Happy reading
****
Eline merasa, raganya ada diruang rapat, tapi jiwa nya melayang entah kenapa. Dia tak fokus sedari tadi, bahkan sudah beberapa kali ditegur oleh senior.
Eline menghela nafasnya gusar, dia masih memikirkan Gale. Entah kenapa nama cowo itu berputar putar dikepala nya.
Lelah berfikir, Eline pun mengamati seniornya yang diam diam curi pandang kepadanya. Eline menyadari hal itu. Tapi cuek saja.
Rapat dipimpin oleh tiga senior, mereka menjelaskan hal yang berbeda beda. Eline menyimak.
"Jadi, Universitas kita akan mengadakan sebuah perayaan. Sebenernya ini juga termasuk perlombaan. Pesertanya dari beberapa universitas, yang tentunya mempunyai bakat yang luar biasa" ujar salah satu senior. Bukan, bukan dia yang mencuri pandang kepadanya.
"Terdapat beberapa yang akan dilombakan. Pertandingan basket, menyanyi Opera, pertunjukan drama kerajaan. Lomba memasak dan lomba pidato" Eline bisa melihat dengan jelas, dia lah yang sedari tadi mencuri pandang padanya. Cowo tinggi dengan mengenakan celana hitam dipadukan dengan sweeter berwarna putih. Rambutnya rapih, poni nya dijatuhkan di dahi nya. Kulitnya berwarna putih dengan rahang tegas, hidung mancung, mata teduh dan pahatan wajah yang sempurna. Cowo itu definisi tampan sesungguhnya.
Namun bagi Eline, itu bukan sesuatu yang spesial. Dia sudah biasa bertemu dengan cogan cogan.
Setahu Eline, namanya Rionard Steven. Atau sering dipanggil Rio.
"Karena disini ada dua kelas sejarah Kerajaan Nusantara, maka peran nya saya bagi untuk dia kelas ini biar adil. Sejarah Kerajaan Nusantara 1 pilih salah satu mahasiswa untuk menjadi pangeran, dan untuk Sejarah Kerajaan Nusantara 2 pilih salah satu mahasiswi untuk menjadi putri nya. Untuk lomba lainnya, sesuai minat kalian, dan bilang saja pada pengurus nya" ujar Rio. Lagi lagi diakhir katanya dia melirik ke arah Eline.
"Ada pertanyaan?" Tanya salah satunya.
"Gak ada kak" jawab mereka serempak. Seperti sudah menjadi hal biasa seperti ini. Eline melihat mereka tak tahu mereka menyimak atau tidak, yang jelas mereka hanya memandang wajah tampan senior senior ini.
"Baiklah, kalau begitu, rapat kami akhiri. Terima kasih waktunya, silahkan kembali ke kelas" ujar Rio.
Mereka mengangguk, tapi tak langsung kembali ke kelas. Bahkan cabe cabe an itu mulai caper dengan meminta foto atau tanda tangan. Buset dia hanya senior mbak, bukan artis papan atas.
Eline yang jengah hanya memutar bole mata malas, dia lantas beranjak untuk pergi meninggalkan ruangan. Fikiran nya masih berantakan, dia butuh udara segar.
Sedangkan Rio yang sibuk mengurusi junior junior nya yang pada tidak tau diri ini, melihat kepergian Eline dengan hembusan nafas kecewa. Dia pikir Eline juga akan minta foto dengannya, namun ternyata tidak.
*****
Gale memijat pelipisnya karena pening, perwakilan rapat untuk jurusan yang dia ambil sudah kembali dan memberitahu apa yang terjadi di rapat.
Bahkan dia dengan alay menceritakan betapa beruntungnya dia bisa berfoto dengan senior, yang katanya gantengnya gada obat.
KAMU SEDANG MEMBACA
Eveline [END]
RomanceTHE 2ND STORY : CHAPTER ONE 'EVELINE' NEW ADULT kisah cinta antara Eveline Merlia Velline, si Ratu kampus. Dan juga Alvaro Galendra seorang cowo cool. Gale tak pernah menyangka, dia bisa menjadi sangat bucin pada seorang cewe. Yaitu si Ratu Kampus...
![Eveline [END]](https://img.wattpad.com/cover/258932724-64-k893872.jpg)