24. Bukan gue pelakunya

220 4 0
                                        

Happy reading!


*****

Pertunjukan bisa dibilang sukses karena bisa memikat hati penonton nya. Gale dan Eline terlihat seperti pasangan beneran dan sangat cocok sekali.

Apalagi diakhir,Gale mencium bibir Eline beneran tanpa tipuan. Itu membuat Tifa yang sedang menonton gelisah sendiri.

Akhir dari pertunjukan mereka dihadiahi tepukan tangan yang sangat meriah, mereka sangat terhubung dan sangat suka dengan apa yang dipertunjukkan. Mungkin karena Gale dan Eline.

Tepat setelah tirai panggung tertutup, Tifa mendapatkan notifikasi dari whatsApp. Segera Tifa membukanya, ternyata dari Gale.

<GALE

Syg, tadi aku menang basket. Kamu gak mau ucapin selamat ke aku? Aku tunggu di samping toilet lantai 1 ya.

Tifa mengembangkan senyumnya ketika membaca pesan itu, segera Tifa beranjak untuk menuju tempat tersebut.


*****

"Huh, lega juga" Eline baru saja mengeluarkan semua isi perutnya itu. Entahlah Eline tak tau kenapa perutnya bisa sangat sakit.

Setelah cuci tangan, Eline segera kleuar dari toilet. Mengingat beberapa menit lagi pengumuman pemenang lomba yang akan mendapatkan trophy, dan penghargaan lainnya.

Tepat setelah Eline keluar dari toilet dan sudah sedikit jauh, Tifa tiba ditempat itu. Dia sedikit bingung ketika tak mendapati siapapun.

"Gale mana ya" gumam Tifa melihat sekelilingnya.

"Ke toilet dulu kali ya" Tifa pun segera masuk ke dalam toilet, dia membersihkan tangannya. Namun juga merasa ingin buang air, Maka dia pun memasuki salah satu bilik.

Sedangkan diluar toilet Mela tersenyum melihat nya, begitu juga Nessa yang memiringkan senyum nya.

"Saat nya beroperasi" ujar Mela dengan smrik diwajahnya.

Mereka bertiga lantas masuk ke dalam toilet, tak lupa mengunci pintu utama terlebih dahulu.

"Dia didalam itu" bisik Nessa saat melihat salah satu bilik tertutup.

Mela pun segera mendobrak pintu itu, dia lantas segera mengarahkan benda tajam yang dibawa nya, kearah Tifa yang terlihat kaget.

******

Dilain tempat, Gale bingung karena tak melihat gadisnya. Siapa lagi kalau bukan Tifa. Gale tak mengerti kenapa gadis itu tak terlihat, setahu dia semua mahasiswa harus datang ke lomba ini.

"Lo lihat Tifa gak?" Tanya Gale pada Nino yang bermain game disampingnya.

"Tadi gue sempet lihat sih didepan kampus, tapi gak tau sekarang" jawab Nino.

"Oh gitu," Gale pun hanya menganggukkan kepala.

"Lo Ali? Tau ga?" Tanyanya pada Ali.

"Gak tau, gak lihat" Ali terlihat fokus pada makanan nya, sepertinya dia tidak makan selama satu abad. Makanya makan sangat lahap sekali.

Eveline [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang