57. Hari yang gelap

265 3 0
                                        

Happy reading!

*****

Nessa mengambil ponselnya, karena terus menerus berbunyi. Menandakan banyaknya notifikasi yang masuk.

Kening Nessa berkerut melihat banyaknya chat dari grub angkatan. Memang Nessa berhenti kuliah, tapi dia tak keluar dari grub tersebut.

Mata Nessa melebar, diikuti dengan mulut yang menganga melihat isi chat tersebut

+6285xxxx
Kalian serius Mela sama Vira dibebasin

+621876xxx
Sumpah demi Allah gue lihat sendiri. Gue sih masih penasaran sama cewe yang bareng mereka.

+6285111xxx
Jangan jangan itu Tifa lagi, yang katanya dibunuh mereka itu.

+6285567xxx
Lo gila, ya gak mungkin lah.
Kayaknya ada yang sengaja ngebebas in deh. Gak mungkin bebas begitu aja

Detak jantung Nessa naik turun membaca chat tersebut, nafasnya tiba tiba tersekat.

"Mereka bebas? Bagaimana mungkin." Banyak pertanyaan langsung muncul di benak nya.

"Aku harus bilang Syila sekarang." Nessa mengangguk menyakinkan dirinya.

Walau dia tak sepenuhnya fit tapi ini harus segera diatas, atau tidak hidupnya akan hancur setelah ini.

Gale juga belum pulang, jadi Nessa memutuskan untuk menyetir mobil sendiri. Dengan sedikit kesusahan karena sudah lama tidak menyetir sendiri.

Nessa pun langsung menuju ke kantor Syila, untuk membicarakan hal ini.

******

Melihat Vira turun dari mobil, Arvi langsung memeluknya erat. Penuh haru.

Tadi pagi, Tifa memutuskan untuk pergi sendiri ke kantor polisi. Dan menjelaskan semuanya. Akhirnya Tifa pun bisa membebaskan Mela dan juga Vira.

"Yaampun aku kangen banget sama kamu." Arvi memeluk sekaligus mencium pipi Vira lama.

"Astagfirullahh! Ada banyak orang!" Vira mencoba menjauh karna malu.

Mereka yang melihat pun langsung tertawa, melihat aksi kedua pasangan yang saling melepas rindu itu.

Lain dengan Mela yang menghampiri Eveline, "ternyata Lo beneran hamil. Selamat ya."

Eveline mengangguk, "terima kasih, Selamat juga atas kebebasan mu."

"Sepertinya setelah ini kita harus segera menyingkirkan Nessa. Aku mengerti keadaan kalian saat ini, pasti sangat sulit." Mela berujar sambil memandang Eveline dan Gale bergantian.

"Kita pikirkan rencana itu nanti, sekarang kita masuk dulu. Kalian pasti lelah."

Mereka pun mengangguk, menyetujui ucapan Tifa. Tak enak juga jika berdiri didepan rumah seperti ini.

******

Sampai di gedung Merlia group, Nessa langsung masuk dan menuju ke ruangan Syila. Untungnya Syila sudah berangkat.

Eveline [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang