Happy reading!
******
Gale sedang mencari Eline ke seluruh penjuru ruangan, mulai dari ruangan yang ada dilantai satu sampai lantai tiga rumah Eveline.
Tanpa rasa lelah atau pun letih, walau keringat sudah mulai menetes karena berlarian. Gale tetap semangat untuk menemukan Eline.
Namun hasilnya tetep nihil, dia belum menemukan siapapun sejauh ini. Namun tiba tiba dia mendengar suara pecahan sesuatu yang berasal dari lantai satu.
"Siapa itu." Gale bergumam terlebih dahulu.
Kemudian, langsung saja Gale berlari untuk melihat apa yang terjadi.
Dan ketika sampai di tangga terakhir, mata Gale berbinar ketika melihat seorang gadis cantik sedang berdiri dengan tatapan polos melihat ke arah lain.
Tak dapat dipungkiri, senyuman lebar langsung muncul di wajah Gale. Wajahnya yang berkeringat terlihat sumringah dan bugar karena senang.
Tanpa berbasa basi pun, Gale langsung berlari dan memeluk gadis itu dari belakang.
"Akhirnya kita bertemu lagi." Gale berucap dengan nafas yang berderu.
Lain dengan Eline yang langsung melepaskan pelukan itu, namun bukan Gale namanya kalau ikut melepaskan, dia malah tambah mempererat pelukannya itu.
"Bisa diem? Gue masih kangen sama Lo." Bisikan Gale membuat bulu kuduk Eline merinding seketika.
Karena sudah tak tahan lagi, Eline melepaskan tangan Gale dari pinggangnya. Matanya melotot ke arah Gale.
"Lo apa apaan sih!" Seru Eline pada Gale yang malah menyengir.
"Namanya juga kangen," sahut Gale.
Eline tak mengindahkannya, "ngapain Lo kesini." Dia berujar dengan menghadap ke arah lain.
Gale tersenyum, dia lantas memegang satu tangan Eline. "Gue cariin Lo, gaboleh hm?"
Seketika Eline melotot dan menarik tangannya, "suruh siapa pegang pegang!"
"Galak banget, gue kangen nih. Satu tahun lho kita gak ketemu," ujar Gale, sambil mengedipkan matanya ke arah Eline genit.
"Tapi gue gak suka!" Bantah Eline.
"Terus? Gue gak peduli. Apa Lo gak sayang sama temen temen Lo yang cariin Lo?" Tanya Gale balik.
"Mereka tiap hari berharap Lo muncul lagi lho, dan Lo? Malah seenaknya ngomong kaya gini." Gale berujar dengan menatap datar ke arah Eline yang matanya mulai berkaca kaca.
"Lo gak tau kan gimana Eva sekarang? Dia sekarang jadi pendiam. Dia sering banget diam, bahkan Rizka sudah sering menghiburnya, tapi tetep aja gak mempan." Gale melanjutkan ucapannya, berharap Eline mengetahui tentang hal itu.
Namun, Eline berusaha untuk tidak mendengarkan itu. Karena itu hanya akan tambah membuat nya bertambah bersalah.
"Gue gak peduli, gue gak mau ngerepotin mereka." Eline menghalau air matanya yang akan jatuh dengan jari tangannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Eveline [END]
RomanceTHE 2ND STORY : CHAPTER ONE 'EVELINE' NEW ADULT kisah cinta antara Eveline Merlia Velline, si Ratu kampus. Dan juga Alvaro Galendra seorang cowo cool. Gale tak pernah menyangka, dia bisa menjadi sangat bucin pada seorang cewe. Yaitu si Ratu Kampus...
![Eveline [END]](https://img.wattpad.com/cover/258932724-64-k893872.jpg)