Happy reading!
*****
terkadang, orang yang paling dekat dengan kita, adalah orang yang paling berbahaya untuk diri kita.
*****
Reza mengklik tombol kirim pada email seseorang, dia mengirimkan sesuatu. Ini masih pukul 8 malam, jadi seperti nya tidak apa jika mengirimnya.
"Sudah dikirim?"
Reza menoleh, terlihat Aya datang berjalan ke arahnya. Reza pun mengangguk mengiyakan ucapan Aya.
"Seperti nya, pertemuan nya aja besok siang." Reza menjawab yakin.
"Kenapa begitu? Bukannya tidak begitu akrab?" Aya bertanya heran.
Reza menyunggingkan senyum nya,"pasti orang tua Gale juga mempunyai alasan khusus kenapa dia mau membantu Merlia group."
Aya berfikir sejenak,"benar juga, kenapa juga dia repot repot membantu."
"Yang penting, kita persiapkan saja dulu. Jangan memberi tahu Eline tentang ini, takutnya dia malah menolak," ujar Reza.
Aya mengangguk, "tapi ini bukannya seperti perjodohan gitu?" Tanya nya.
"Iya, semacam itu."
*****
Pagi hari ini, Evelin sudah siap untuk pergi. Kegiatannya hari ini adalah menghadiri sidang nya Mela dan Vira.
Setelah menghadiri sidang, Eline akan langsung ke Kampus. Dia menerima panggilan kembali dari ketua yayasan. Namun untuk masuk kembali, Eline masih memikirkannya.
"Mau kemana kamu?" Aya bertanya ketika melihat Eline turun dari tangga, berjalan ke arah dapur.
"Aku mau ke pengadilan, hari ini sidang nya orang yang membunuh itu, yang fitnah aku." Eline menjawab sambil duduk. Dia meraih susu putih dan roti bakar yang sudah disiapkan ibunya di meja.
"Oh gitu? Mama kayak nya gak bisa hadir disidang itu deh, padahal mama pengen lihat wajah pelakunya," ujar Aya.
Eline menyerit, "emang buat apa? Lagian gada apa apa."
"Pengen lihat aja, yang fitnah itu wajahnya lebih cantik atau enggak dari Putri mama ini, kok bisa bisa nya dia fitnah." Aya berujar sambil menghadap ke arah Eline.
Eline langsung terkekeh mendengarnya, "apaan sih mah, emang mama mau kemana emangnya?" tanya nya.
"Rahasia deh pokoknya," ujar Aya tersenyum tipis.
"Yaudah terserah mama aja, aku mau ke depan. Mungkin Gale udah jemput." Eline menghabiskan susu itu terlebih dahulu.
"Kayaknya anak mama sama Gale makin Deket aja nih." Aya menggoda membuat Eline sedikit malu.
"Apaan sih ma, dia kan yang bantu. Jadi dia ikut ke sidang nya," ujar Eline.
"Iya iya deh, hati hati ya."
KAMU SEDANG MEMBACA
Eveline [END]
RomanceTHE 2ND STORY : CHAPTER ONE 'EVELINE' NEW ADULT kisah cinta antara Eveline Merlia Velline, si Ratu kampus. Dan juga Alvaro Galendra seorang cowo cool. Gale tak pernah menyangka, dia bisa menjadi sangat bucin pada seorang cewe. Yaitu si Ratu Kampus...
![Eveline [END]](https://img.wattpad.com/cover/258932724-64-k893872.jpg)