampai ditempat tujuan, dia tak mengerti ketika melihat Eline disana.
"Kalian lah yang akan menjadi pangeran dan putrinya" ujar Rizka dan Putri bersamaan dengan senyum geli.
Gale dan Eline sama sama melotot, "APA?!" Teriaknya bersamaan.
"Yess kalian emang cocok" ujar Rizka yang sudah duduk di bangku dengan minum minuman milik putri.
"Gue tau, gue ini cecan yang gak ada obatnya. Tapi tolong ya, sama dia? Jangan harap" ujar Eline dengan menatap ogah ogahan Gale.
"Sory ya, Lo pikir gue juga mau!" sambar Gale cepat. Padahal dalam hati mau mau saja dia.
"Udah sih, banyak protes aja" ujar Ali berujar seenaknya. Cowo itu ikut katanya akan ikut andil dalam drama. Taunya cuma numpang WiFi.
Gale dan Eline sama sama menatap tajam kearah Ali yang menyengir tak berdosa.
"Udah sih, kita udah cape cape mikir konsep lho. Masa kalian tega sih, mengundurkan diri seperti itu?" Putri berujar dengan nada memelas. Bahkan hampir beneran menangisi. Tingkat aktingnya dibutuhkan sekarang.
"Iya lho, kalian kok jahat sih" timpal Rizka.
"Sory ya, gue emang gak sebaik itu" kata Eline dengan memutar bola matanya malas.
"Udah sih Eline, terima aja. Lagian kalian ada sesuatu kan? Gak mungkin gak ada apa apa lo-" Eline segera mendekap mulut Eva dengan brownis coklat di meja. Entah punya siapa.
Sedangkan mereka yang mendengar menjadi penasaran, apa kelanjutan katanya.
"Gue tau kok Lo lapar Eva, tapi jangan ngelantur gitu ah. Gak baik" ucapnya sambil menatap tajam Eva mengancam.
Rizka berdecak, " ada apasih?."
Eline memejamkan mata sebentar, ini semua karena Eva. Dia lantas menghadap ke Putri dan Rizka.
"Oke, gue mau" putus Eline.
Putri dan Rizka pun langsung bersorak senang, tak sia sia juga rupanya mereka terlihat sedih tadi.
"Kok gue gak ditanya in mau apa enggak nya?" Gale bertanya dengan alis mengerut.
"Lo mah harus ikut!" Ujar Rizka galak.
"Gue menolak, gue pergi" baru saja hendak berdiri Rizka sudah mengancam.
"Eh, satu langkah Lo jalan. Patah kaki beneran Lo!" Ancam nya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Eveline [END]
RomanceTHE 2ND STORY : CHAPTER ONE 'EVELINE' NEW ADULT kisah cinta antara Eveline Merlia Velline, si Ratu kampus. Dan juga Alvaro Galendra seorang cowo cool. Gale tak pernah menyangka, dia bisa menjadi sangat bucin pada seorang cewe. Yaitu si Ratu Kampus...
![Eveline [END]](https://img.wattpad.com/cover/258932724-64-k893872.jpg)