28. flashdisk dan perekam suara

131 3 0
                                        

Happy reading!

****

Kelas baru saja selesai, dan kini Eva keluar ruangan dengan lesau, sambil membawa surat pengeluaran Eline dari kampus.

Putri disampingnya itu menenangkan Eva sedari tadi, Putri bahkan merangkul bahu Eva agar tidak jatuh tersungkur cewe itu.

"Sabar ya Eva, ini pasti ada jalan keluarnya kok," ujar Putri.

Eva hanya mengangguk lemas, dia masih memikirkan Eline karena belum mendapatkan kabar juga.

"GUYS!"

keduanya mendongak kala mendengar suara itu, rupanya Rizka. Rizka sedikit berlari untuk mendekat kearah mereka.

"Mau pulang kah kalian?" Tanya Rizka dengan menyelidiki keduanya.

"Menurut Lo?" Ujar Putri geram sedikit, Rizka sepertinya tak mengerti keadaan.

Putri pun melanjutkan jalannya engan Eva, Rizka menjajarkan langkah ya untuk berjalan bersama.

"Yaelah,padahal gue cuma tanya anjir," Decak Rizka.

"Bodo, ini Eva lagi sedih Anjir. Lo malah gitu," kata Putri.

"Ya maaf, gue kan cuma tanya ya. Lu aja berlebihan, ya gak Va?" Tanya nya melirik Eva.

Eva mengangguk tanpa beban membuat Putri kaget.

"Lo kok gak bela gue sih Va?!" Decak Putri, Rizka terkekh karena nya.

"Karena Lo anak pongot hahaha" kekeh Rizka.

"Tau ah bodo, dia karena kasihan sama Lo aja kali," kata Putri masih mengelak.

"Yaelah padahal gue cuma bercanda, baperan amat," ujar Rizka.

"Eh oh iya, gue mau kasih tau sesuatu. Tadi di ruangan Gale pukulun orang parah banget lho," ujar Rizka memberitahu.

"Ya terus gue harus ngapain? Tolongin tuh orang atau harus kasih apresiasi ke Gale?" Tanya Putri yang seperti nya sudah lelah.

Apa masalahnya coba? Kalau berkelahi yasudah biarkan saja. Toh pasti ada alasan nya, mereka bukan lagi anak kecil.

"Kayaknya apresiasi deh, karena Gale gebukin tuh orang, setelah orang itu gosipin Eline. Gue kok jadi curiga ya," ucap Rizka dengan menggangguk" kan kepala.

Eva menghentikan langkahnya, begitu juga putri.

"Itu Lo ngarang cerita enggak?" Tanya Eva ingin memastikan.

"Iya, ntar ngarang lagi. Setahu gue kayaknya mereka gak deket Deket amat hingga Gale melindungi Ratu," walau senang, tapi ini menimbulkan tanda tanya yang besar di benak Putri.

"Kasih tau gue itu bener enggak?" Tanya Eva lagi.

"Yaelah, kalian pikir gue suka bohong? Ya gue beneran lah. Gue aja sampe kaget banget tadi lihatnya,"ujar Rizka.

Mata Eva terbelak, seperti nya ada yang mengganjal.

"Kasih tau gue cepat, dimana Gale?" Tanya Eva membuat Putri menyerit.

"Lo kenapa Va? Kok tiba tiba banget?" Tanya Putri.

"Cepet kasih tau," ucap Eva cepat.

Rizka menjawab meski sedikit bingung, "tadi setelah pukulin orang itu, Gale langsung pergi gitu aja. Biasa nya mereka di lantai dua gedung pojokan."

Eva pun segera membalikkan badannya dan berlari ke tempat yang disebutkan Rizka.

"Eva Lo mau kemana?!" Pekik Putri, kemudian Putri dan Rizka saling tatap sejenak.

Eveline [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang