18. Egois

170 5 0
                                        

Happy reading!

****

H-2 LOMBA ANTAR UNIVERSITAS

Seperti biasa, kelas pagi Eline berakhir pada pukul 10. Dan jam beginilah, perutnya terasa sangat lapar. Bahkan rasanya dia ingin makan orang sekarang.

Tapi, Eva katanya sedang malas untuk ke kantin. Gadis itu merengek katanya perutnya sakit karena datang bulan.

Dan akhirnya Eline yang merupakan teman bangsat pun malah memilih untuk pergi sendiri, daripada menolong Eva.

Saat sedang berjalan sendiri, tiba tiba seseorang nongol membuat jantungnya terdiam sejenak. Kaget.

"Astagfirullah" gumam Eline sambil memegang dadanya.

"Hahah kaget ya," itu Rio, Rio datang sambil terkekeh.

"Apaan sih kak, Lo kok gitu banget" ucap Eline, jujur saja sedikit risih sih.

"Ya maaf, mau kemana?" Rio menjajarkan jalan nya dengan Eline. Jika dilihat, mereka cocok juga untuk menjadi pasangan.

"Ke kantin" jawab Eline setengah ogah ogahan.

"Mau gue temenin?" Tawar Rio dengan senang hati, cowo itu memamerkan senyumnya yang bisa bikin diabetes. Tapi tidak untuk Eline yang sudah kebal dengan hal seperti itu.

Eline hendak menjawab tidak, tapi mengingat dia sendirian dan itu sangatlah tidak elit untuk dirinya yang cantik ini. Ntar dikira cantik cantik jomblo, iyeuhh. Tapi dia kan memang jomblo bukan?.

"Oke deh kak, gue sendiri juga" kata Eline.

"Oke" mereka pun lantas berjalan bersama menuju kantin. Seperti biasa, pada jam pertukaran kantin ini terlihat lebih rame dari jam jama biasanya. Tapi kali ini tidak terlalu, mungkin ada yang memilih langsung pulang, mengingat ini tanggal tua.

Saat memasuki kantin, mata Eline tertuju pada meja pojok yang diduduki oleh Gale, Tifa, Nino dan Ali. Mereka sempat terlibat kontak mata, alias pandang pandang an. Namun Eline dengan segera mengakhirinya, dia lantas duduk di tempat biasa. Letaknya bagian pojok lainnya.

"Mau makan apa?" Tanya Rio.

"gue mie pedes aja kak" kata Eline. Entah kenapa mood makannya hilang, ketika tadi melihat Gale dan Tifa suap suap an. Ya benar, mereka melakukan itu. Bahkan setelah membuat Eline hilang harga diri karena terbaper baper.

Rio menyerit heran, "Lo kok makan mie pedes terus? Apa gak perih?" Tanya Rio.

"Udah biasa kak, gapapa" ujar Eline.

"Sama chicken mau?" Tanya Rio lagi.

Eline pun mengangguk, enak juga jika makan mie pedas ditemani ayam goreng.

Rio pun beranjak untuk memesan, setelah itu kembali ke meja lagi.

Eline memperhatikan Rio yang sedang melihat ponselnya, matanya melotot tertuju pada luka yang ada disudut bibir cowo itu.

"Kak apa itu sakit?" Eline menunjuk luka yang dimaksud.

Rio mendongak, "oh enggak kok", jawabnya.

Eline mendengus, "gue tau kak, itu pasti sakit. Itu karna gue, sory ya."

"Hei, gue gak apa apa" ucap Rio melihat perubahan wajah Eline.

"Sebagai gantinya, gue yang traktir Lo kak. Gimana?" Tanya Eline antusias.

"Eng-" Rio hendak menjawab tidak, tapi melihat raut wajah Eline yang hampir kecewa pun akhirnya mengangguk.

Eveline [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang