15. Goresan Luka.

5.8K 323 19
                                        

Arsenio menyeret cowok di cengkeraman nya kuat, dia menghempaskan cowok itu hingga punggung nya membentur lemari gudang sekolah. Bel pulang sekolah, berbunyi sejak 5 menit yang lalu.

Adit, Andro, dan Guntur mengikuti nya dari belakang, mereka tidak mau menghentikan kemarahan Arsenio, cowok itu sudah berani mengadu ke pak Junet soal perkelahilan di belakang sekolah. Dasar cowok lambe lamis!

Cowok berjaket hitam berlogo Macan itu dengan tulisan STARES GANG, melemparkan tas nya ke sembarang arah. Arsenio menarik kaos lawan nya, Aggam-cowok cerdas 12 IPA 2. "MAU LO SEBENARNYA APA SIH?! HAH!"

"LO PASTI SENGAJA ADUIN GUE KE PAK JUNET! IYA KAN?! NGAKU LO!"

Aggam, dia sedari tadi hanya diam. Membuat Arsenio semakin geram karena tingkah nya. Amarah dalam diri nya sudah berkecamuk jadi satu. "JAWAB ANJING!! BISU LO?!!"

"Kalo benar gue yang ngaduin, lo mau apa?" Aggam, baru membuka suara. Arsenio tertawa remeh, dia menatap penuh kebencian pada cowok di depan nya.

"Dasar tukang ngadu! Tukang adu domba! Itu sifat lo dari dulu! Lo nantangin gue, Gam! Mati lo!" Ujar Arsen, penuh penekanan. Cowok itu melayangkan pukulan maut nya tepat di perut Aggam.

BUGH!!

Aggam meringis, pukulan Arsenio tidak main-main dan jelas sangat menyakitkan. Denyutan nyeri langsung merambat kesekujur tubuh nya, cowok itu berusaha kuat untuk menutupi rasa malu nya.

"KENAPA? SAKIT?!"

"Segitu aja udah sakit! Lemah!" Cemooh Guntur, dia berdiri bersandar di tembok dengan tangan yang bersedekap di dada.

"Elah Sen! Cari lawan yang sebanding dong! Masa cowok kayak jelly begini lo ajak duel?! Gimana sih?!" decak Andro, sesekali menyesap rokok nya.

Aggam bangkit dari lantai gudang, dia melayangkan pukulan kepada Arsenio, mengenai rahang cowok itu. Arsen menoleh ke samping dan sedikit oleng, tapi dia masih tidak jatuh. Ketua STARES tersebut menyerigai, dia kemudian melayangkan tinjuan nya bertubi-tubi tanpa memberi Aggam jeda untuk membalas pukulan nya.

BUGH!!

BUGH!!

BUGH!!

"JANGAN PERNAH LO BERANI SAMA GUE, GAM! LO ITU COWOK LEMAH! CUPU! OTAK DOANG YANG MENANG! BELUM PUAS LO SELAMA INI HAH?!! SEKALI LAGI LO CARI GARA-GARA SAMA GUE! HABIS LO!!" ujar Arsenio, lantang. Dia mengambil tas nya. Lalu menyeru teman-teman nya untuk meninggalkan Aggam yang sudah tergeletak  tidak berdaya.

***

Sore itu, Arsenio akan menuju markas nya karena ada acara rapat dengan anak-anak GARIOS. Di tengah perjalanan, sebuah mobil hitam menghadang jalan nya. Cowok itu kenal persis siapa pemilik mobil hitam Avansa tersebut. Arsen melepas helm nya. Empat orang berbadan besar dengan pakaian yang sama keluar dari mobil tersebut. Di pintu depan keluarlah seorang pria paruh baya dengan setelan jas yang melekat rapi di badan nya.

Pria paruh baya itu mendekati Arsenio dengan tatapan membunuh. Yang di tatap hanya diam di tempat, Arsenio tau apa yang Aditomo perbuat pada dirinya, biarkan dia puas menyakiti nya. Sedari sebelum berita tersebut tersebar luas, Aditomo memang sudah tidak menyayangi nya lagi. Hubungan anak dan ayah itu kini hancur lebur.

BUGH!!
Satu tinjuan Aditomo meluncur keras ke wajah Arsenio, sudut bibirnya robek dan mengeluarkan darah. Cowok itu sudah tersungkur di aspal jalanan.

"DASAR ANAK KURANG DI AJAR!! TINDAKAN KAMU INI SUDAH MELAMPAUI BATAS!! KENAPA SIH DEVANTARA MASIH MEMBIARKAN HIDUP ANAK HARAM SEKALIGUS TIDAK BERGUNA SEPERTI KAMU?!! KALO SAYA JADI DEVANTARA SAYA AKAN BUNUH KAMU JAUH-JAUH HARI!!"

ARSENIO✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang