(Belum di revisi)
Apa yang kalian pikirkan tentang Rumah
sakit jiwa mungkin kalian pikir itu adalah tempat penampungan orang gila? Iya itu benar aku gak nyalahin kok pemikiran kalian tentang rumah sakit jiwa tapi gak semua orang yang ada di rumah...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
MAAF JiKA MASIH BANYAK TYPO YANG BERTEBARAN AUTHOR AKAN MEMPERBAIKI NYA JIKA SUDAH FINISH ATAU END⚠️
》》》》》》》》《《《《《《《《《
Pagi ini Natta terbangun karena merasa tidur nya terusik oleh beberapa orang yang masuk kedalam kamar nya. Tunggu orang? Masuk Ke dalam kamar nya? Natta menyibak selimut dan melihat ke sekeliling kamar yang sudah di penuhi alat rias dan beberap gaun pernikahan. Siapa yang akan menikah?
"Nona sudah bangun" tanya salah satu asisten penata rias.
"Hah?" Natta yang belum sadar sepenuh nya hanya bisa memandang bingung ke arah wanita yang berdiri di samping ranjang sambil memegang sebuah handuk.
"Mau langsung mandi atau sarapan terlebih dahulu" lagi lagi wanita itu bertanya pada Natta.
"Mandi aja iya mandi" Natta dengan muka polos nya menganggukan kepala nya dan mengambil handuk yang di pegang wanita itu lalu berlari ke dalam kamar mandi.
"Siapa yang mau nikah? Kenapa di dalam kamar gue" Natta berbicara pada dirinya sendiri lantaran masih bingung dengan situasi yang sekarang terjadi.
Natta keluar sambil menggosokkan rambut nya dengan handuk kecil. Di atas meja, sudah banyak tersusun berbagai macam makanan ke sukaan nya mulai dari cimol, hotang, mie rendang, pempek, ayam semur, udang tepung, kepiting saus padang, dan susu kotak rasa stroberi.
Natta menelan ludah nya kasar, berjalan cepat ke arah sofa dan duduk di sana. "Silahkan di makan nona"
Natta mengangguk dan memakan kepiting saus padang kerena menurut nya itu yang paling menggoda. Sebelah tangan Natta mengambil cimol dan kentang lalu memakan nya tanpa perduli jika di mulut nya masih penuh dengan daging kepiting yang tebal.
Perias pengantin yang di bayar untuk mendandani Natta merapikan kembali gaun pengantin yang ada di mannequin. Di kamar Natta dan Raska tersedia lebih dari dua gaun, sengaja agar Natta bisa memilih nya sendiri.
Natta menghabiskan waktu tiga puluh lima menit untuk memakan semua makanan yang ada di meja tanpa tersisa.
"Gila kenyang banget" Natta mengusap perut nya yang sedikit membuncit, menyantap semua hidangan yang tersedia untuk nya membuat Natta lupa tentang kejadian janggal yang terjadi di dalam kamar nya.
"Kalian ngapain di sini, Raska mana" Natta baru ingat jika sedari tadi kekasih nya tidak ada di dalam kamar mereka.
"Tuan Raska menunggu anda di tempat acara nona" jelas salah satu wanita itu.
"Nona sudah siap untuk di rias"
"Aku?" Natta menunjuk dirinya sendiri.
"Iya nona"
"Buat acara apa?" Tanya Natta
"Anda akan segera melaksanakan pernikahan nona" jawaban wanita itu membuat Natta melebarkan mata nya, bahkan dirinya belum lulus sekolah menengah atas dan sekarang harus menikah.