🌻EKSTRA PART🌻

42.7K 2.7K 50
                                        

MAAF JiKA MASIH BANYAK TYPO YANG BERTEBARAN AUTHOR AKAN MEMPERBAIKI NYA JIKA SUDAH FINISH ATAU END⚠️

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

MAAF JiKA MASIH BANYAK TYPO YANG
BERTEBARAN AUTHOR AKAN MEMPERBAIKI NYA JIKA SUDAH FINISH ATAU END⚠️

》》》》》》》》《《《《《《《《《

"Kamu gak bangun, hari ini kamu ke kantor kan" Natta membaringkan tubuh nya menghadap sang suami yang masih tertidur pulas.

"Aku males yang" bukan nya bangun Deero malah merapatkan tubuh nya ke Natta dan memeluk wanita itu.

"Kalo kamu males kerja kita makan apa? Cepet bangun!" Natta mencoba melepaskan pelukan nya.

Dari sekian banyak nya sikap buruk Deero yang sampai sekarang tidak bisa di ubah adalah malas. Pria itu sangat malas pergi bekerja dia hanya ingin menghabiskan waktu bersama keluarga nya terutama Natta.

"Lima menit lagi" rasa nya tubuh Deero sudah menempel dengan ranjang sangat erat dia terlalu malas dan bersiap pergi ke kantor.

"Gak ada lima menit, lima menit cepet bangun sekarang!" Natta mendorong Deero kasar dan segera bangkit dari kasur.

"Iya iya" Deero merubah posisi nya menjadi duduk dan menatap Natta sinis.

"Apa!" Dipikir Natta takut dengan tampang Deero yang seperti itu.

"Ishh kamu mah" dengan bibir yang di maju kan beberapa senti Deero menyibak selimut yang ada pada tubuh nya lalu bangkit dan berjalan ke kamar mandi.

"Jangan lama lama! Hari ini pertama kali Dirka masuk sekolah!" Natta berteriak agar Deero mendengar ucapan nya dari luar kamar mandi.

"Siap sayang!"

Natta memilih untuk keluar kamar dia akan melihat keadaan anak bungsu nya apakah dia sudah siap atau belum.

"Sayang botol minum nya udah di masukin ke tas" Natta menghampiri kedua anak nya yang sedang bermain bersama.

"Udah dong Bunda" Dirka berucap dengan bangga.

"Pinter anak bunda" Natta mengusap puncak kepala Dirka dengan sayang.

Derka yang melihat hal itu tidak mau kalah dia juga menyodorkan kepala nya pada Natta untuk di usap. " Iya Derka juga pinter" Derka tersenyum senang karena bunda nya juga mengusap kepala nya.

Hanya Dirka yang bersekolah di sekolah umum, Derka tidak pergi bersekolah untuk saat ini dan kedepan nya mungkin Derka akan home schooling bersama guru yang mengajar bahasa isyarat untuk nya.

"Bunda kok Derka gak sekolah bareng aku" tanya Dirka.

"Untuk sekarang Derka belum bisa sekolah berang kamu, tapi pasti dia bakal sekolah bareng kamu" ucap Natta menjelaskan.

Natta selalu menjawab pertanyaan Dirka dengan hati hati dia takut salah kata dan membuat anak itu salah memahami apa yang ia maksud.

Dirka itu mirip dengan nya, banyak ingin tahu dan selalu bertanya hal yang tidak dia mengerti pada nya atau kepada Raska.

ARNASKA (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang