🌻Arnaska 17🌻

88.6K 8.8K 450
                                        

MAAF JiKA MASIH BANYAK TYPO YANG BERTEBARAN AUTHOR AKAN MEMPERBAIKI NYA JIKA SUDAH FINISH ATAU END⚠️

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

MAAF JiKA MASIH BANYAK TYPO YANG BERTEBARAN AUTHOR AKAN MEMPERBAIKI NYA JIKA SUDAH FINISH ATAU END⚠️

》》》》》》》》《《《《《《《《《

Natta memampah tubuh besar Deero untuk membantunya keluar dari gedung tua ini. Natta mengeluarkan ponselnya untuk memberi pertanda kepada pak sopir agar segera melaksanakan rencana selanjutnya.

Pak sopir yang menerima tanda dari Natta segera menjalankan rencananya. Pertama pak sopir mengumpulkan batu batu kecil, dan berjalan ke arah kanan gedung, pak sopir melemparkan semua batu batu kecil yang ia temukan secara bersamaan membuat fokus kedua penjaga teralihkan dan pergi untuk mengecek. Hal itu yang di manfaatkan Natta untuk keluar dari gedung itu.

Pak sopir menghampiri Natta dan membantu membawa Deero kedalam mobil. Saat tubuh Deero sudah dimasukan ke dalam mobil beserta Natta, pak sopir segera memutar mobil untuk duduk di bangku kemudi dan menjalankan mobil untuk pergi dari tempat ini.

"Pak ada selimut?" Tanya Natta. Ia mencoba mencari benda yang bisa menutupi bagian tubuh atas Deero.

"Ada non di jok belakang" Natta langsung mencari selimut yang berada di jok belakang. Setelah menemukan nya Natta segera membungkus tubuh Deero dengan selimut.

"Kamu gak papa nanti sampe rumah luka nya langsung di obati ya" ucap Natta.

Deero hanya diam tapi genggaman tangan nya dengan Natta semakin mengetat.

"Pak ada air minum gak"

"Nih non" pas sopir memberikan botol minum yang tersedia di mobil.

"Makasih pak" Natta membantu Deero untuk meminum air, karena tangan lelaki  itu masih terluka.

"Udah" Natta mendapatkan anggukan sebagai jawaban.

"Sini" Natta menarik kepala Deero untuk bersandar di pundaknya tangan kiri nya mengelus rambut Deero mencoba membuat lelaki itu merasa nyaman.

Tangan Deero bergerak memeluk pinggang Natta dari arah samping, semakin menempel kan tubuh nya dengan gadisnya.

Entah sejak kapan Natta menjadi gadis nya Deero sendiri tidak tahu.

Mobil mereka berhenti di belakang rumah, pak sopir membantu Natta membawa tubuh Deero masuk kedakam rumah tanpa ke tahuan.

Cklek 

Pintu kamar berhasil Natta buka. "Pak sini pak cepet" Natta membuka pintu kamar dengan lebar membiarkan pak sopir masuk membawa Deero dan meletakan nya di atas kasur.

"Makasih ya pak"

"Sama sama non" pak sopir mengacungkan jari jempol nya pertanda setuju setelah itu pamit pergi.

"Kamu mandi dulu ya" ucap Natta sembari mengambil handuk yang berada di dalam lemari dan menyerahkan nya ke Deero.

Deero menurutinya dan segera pergi ke arah kamar mandi untuk membersihkan diri. Selepas kepergian Deero ke kamar mandi Natta mempersiapkan baju ganti  untuk di pakai lelaki itu.

ARNASKA (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang