36. Teddy Bear × Panda Doll

134 3 3
                                        

Happy reading!


******

Syila nekat menerobos masuk, dia bilang tidak akan mendekat. Dan memang benar, Syila tak mendekat.

Namun, Syila berdiri dari lantai dua, dia melihat mereka sedang makan bersama. Raut wajah mereka terlihat tegang.

"Apa ini?" Syila berucap sambil tersenyum miring.

"Sepertinya ada sesuatu disana," ucap Syila.

Saat mengamati, tiba tiba sebuah ide masuk ke dalam otaknya. Ide itu membuat Syila tersenyum.

"Sepertinya itu harus segera dilakukan," gumam Syila sambil memperhatikan mereka.

"Gue akan melakukannya disaat yang tepat, sebelum kalian.."

"Melangsungkan tunangan." Setelah mengucapkan itu, Syila segera meninggalkan tempat itu, dan pergi kembali kerumah untuk menyusun kembali rencana nya.

******

Selesai makan, Eline mengantar Gale keluar rumah. Wajahnya terlihat sedikit murung.

Gale menoleh kembali ketika sudah sampai didepan pintu, dia mengamati wajah Eline.

"Kok wajahnya ditekuk gitu?" Tanya Gale dengan mengangkat satu alisnya.

Eline mendongak, kemudian menggeleng. "Maafin papa ya, dia emang suka gitu," kata Eline.

Gale menyerit, "itu doang? Gapapa Kali."

Eline pun menghela nafasnya lalu mengangguk, "bagus deh kalau gitu, takutnya Lo baper gitu kan."

"Bukannnya Lo baper?" Perkataan Gale membuat Eline melotot.

Sontak, Gale pun tertawa ringan karena nya. Dia mengangkat tangannya mencubit gemas pipis Eline.

"Jangan cemberut gitu, ntar cantik nya ilang." Gale tersenyum membuat Eline mematung beberapa detik.

Sesaat kemudian, Eline menepis tangan Gale lalu mengusap pipinya.

"Sakit tolol!" Maki Eline.

"Masa sih? Sini gue obatin." Saat Gale hendak maju, Eline segera menahan dada cowo itu.

"Jangan macem macem Lo." Eline mengancam dengan melorotkan matanya.

Namun, mata Gale malah tertuju pada tangan Eline yang ada di dadanya. Begitu juga Eline yang melihatnya, dia melotot kemudian menyingkirkan tangannya itu.

Gale tersenyum tipis, "bagaimana? Ada roti sobek nya gak tuh?" Gale bertanya dengan tersenyum jahil.

Eline melotot tak percaya, "Lo kata perut Lo toko Sari roti? Ada roti sobeknya?!"

"Iya deh terserah Lo, gue balik," pamit Gale.

Eline hanya mengangguk mengiyakan,sambil memperhatikan Gale yang berjalan menuju mobil.

Namun tiba tiba Gale berbalik badan dan berjalan kembali ke arahnya, Eline menyerit bingung.

"Oh iya, soal ucapan papa Lo tadi, gue gak keberatan kok kalau beneran." Gale berucap dengan tersenyum lebar, setelah mengatakan itu Gale langsung berjalan kembali menuju mobil.

Eveline [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang