(Belum di revisi)
Apa yang kalian pikirkan tentang Rumah
sakit jiwa mungkin kalian pikir itu adalah tempat penampungan orang gila? Iya itu benar aku gak nyalahin kok pemikiran kalian tentang rumah sakit jiwa tapi gak semua orang yang ada di rumah...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
MAAF JiKA MASIH BANYAK TYPO YANG BERTEBARAN AUTHOR AKAN MEMPERBAIKI NYA JIKA SUDAH FINISH ATAU END⚠️
》》》》》》》》《《《《《《《《《
"Sayang" Raska sudah mencari Natta di kamar mereka tapi ia tak menemukan wanita itu.
Raska berjalan ke arah kamar anak mereka yang bernuansa abu-putih. Natta tidak ada di dalam sana.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Raska kembali melangkah kan kaki nya untuk melanjutkan mencari sang istri.
Raska masuk ke dalam dapur tapi Natta tidak ada di dalam nya, karena tidak bisa menemukan Natta di dalam rumah Raska cemas, gelisah dan takut wanita itu pergi. Raska benar benar takut Natta pergi, kemana pun itu, setidak nya ia tahu Natta akan pergi ke mana tidak seperti sekarang.
"Natta!" Raska berteriak kencang di dalam rumah.
Bagaikan rumah kosong, tidak ada yang menjawab, yang di panggil tidak terlihat batang hidung nya. Raska berlari kembali ke kamar nya dia bergerak mengambil kaus asal di dalam lemari dan bergegas turun kebawah.
Raska berlari ke luar rumah. "Ah anjing!" Raska kembali masuk ke dalam rumah dan mengambil kunci mobil yang tertinggal.
Raska masuk ke dalam mobil dengan tergesa gesa, dia harus segera menemukan Natta.
"Woi buka!" Raska berteriak pada penjaga di depan gerbang.
Penjaga yang mendengar suara tuan nya langsung cepat melaksanakan perintah nya.
Raska menjalankan mobil nya tanpa arah, entah lah ia ingin mencari Natta ke mana. Mungkin ke rumah teman teman nya siapa tahu Natta ada disana.
Natta yang selesai menyiram bunga di halaman belakang, menatap bingung mobil putih milik suami nya yang berjalan ke luar rumah. Mau ke mana Raska jam segini, ini masih terlalu pagi untuk berangkat ke kantor terlebih lagi suami nya tidak bilang apa apa pada nya.
Karena letak halaman rumah yang luas dan lumayan jauh dari rumah. Natta tidak bisa mendengar teriakan Raska dari dalam rumah.
Natta masuk ke dalam rumah dan mencuci tangan nya, dia akan pergi ke tukang sayur keliling yang biasa lewat di dekat rumah nya.