(Belum di revisi)
Apa yang kalian pikirkan tentang Rumah
sakit jiwa mungkin kalian pikir itu adalah tempat penampungan orang gila? Iya itu benar aku gak nyalahin kok pemikiran kalian tentang rumah sakit jiwa tapi gak semua orang yang ada di rumah...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
MAAF JiKA MASIH BANYAK TYPO YANG BERTEBARAN AUTHOR AKAN MEMPERBAIKI NYA JIKA SUDAH FINISH ATAU END⚠️
》》》》》》》》《《《《《《《《《
Natta dan Raska sudah berada meja makan dan bersiap untuk sarapan sebenarnya waktu sarapan mereka sudah terlewat satu setengah jam yang lalu.
"Natta gimana tidur nya nyenyak" Rania bertanya.
"Nyenyak kok tan" Natta menjawabnya dengan senyuman manis.
"Jangan panggil tante lagi ya panggil mama aja biar sama kayak Raska"
"Iya ma" Natta sedikit canggung dengan panggilan baru nya kepada Rania.
Di meja makan itu hanya Rania dan Natta yang berbicara sedangkan Raska hanya diam dan menyimak.
Setelah selesai makan Natta dan Raska pamit kembali ke atas kepada Rania "ma aku sama Raska ke atas dulu ya" Natta merasa tidak enak padahal dirinya baru saja turun dan kini sudah ingin kembali lagi keatas.
"Iya mama juga mau ke butik"
Kini mereka berdua sudah berada di kamar Raska " pokoknya aku sekamar sama kamu"
"Ya gak bisa gitu ding aku juga mau punya kamar sendiri" Natta merasa dirinya mempunyai privasi dengan cara memiliki kamar sendiri.
"Gak" Raska tetap kekeh dengan pendirian nya.
"Kenapa sih kamar kita sebelahan"
"Enggak nanti kamu pergi lagi"
"Ya ampun Raska aku gak akan pergi udah berapa kali aku bilang" Natta gemas sendiri dengan Raska sudah jelas dirinya akan tinggal di rumah ini.
"Aku gak peduli aku mau kita tetep sekamar" dasar keras kepala Natta bingung harus menjelaskan bagai mana lagi jika dirinya tidak akan pergi.
"Huhh ya udah iya" Natta lebih milih mengalah dari pada harus berdebat dengan Raska.
Natta dan Raska duduk di atas ranjang dengansaking berhadapan "Sekarang kita bikin kesepakatan"
"Buat?"
"Ya buat atur waktu kamu sama Al biar nanti gak berebutan" benar juga yang Natta bilang ia dan Al harus membuat kesepakatan.
"Ya udah terserah kamu"
"Mulai nya hari senin ya kalo sekarang ganti gantian aja sama Al satu hari"
"Maksudnya?" Raska tidak paham apa yang di maksud Natta.
"Sekarang kan hari rabu satu hari ini full kamu tapi nanti jam dua belas malam kamu tukeran sama Al nanti Al juga kaya gitu. Adil kan" Natta menjelaskan kepada Raska.