Akhir-akhir ini aku banyak pr, kerja kelompok, ulangan, dan praktikum-praktikum. Jadi, nggak ada waktu buat nulis kelanjutan cerita Arsenio.
Oke, cukup.
Happy Reading.
___
"Gue pulang dulu, habis ini cuci muka, cuci kaki, gosok gigi, baca doa terus tidur. Jangan bergadang ya, sayang" Arsenio mengacak rambut Alana, gemas.
Gadis itu tersenyum malu dengan pipi bersemu merah, karena tidak kuasa menahan gemas, dengan seenak jidad nya Arsenio mengecup sekilas pipi kanan Alana.
Alana refleks memukul kecil lengan cowok itu, dengan bibir mengerucut, sebal, "nggak sopan!"
Arsenio tersenyum geli, cowok itu menarik pinggang Alana. Jarak nya dengan gadis itu semakin terkikis. Kepala Arsenio menunduk untuk menatap gadis yang hanya setinggi dagu nya.
Arsenio mendekatkan wajah nya, Alana mencengkeram bahu Arsenio kuat, "ka-kamu mau ngapa--"
Satu tangan Arsenio menarik tengkuk kepala gadis itu dan membuat ucapan Alana terpotong saat itu juga. Arsenio memiringkan kepala nya, lalu mengecupnya dengan lembut. Alana mencoba mendorong bahu cowok itu, namun tenaga nya tidak mencukupi.
Detik berikut nya Arsenio menurunkan tangan nya, masih menatap Alana. Laki-laki itu kemudian mengusap bibir gadis itu, ia tersenyum melihat pipi Alana semakin merah. Manis sekali, pikirnya.
Alana gugup sekaligus malu, gadis itu menundukkan kepala nya tidak berani menatap Arsenio. Rasanya...seperti ada kupu-kupu berterbangan di dalam perut nya. Arsenio mengusap pipi kanan Alana.
"Gak usah malu gitu, sayang"
"Kamu ngeselin! Kamu--"
Arsenio langsung menarik Alana ke dalam dekapan nya, mengelus punggung gadis itu dengan lembut, "stt. Gue sayang lo, Lan"
"Itu hal yang tidak senonoh kak!"
Arsenio menahan tawa nya mendengar perkataan polos dari Alana. Cowok itu mengeratkan pelukan nya, dia semakin tidak mau kehilangan gadis lucu yang selalu membuat nya tertawa geli.
"Denger ya, Alana cantik. Peluk dan cium itu bukan termasuk hal yang tidak senonoh. Aku nggak akan melakukan hal yang lebih dari itu, oke?" Alana mengangguk samar. Arsenio mengendorkan pelukan nya, laki-laki itu mengganggam kedua tangan Alana.
"Aku sayang kamu, Lan. Tugas aku adalah menjaga kamu, menyayangi kamu, bukan merusak" Arsenio mengangkat tangan Alana dan mencium punggung tangan gadis itu.
Alana tersenyum malu, "kak Nio.."
"Aku pulang dulu ya"
"Iya, hati-hati" Arsenio mengecup sekilas kening Alana sebelum akhir nya dia meninggalkan halaman rumah gadis itu.
Alana berbalik memasuki rumah, jangan tanyakan suasana hati Alana saat ini. Karena hati gadis itu pasti sedang berbunga-bunga sebab perlakuan manis Arsenio.
Tangan kanan Alana terurur memegang gagang pintu rumah nya masih dengan senyuman yang melengkung di bibir. Namun suara keras yang mengejutkan membuat pergerakan tangan Alana terhenti. Sekujur tubuh Alana seketika menegang, suara keras itu...seperti ada mobil menabrak sesuatu.
BRAK!!
Alana menarik nafas panjang, "tenang Alana, i-itu ng-nggak mungkin--"
"Mbak Alana! Itu teman nya mbak kecelakaan!"
Deg!
Alana langsung berlari menghampiri salah satu tetangga nya tersebut. "Ya-yang pa-pake mobil putih pak?"
KAMU SEDANG MEMBACA
ARSENIO✔
Teen FictionArsenio Reygan Devantara. Arsenio, cowok nakal nan kejam dengan tatapan setajam macan, berandalan, tidak punya hati, dan seenaknya sendiri. Ketua geng Stares yang paling di segani. Tidak ada yang berani berurusan sama dia, kalo ada itu namanya cari...
