6. memilih

236 7 0
                                        

Happy reading!

****

Setelah sampai kerumah, Eline menutup pintunya dengan perlahan. Dia memegangi dadanya yang masih saja berdebar karena kejadian beberapa menit lalu.

Eline mengingat kembali bertapa tampan nya Gale dengan rahang tegas nya dipenuhi keringat.

Sorot mata cowo itu seakan menghipnotis Eline, matanya teduh membuat siapapun betah melihatnya.

Eline lalu menganga tak percaya diri nya memikirkan pria itu, Eline menjambak rambutnya sendiri dengan pelan.

"Kelamaan jomblo, Lo pasti udah gila Eline" gumam Eline dengan fikiran nya yang masih kacau.

Eline mengingat terkahir kali pacaran, dia saat duduk kelas 11 SMA. Berarti terhitung sudah hampir 3 tahun dirinya menjomblo.

Debaran jantungnya masih saja belum berhenti membuat Eline tak tenang, kenapa ini semua bisa terjadi pada jantung nya yang lemah.

"Kenapa harus Gale sih?! Gue gak mau pokoknya suka sama cowo nyebelin kata dia" ujar Eline menguatkan dirinya sendiri.

Tapi detik berikutnya bahu Eline merosot mengingat kembali Gale, entah kenapa cowo itu tidak henti hentinya berada di dalam kepala nya. Kasihan otak kecil Eline ini jadi terganggu dan tidak tenang.

Eline masih berusaha untuk menenangkan dirinya sendiri beberapa kali dia memegang dadanya untuk menghentikan debaran konyol ini.

Hingga akhirnya berhenti sudah debaran jantung Eline yang meresahkan.

Gadis itu bernafas lega membuat pipinya menggembung sebentar, kemudian dia berucap, "gue pasti udah gila."

******

Saat ini, Gale berada di kantin bersama kedua teman bangsatnya.

Mereka sedang makan sepuasnya karena kini lagi lagi Gale mentraktir mereka, maklum orang kaya yang bingung gimana cara menghabiskan uang.

"Bos, gue denger denger rumor Lo pacaran sama Kanjeng ratu semakin luas?" Tanya Ali yang selalu menyebut Eline dengan sebutan 'ratu' atau 'kanjengratu' atau kadang 'nyai'. Entahlah terserah cowo itu saja, selagi Eline tak mendengar, dia aman.

Jika saja telinga cewe itu bisa mendengar dari jauh, mungkin Ali akan mendapat tamparan keras dari ratu kampus itu.

"Gue denger juga sih, bos katanya pelukan sama Eline ya?" Tanya Nino sembari memakan gorengan dengan cabe rawit.

"Waduh si bos, main nya sampe mana nih" goda Ali membuat Nino tergelak.

"Paling juga masih-"

"Lo lanjutin ucapan Lo, beneran gue jadiin kalian babu di rumah keluarga Merlia" potong Gale cepat membuat keduanya bungkam.

"Tapi Lo beneran pacaran dengan nyai bos?" Tanya Ali yang masih penasaran.

Sebenarnya bukan penasaran sih, tapi dia akan menjual informasi ini pada fans fans Gale yang sudah menunggu di belakang gedung kampus.

Gale hanya menghela nafasnya tanpa menjawab, dia memandang ke meja cewe yang sedang menyuruh nyuruh orang lain.

Siapa lagi kalau bukan Eline, dia menyuruh orang lain untuk mengambil kan makanan nya dengan milik Eva.

Eveline [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang