19. Gue suka sama lo

200 4 0
                                        

Happy reading!

******

Eva menoleh kearah Nino, "Nino.." panggilnya.

Nino lantas menoleh dengan menaikkan satu alisnya, bermaksud bertanya.

"Orang tua gue gak ada dirumah, Lo mau gak temenin gue?" Eva berucap sambil memegangi perutnya yang masih sakit.

"T-temenin?"

Eva mengangguk, "iya, temenin gue tidur ya? Biasanya gue tidur sama mama gue kalau sakit begini." Ujar Eva.

"Hah?" Untuk sesaat Nino mendadak cengo, mendengar permintaan Eva.

"Gak mau ya?" Wajah Eva terlihat kecewa dengan raut wajah menahan sakit.

Nino yang tak tega pun akhirnya mengangguk, "baiklah, gue temenin" kata Nino, seketika Eva sumringah, walau masih terlihat kesakitan.

"Makasih ya."

Nino mengangguk, dia lantas memasukkan mobilnya dihalaman rumah Eva. Halaman Eva tak terlalu luas, namun rumahnya sangat megah walau hanya berlantai dua,tapi luas.

Nino lantas keluar mobil, dia membuka kan pintu Eva.

"Mau gue gendong lagi?" Tanya Nino dengan sedikit canggung.

"Enggak usah, gue bisa kok" ujar Eva, Nino pun mengangguk. Tapi Eva masih tak bisa berjalan sendiri, dia minta bantuan Nino untuk menuntunnya.

"Duh.. non kenapa?" Seorang wanita paruh baya menghampiri ketika Nino dan Eva masuk ke dalam rumah.

Itu adalah Art dirumah Eva.

"Ini Bi, perut aku sakit. Ini temen aku yang antar" Jawab Eva.

Nino pun sedikit menundukkan kepala sebentar memberi hormat, ketika art itu memandang ke arahnya, karena usianya lebih tua.

"Oh begitu ya, yaudah non dikamar aja. Nanti bibi bawain air hangat." Ujar nya.

Eva mengangguk, "terima kasih." Dia lantas melanjutkan jalan menuju kamar dengan Nino.

Nino bisa melihat kamar Eva yang begitu besar, tertata rapih dengan warna purple berpaduan Rose pink.

Nino menuntun Eva untuk duduk dipinggiran tempat tidur , karena tak ada sofa panjang, hanya ada kursi putar yang ada didepan kaca rias.

"Makasih ya" ujar Eva.

Nino mengangguk, "itunya mau dipakai dulu? Tadi kan udah bo-"

"Iya" Eva memotong cepat karena malu.

"Yaudah gue keluar dulu ya, Lo bisa sendiri kan?" Tanya Nino memastikan.

Eva mengangguk, Nino pun segera keluar kamar, dia penutupnya lalu menggaruk tengkuknya bingung sendiri harus apa.

Nino menoleh pada art tadi, datang membawa nampan berisi gelas,mangkok dan juga handuk.

"Lho kok mas nya diluar?" Tanya nya.

"Itu Eva nya lagi ganti pembalut" ujarnya dengan sedikit menyengir.

Eveline [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang