(Belum di revisi)
Apa yang kalian pikirkan tentang Rumah
sakit jiwa mungkin kalian pikir itu adalah tempat penampungan orang gila? Iya itu benar aku gak nyalahin kok pemikiran kalian tentang rumah sakit jiwa tapi gak semua orang yang ada di rumah...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
MAAF JiKA MASIH BANYAK TYPO YANG BERTEBARAN AUTHOR AKAN MEMPERBAIKI NYA JIKA SUDAH FINISH ATAU END⚠️
》》》》》》》》《《《《《《《《《
Dari sepulang sekolah tadi siang Raska dan Natta sibuk berdebat. Sebenarnya masalah perdebatan mereka hanya sepele Natta yang ingin keluar bersama kedua teman nya dan Raska yang bersikeras tidak mengizinkan Natta pergi.
"Aku cuma sebentar Raska"
"Kalo enggak ya enggak Natta"
"Sampe jam 7 doang"
"Enggak di rumah aja"
Natta kesal dengan kekasih nya ini apa susah nya sih tinggal memberi izin dirinya pergi bersama Tasya dan Salsa lagi pula ia pulang tidak terlalu malam.
"Aku belum pernah jalan barang mereka, boleh ya" Natta membuat ekspresi seimut mungkin agar Raska luluh melihat nya.
"Enggak" Raska membuang pandangan nya ke arah lain dia tidak kuat melihat wajah imut Natta yang jarang terlihat.
"Ya ya boleh ya"
"Enggak"
Natta kicep mendengar nada suara Raska yang dingin dan datar jika sudah begini artinya dia tidak bisa membantah lagi.
Natta mengambil ponselnya dan menghubungi Tasya, mengatakan jika dirinya tidak bisa ikut bersama mereka berdua.
Setelah sambungan telefon terputus Natta merebahkan dirinya di atas ranjang sebenarnya dia ingin sekali pergi bersama kedua teman nya dari pada singa di samping nya ngamuk Natta lebih milih mengalah.
Raska melihat gadis nya berbaring di atas ranjang ada rasa tidak tega melihat wajah pasrah gadis nya tapi mau gimana lagi dia tidak ingin gadis nya pergi tanpa dirinya dan menjadi pusat perhatian pria lain di luar sana.
"Maaf" Raska memeluk Natta sambil ikut berbaring di samping nya.
"Hm" Natta hanya bergumam, ia sedikit kesal dengan Raska jadi tidak.
"Kamu marah?" Raska berbisik di samping telinga Natta.
"Enggak" Natta merinding mendengar suara Raska yang sangat dekat dengan nya bahkan hembusan nafas pria itu menggelitik di sekitar telinga nya.
"Bohong"
"Aku gak marah" ujar Natta kini tangan nya mulai mengusap lembut rambut Raska.
Raska memejamkan mata nya menikmati usapan lembut yang Natta berikan.
Natta baru ingat jika tadi siang ia berjanji akan memukul pria ini.
PLAK.
"Aduh"
"Kok mukul"
"Baru juga keluar udah kena geplak aja" Al mengusap kepala nya yang terkena pukulan Natta padahal ia baru saja membuka mata.