Happy reading!
******
Syila memasuki gedung Merlia Group dengan tersenyum sambil menyapa karyawan yang bekerja.
Selama menjadi CEO, Syila bersikap baik walau sering marah pada karyawan atau bawahannya.
Syila langsung menuju ruang rapat setelah itu, disana sudah banyak ceo dari perusahaan lain, yang tergabung dalam Merlia Group, maupun yang tidak bergabung. Mereka memberikan dukungan penuh, pada produk baru yang akan diluncurkan oleh Merlia Group.
"Selamat pagi semua nya." Syila memberikan salam pembuka.
"Selamat pagi." Semua nya pun menyahut.
"Baik, saya ucapkan terima kasih, karena sudah menghadiri rapat ini." Syila lantas berbalik badan, menghadap ke arah layar proyektor yang menampilkan bentuk kalung yang akan menjadi produk baru Merlia Group.
Syila kembali menghadap ke arah audiens, "di sini, saya akan menjelaskan secara rinci tentang kalung ini. Jadi, mohon di simak baik baik."
"Kalung ini dibuat khusus dan di desain oleh team kami, dibuat dari emas murni dengan bandul yang sangat cantik, dan juga sangat mengkilap." Syila menjelaskan.
Saat rapat sedang berlangsung, salah satu sekertaris masuk ke dalam ruangan dan membisikkan sesuatu pada salah satu ceo, dan membisikkan nya juga pada yang lain.
Raut wajah mereka terlihat heran, dahi nya berkerut bertanda tanya.
Lain dengan Syila yang langsung menghentikan ucapannya, saat melihat ke aneh an. Tak lama, sekertaris nya masuk dan membisikkan sesuatu.
"Maaf Bu, tiba tiba ada sebuah artikel menuliskan sesuatu hal buruk tentang Bu Syila." Bisiknya.
Mata Syila melebar, "apa itu?"
Sekertaris nya pun mengambil ponsel, dan memperlihatkan nya pada Syila membuat Syila terkejut.
CEO MERLIA GROUP, REZA DAN JUGA ISTERINYA AYA, SUDAH SATU TAHUN MENINGGAL. Kematian nya masih menjadi tanda tanya bagi seluruh kalangan. Namun yang lebih mengejutkan, Merlia Group langsung meraih kesuksesan yang sangat pesat setelah dipimpin oleh adik dari Aya yaitu Syila.
Ini sangat mengejutkan, mengingat Syila yang dulunya sama sekali tak mempunyai hak atas Merlia Group, dan tiba tiba menjadi Ceo.
Hal ini diperkuat dengan hilangnya Putri semata wayang mereka, Eveline.
Apakah benar benar Syila, CEO merlia Group yang sekarang, pembunuh Reza dan juga Aya? Atau juga dalang dibalik menghilangnya Eveline?
Mata Syila melotot membaca artikel itu, "berani nya..siapa yang membuat artikel ini?!" Syila menggeram lirih, karena masih ada banyak orang.
"Ini merupakan terbitan media dari Galendra Group."
Jawaban sekertaris nya, membuat Syila geram. Syila pun menutup matanya sejenak, lalu tersenyum terpaksa ke arah orang orang yang menatap penuh tanya ke arahnya.
"Maaf, seperti nya disini ad-"
Syila belum sempat menyelesaikan ucapannya, namun pintu lebih dulu terbuka karena terjangan dari para reporter dan juga dari media.
Mata Syila terbelak melihatnya, karena jumlahnya sangat banyak membuat keamanan kalah telak. Mereka langsung mengerumuni Syila, membuat wanita itu panik.
"Huh, saya pikir dia orang baik."
"Saya menyesal karena sudah mau bekerja sama, untung belum berlanjut."
KAMU SEDANG MEMBACA
Eveline [END]
RomanceTHE 2ND STORY : CHAPTER ONE 'EVELINE' NEW ADULT kisah cinta antara Eveline Merlia Velline, si Ratu kampus. Dan juga Alvaro Galendra seorang cowo cool. Gale tak pernah menyangka, dia bisa menjadi sangat bucin pada seorang cewe. Yaitu si Ratu Kampus...
![Eveline [END]](https://img.wattpad.com/cover/258932724-64-k893872.jpg)