Happy reading!
******
Kini Eva, Putri, Rizka, Nino, dan Ali sedang berada di belakang gedung kampus. Di sana terdapat pedagang jajanan yang mereka sukai, contohnya telur gulung, cilok, batagor, dll.
Jam pagi baru saja selesai, sekarang pukul 11 siang. Mereka agak lama karena tadi ada praktik lisan.
Sepetinya karena tugas membuat Drama, mereka terlihat rukun dan sering bersama sekarang. Sepetinya mereka telah membentuk circle yang baru.
"Anyway, gue kok gak lihat Gale ya? Apa mereka berduaan dirumah Gale?" Celetuk Rizka sambil mengunyah cilok.
"Apaan sih? Yakali njir? Gue belum siap jadi aunty," ujar Eva.
"Sama Va! Gue juga gak mau jadi aunty!" Seru Ali ikut ikutan.
Mereka yang mendengar saling tatap sejenak, karena merasa bingung dan aneh mendengarnya.
"Eh tolol! Lo LAKIK anying!" Seru Rizka mendadak kesal.
"Tau nih, mau jadi waria apa gimana Lo?" Ucap Putri sambil memakan nasgor. Entah lapar atau enggak, tapi hanya putri yang membeli makanan berat disini.
"Emang aunty artinya apa sih?" Tanya Ali dengan tampang yang terlihat tanpa dosa. Namun sebetulnya banyak.
"Yaallah dosa apa gue Deket Deket sama ini orang." Rizka tiba tiba ingin membuang Ali ke laut sekarang juga.
"Kok bisa sih dia tolol sekali." Putri berucap sembari tersenyum tertekan, sepertinya dia sudah cape.
"Gak usah diurusin anying, dia udah tolol dari lahir," Sahut Nino.
Sedangkan Eva hanya geleng geleng melihatnya, dia melihat tangannya yang digenggam erat oleh Nino.
Nino dan Eva duduk bersampingan, mereka menyatukan tangannya namun dibelakang tubuh, agar mereka tak melihat. Nanti iri..
"Emang aunty apa sih?" Ali bertanya bingung sambil menggaruk kepala nya, dia bingung ketika mereka mengumpat pada nya.
"Kasih dia otak pliss," ucap Putri yang sudah tak tahan lagi.
"AUNTY ITU TANTE GOBLOK!" Seru Rizka yang sudah tidak bisa selow lagi.
"IH ANJENK! GUE GAK MAULAH!" Ali panik sendiri setelah mengetahui nya.
"Makanya kalau tolol jangan berlebihan, gak baik," cibir Nino.
"Tau nih, kayaknya dia kalau dijual pun gak laku. Orang tolol," seru Rizka. Entah kenapa gadis itu sering mengumpat pada Ali, seperti...ada dendam tersendiri.
"Wahai teman teman, kalian ini kenapa sangat jahat pada aku yang lemah ini?" Ali berucap dramatis.
"Eh itu Gale." Eva berseru ketika melihat Gale berjalan kearah mereka.
"Datang juga tuh cowo." Timpal Nino.
Ali mendengus, ucapannya sama sekali tak dipedulikan karena kedatangan Gale itu. Nasib lah dirinya ini, sudah figuran, sering dinistakan, tak dipedulikan pula. Huhu༎ຶ‿༎ຶ
"Eh Gale, kemana aja Lo?" Tanya Putri ketika Gale duduk di samping Nino, sampingnya lagi sebab dia ingin meminta minum milik Nino.
"Dari kantor polisi." Gale menjawab setelah minum.
"Ngapain?" Tanya Eva.
"Laporin pelaku pembunuh Tifa, dan yang udah cemarin nama baik Eline," ujar Gale.
KAMU SEDANG MEMBACA
Eveline [END]
RomantizmTHE 2ND STORY : CHAPTER ONE 'EVELINE' NEW ADULT kisah cinta antara Eveline Merlia Velline, si Ratu kampus. Dan juga Alvaro Galendra seorang cowo cool. Gale tak pernah menyangka, dia bisa menjadi sangat bucin pada seorang cewe. Yaitu si Ratu Kampus...
![Eveline [END]](https://img.wattpad.com/cover/258932724-64-k893872.jpg)