Mereka sudah sampai di markas, Alana berjalan mengikuti Arsenio dari belakang. Kedua nya masuk, kehadiran sang ketua langsung di sambut meriah. Suasana sangat ramai karena para anggota sedang berkumpul di sana. Bau asap rokok menusuk hidung Alana, bukan itu saja keadaan markas juga sangat teramat kotor. Banyak sampah dan putung rokok berserakan, kotak-kotak pizza yang menumpuk di pojok ruangan, kaleng-kaleng soda juga menumpuk di sana. Yang paling membuat Alana terkejut adalah banyak sekali botol-botol minuman keras yang berceceran, di bawah sofa ada, di atas nakas ada, di kolong meja juga ada, di tong sampah apalagi, di pojok-pojok ruangan juga banyak. Di sini benar-benar seperti neraka dunia. Mimpi apa semalam Alana bisa menginjakkan kaki nya di tempat seperti ini.
"Cewek lo bos?" tanya Gara-salah satu anggota, menghampiri kedua nya sambil melirik Alana. Arsenio tidak pernah membawa seorang cewek masuk ke dalam markas besar nya, setelah kejadian besar waktu itu. Tumben, pikir Gara.
"Dia ba-"
"GUYS! BAKAR-BAKAR IKAN GUYS!! MUMPUNG ARSEN BUAIK HATI NIH! NGASIH DUIT BANYAK, JADI GUE BISA BELANJA BANYAK!! GASSKUEN KE BELAKANG MARKAS, KITA MAKAN-MAKAN!!" Andro muncul dengan senyuman lebar, di tangan kanan nya membawa sekantung besar ikan segar, di tangan kiri nya membawa bumbu-bumbu dan beberapa buah juga satu renteng es dengan kantung terpisah. Suasana markas kembali heboh.
"WAH!! PAS DRO! DINGIN-DINGIN BAKAR-BAKAR IKAN YUHUU!! AYO GUYS SEMUA NYA BERDIRI KITA LANGSUNG KE BELAKANG! BAKAR-BAKAR IKAN! DI DUKUNG OLEH ABANG GUNTUR SI KUTU BADAK, AXEL SI SOK COOL, DAN SI TUKANG MAKAN ANDRO!! DI SPONSORI OLEH BOS DAN PACAR BARU NYA!! SEMOGA LANGGENG SAMPAI MAUT MEMISAHKAN!!" teriak Gara, dengan semangat.
"DIDIT LO NGGAK IKUT?"
"DIT, LO NGGAK PERLU BAKAR-BAKAR BIAR KITA-KITA AJA! LO DUDUK MANIS DI SITU SAMBIL KERJAIN PR KIMIA TADI, NANTI GUE NYONTEK!!" sahut Axel sambil menaikturunkan alis nya.
"Ya udah cepet sana! Gue laper nih!" respon Adit, dingin. Dia berjalan kemudian duduk di sofa, lalu mengeluarkan beberapa buku.
"BOS LANGGENG SELALU!!" teriak mereka serempak, kemudian langsung berhamburan untuk bakar-bakar ikan. Dasar kaum gratisan!.
"Lo bersihkan markas gue sekarang!" Perintah Arsen, galak. Alana hanya mengangguk pasrah. Lagi pula dia sudah menyetujui semua nya.
"Sen, jangan galak-galak sama pacar!" tegur Adit, yang mengamati kedua nya.
"GUE DAN DIA NGGAK PACARAN, NJING!" sentak Arsen. Adit hanya menyengir sambil menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal. Arsen lalu pergi menuju lantai dua, kamar nya ada di sana juga beberapa ruangan lain nya. Tapi, kamar itu jarang di pakai tidur.
"Sabar Lan. Si Arsen emang kayak gitu, tapi sebenarnya dia baik" kata Adit sambil menghitung angka-angka di buku nya.
"Iya kak, nggak apa-apa kok" Alana mulai mengambil sapu dan kantung besar untuk memungut sampah-sampah dan botol-botol minuman keras. Dia mulai membersihkan semua nya, markas STARES amat sangat kotor!.
Beberapa menit kemudian Arsen kembali sudah dengan pakaian santai nya. "Nih, pake! Ganti seragam lo, biar nggak kotor!" Arsen melemparkan celana training putih dan kaus hitam milik nya pada Alana. Gadis itu dengan sigap langsung menangkap nya.
"Kamar mandi ada di atas!" imbuh nya, langsung duduk di sebelah Adit. Mengeluarkan rokok lalu membakarnya.
***
Alana turun dari lantai dua, dia sudah mengganti baju nya. Kaos Arsenio, sedikit kebesaran saat di pakai nya. Bukan hanya kaos, celana training cowok itu juga kepanjangan saat di pakai Alana.
"Kak ini-"
"Jangan banyak omong! Cepat bersihkan markas gue! Lantai dua juga!"
"Iya macan galak,"
KAMU SEDANG MEMBACA
ARSENIO✔
Teen FictionArsenio Reygan Devantara. Arsenio, cowok nakal nan kejam dengan tatapan setajam macan, berandalan, tidak punya hati, dan seenaknya sendiri. Ketua geng Stares yang paling di segani. Tidak ada yang berani berurusan sama dia, kalo ada itu namanya cari...
