32. sertifikat nya palsu

134 2 0
                                        

Happy reading!

******


Gale menolah pada Arvi yang sedari tadi berdiri disana, Gale menganggukkan kepala menunjukkan bahwa yang dilakukan Arvi benar. Dan juga sebagai bentuk terima kasih Gale.

[Flashback On]

Gale masih mengamati Arvi dan Vira yang duduk tak jauh darinya, Gale masih menunggu situasi yang tepat.

Ketika Vira beranjak berdiri, sepertinya akan ke toilet atau ambil minum Gale tak tahu. Yang pasti, Gale langsung mendekat ke arah Arvi.

"Ada apa bro?" Tanya Arvi pada Gale yang tiba tiba duduk.

"Gue mau kasih tau Lo sesuatu, tapi gue mohon, Lo tenang. Oke?" Ujar Gale membuat dahi Arvi berkerut.

"Maksud Lo?" Tanya Arvi tak paham.

Gale lantas mengambil ponselnya, dia memperlihatkan rekaman yang telah disalin ke ponsel itu pada Arvi.

Mata Arvi melotot kala melihat nya, bagaimana bisa Vira ada divideo mengerikan itu?!

Arvi mengusap rambutnya tak tenang, "Lo dapet video itu dari mana?" Terlihat Arvi sudah berbeda suasana nya.

"Ini gue dapet dari salah satu dari mereka, nama nya Nessa. Dia yang rekam ini, bagaimana bisa pacar Lo melakukan ini ke pacar gue?" Gale berujar seperti itu membuat Arvi terbelak.

"P-pacar Lo?" Tanya nya sedikit tergagap.

Gale mengangguk, "benar, itu yang dibantai itu pacar gue. Sedangkan mereka, mencoba memasukkan orang lain ke penjara dengan menjadikannya sebagai pelaku."

Arvi kembali dibuat terkejut dengan ucapan Gale itu, apa ini benar adanya?!

"Sial! Padahal gue udah bilangin dia untuk gak berurusan sama si Mela Mela itu! Tapi dia tetep nekat!" Arvi marah karena kesal sendiri.

"Gue bakalan kasih terguran cewe gue bro, gue juga akan putusin dia. Lo berbuat terserah Lo, mau Lo masukin ke penjara atau apapun terserah. Gue gak peduli," lanjut Arvi yang sudah malas.

Gale menghela nafasnya, dia mengangguk sembari mencoba berfikir sesuatu.

"Gue mau cabut dulu." Gale segera menahan Arvi yang hendak beranjak pergi.

"Apa lagi?"

"Gue punya rencana, kalau tangkap mereka berdua mungkin susah. Jadi gue mau minta tolong ke Lo," ujar Gale.

Arvi menghela nafasnya, "apapun itu buat ngehukum dia."

"Lo jangan putusin dia dulu, Lo bersikap biasa aja. Sampai besok, jam 2 siang Lo ajak pacar Lo itu ke tepi Danau. Disana gue bakalan tangkap mereka," ujar Gale menjelaskan.

Arvi mengangguk mengerti, "oke. Gue minta maaf atas kematian cewe Lo itu."

"Itu sudah berlalu, walau tak bisa dimaafkan. Tugas gue cuma untuk menghukum mereka," ujar Gale. Arvi mengangguk mengerti.

Setelah itupun, Gale kembali ke tempat duduknya sendiri bertepatan dengan Vira yang sudah kembali.

Gale mengamati mereka, Arvi memang benar benar pura pura tak tau tentang itu. Walau terlihat sedikit berbeda sebelum mengetahui hal itu, tapi nyatanya itu berhasil.

[Flashback off]

Arvi langsung masuk ke dalam mobil setelahnya, setelah itu dia langsung melajukan mobilnya untuk pergi. Dia harus menenangkan diri.

Eveline [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang