21. sebentar lagi

141 3 0
                                        

Happy reading!

******

Besok merupakan hari lomba antar universitas, maka hari ini tim basket sedang berlatih untuk mendapatkan piala besok.

Mereka berlatih dibawah terik matahari yang membakar kulit, panasnya cahaya membuat mereka mengeluarkan keringat begitu banyak.

Terutama Gale, cowo itu terlihat sangat tampan karena badan nya terlihat sangat sempurna. Cowo itu hanya memakai Jersey, otot lengan yang kekar terlihat membuat para kaum hawa menjerit.

Disamping lapangan, terdapat lorong. Kebetulan Eva dan Eline lewat situ. Eva yang melihat Nino bermain dengan keringat yang bercucuran pun menggantikan langkahnya.

"Eh Eline! Berhenti dulu!" Eva menarik pergelangan tangan Eline untuk berhenti.

"Paaan sih?" Eline melihat arah pandang Eva, dia berdecak ketika pandangannya tertuju pada segerombolan cowo bermain basket. Temannya itu memang harus disucikan kembali.

"Lo kok mesum banget sih?" Cibir Eline pada Eva.

"Mata Lo mesum! Gue itu melihat mereka yang bermain karena untuk mendukung mereka saat lomba besok. Sini bentar lihat dulu deh" Jelas Eva, padahal dia hanya ingin melihat Nino. Yang menurutnya kegantengan Nino bertambah berkali kali lipat karena bermain basket.

Tapi alhasil Eline pun ikut mengamati, matanya tanpa sadar mengamati satu objek yang nampak menguasai lapangan. Gale terlihat sangat lincah dalam mengoper dan mendirbbling bola itu, keringatnya berjatuhan membuatnya terlihat cool.

Eva terlihat nampak menikmati, dia lantas menarik Eline untuk mendekat ketika mereka beristirahat.

"Eh apaan sih anjir?!" Seru Eline tapi tak dihiraukan, mereka berhenti tepat didepan Gale dan Nino yang duduk di tepi lapangan.

"Hai kalian, cape ya? Semangat buat lomba besok!" Sapa Eva memberikan semangat dengan senyum merekah.

"Apaan sih anjir?!" Eline merasa sangat kesal terhadap temannya ini, dia mengalihkan pandangan saat Gale melihat kearahnya.

"Makasih ya, semoga kampus kita menang" Kata Nino.

Eva pun mengangguk dengan senyum merekah, dia lantas berpindah tempat disamping Nino dan duduk disampingnya. Eline yang melihat itu lantas melotot.

"Apa apaan ini?!" Batin Eline berseru.

"Lo cape gak? Sini gue pijitin biar semangat" kata Eva, Nino mengangguk.

"Enak banget" Puji Nino saat Eva memijat lengannya.

Sedangkan Eva menahan diri untuk tidak pingsan ditempat, karena memegang otot otot kekar lengan Nino.

"Kapan lagi kan" batin Eva senang.

Sedangkan Gale mengamati Eline yang masih saja berdiri dan mengalihkan pandangan.

"Lo gak ada niatan pijitin gue?" Tanya Gale Akhirnya.

Eline menunduk karena posisi Gale duduk dibawah, dan dirinya berdiri.

Eveline [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang