(Belum di revisi)
Apa yang kalian pikirkan tentang Rumah
sakit jiwa mungkin kalian pikir itu adalah tempat penampungan orang gila? Iya itu benar aku gak nyalahin kok pemikiran kalian tentang rumah sakit jiwa tapi gak semua orang yang ada di rumah...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
MAAF JiKA MASIH BANYAK TYPO YANG BERTEBARAN AUTHOR AKAN MEMPERBAIKI NYA JIKA SUDAH FINISH ATAU END⚠️
》》》》》》》》《《《《《《《《《
"Makan dulu ya" Raska berusaha membujuk Natta untuk makan gadis itu sudah sadar dari jam 11 siang tadi dan sekarang sudah jam tiga sore gadis itu masih belum mau makan apapun mau itu bubur atau nasi dan lauk.
"Enggak mau" Natta membuang muka kearah lain sejak ia membuka mata perut nya sudah terasa mual tidak ada sedikit pun rasa lapar yang ia rasakan.
"Tiga suap aja" Raska mengarahkan satu sendok bubur ke mulut Natta tapi gadis itu lagi lagi membuang muka nya.
"Ya udah mau makan apa"
"Enggak mau makan"
"Harus makan nanti maag nya kambuh"
"Aku gak nafsu Raska"
"Aku gak mau makan"
"Ya udah makan apel aja ya bubur nya gak usah" kali ini tawaran Raska di setujui Natta.
Gadis itu memakan apel dengan mengigit nya langsung padahal tadi Raska sudah menawar kan untuk memotong apel itu tapi Natta menolak nya.
Soal Risa kemarin gadis itu di usir pergi oleh Tasya, dia tidak menyukai Risa berada di sana bagi nya Risa hanya wanita ular yang ingin merebut kekasih orang lain.
Dokter yang kemarin menangani Natta masuk ke dalam kamar rawat Natta untuk memeriksa keadaan nya.
"Kamu diperbolehkan pulang setelah dua hari lagi di rawat di sini" kata dokter setelah selesai memeriksa.
Natta mengangguk antusias ia tidak akan berlama lama di dalam rumah sakit ini.
"Apa itu tidak terlalu cepat" tanya Raska, ia khawatir dengan keadaan Natta.
"Dua hari cukup pemulihan di rumah sakit setelah itu lanjut istirahat di rumah" ujar dokter dan pamit pergi.
🌻~🌻~🌻
Malam hari nya keadaan ruang rawat Natta sangat sunyi karena semua orang yang berada di sana sudah tertidur pulas. Tasya dan Reza sudah pergi lagi ke vila sejak tadi sore dan di sini hanya ada Salsa dan Deon bisa di bilang mereka bergantian menjaga Natta.
Kedua mata itu terbuka dia melihat ke sekitar. Aman, semua orang sudah tertidur pulas dia bangkit dan mengambil jaket berwarna hitam miliknya yang tergeletak di atas sofa. Tangan nya bergerak membuka pintu dengan perlahan berusaha keluar ruangan tanpa menimbulkan suara.
Bibir nya terangkat menampakan senyum miring dia berhasil keluar dari ruangan itu, kaki nya melangkah keluar gedung ini. Dia harus melakukan hal yang menyenangkan di luar sana sudah lama ia tidak melakukan nya, jadi ini lah waktu yang tepat untuk kembali melakukan nya.