Alana membuka mata nya, remang-remang dia mulai melihat sekeliling nya, Get Well Soon tulisan besar yang terpajang di tembok, banyak obat yang rapi tertata di kotak etalase dan juga peralatan lain nya. Alana memegangi kepala nya yang masih lumayan sakit, dilihat nya jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 9.00 siang hari. Gadis itu mulai berhitung dalam hati, sudah 2 jam dia tidak sadarkan diri. Seingat nya tadi, dirinya sedang melaksanakan hukuman dari pak Memet-guru Sejarah.
15 lagi bel istirahat akan berbunyi, Alana mendudukkan diri nya, 'kenapa kepala ku bisa sakit begini ya?' batin nya. Gadis itu memijat pelipis nya. Hidung nya menangkap aroma bakso mang Kekep, Alana menoleh ke samping. Di atas nakas sudah tersedia bakso 1 mangkuk lengkap dengan teh hangat dan vitamin nya.
'Bakso ini dari siapa? Apa mungkin dari Liana? Pasti dari dia' batin Alana, senang. Perut nya sudah keroncongan dari tadi. Tanpa berpikir panjang, Alana langsung melahap bakso tersebut. 15 menit kemudian, bel berbunyi nyaring. Terdengar suara ricuh anak-anak yang berhamburan dari kelas menuju kantin biasa nya.
***
Ceklek,
Suara pintu terbuka, menampakkan Liana dengan wajah khawatir nya,"Ya Allah, Lan. Lo kok bisa pingsan sih? Gimana cerita nya coba?" dia langsung duduk di blankar sebelah sambil merenggangkan otot-otot nya.
"Aku udah nggak apa-apa kok, Li. Udah nggak usah khawatir. Oh iya, btw makasih ya bakso nya. Nanti aku ganti uang nya di rumah" kata Alana sambil tersenyum lebar.
Liana mengernyit, "bakso?" beo nya, tidak mengerti.
"Iya, ini bakso dari kamu kan? Makasih ya" Alana menunjuk mangkuk bakso yang sudah kosong juga teh hangat nya.
"Gue nggak beliin lo bakso, gue aja baru keluar kelas. Lo tau sendiri kan bagaimana pak Memet?"
"Terus, kalo bukan dari kamu, ini bakso dari siapa dong?" tanyanya bingung, Liana mengendikkan bahu nya. Alana mencoba mengingat sekuat tenaga. Tadi yang menolong nya, cowok berbaju olah raga dengan tag name Aggam Prasetyo-12 IPA 2. Alana sangat mengenal cowok itu, dia rekan lomba Olimpiade Fisika yang akan di adakan bulan depan. 'Apa mungkin kak Agam?' batin Alana masih berpikir.
Kruyuk,
Liana menyengir, sambil memegangi perut nya yang sudah berbunyi, "Lan, gue ke kantin dulu ya, nggak apa-apa kan?"
Alana tertawa kecil, "nggak apa-apa kok, oh ya sekalian ya Li, nitip ini nih mangkuk nya mang Kekep"
"Oke, nanti gue kesini lagi kok",
***
Bel pulang berbunyi nyaring, Alana sudah buru-buru membereskan buku-buku nya. "Li, kamu bisa pulang duluan, aku ada urursan bentar" kata Alana, tangan nya dengan cepat membereskan semua nya.
"Beneran nih, gue pulang duluan? Nanti lo sama siapa Lan?"
"Aku bisa naik angkot kok, kamu duluan aja" jawab Alana.
"Oke, gue duluan ya Lan. Lo hati-hati" kata Liana, berjalan keluar. Alana hanya mengangguk sebagai jawaban. Di tengah jalan, Alana kebelet pipis. Gadis itu berdecak kesal, dia mau tak mau harus kembali ke toilet.
Setelah selesai, Alana buru-buru berjalan keluar. Kalo terlambat sedetik saja bisa mampus dia. Namun, tiga orang cewek mendorong nya hingga masuk lagi ke dalam toilet. Alana jatuh duduk karena dorongan yang keras dari kedua cewek itu.
Salah satu cewek dari ketiga nya memdekat, dia berjongkok dan mencengkeram pipi Alana kuat, "Heh, adik kelas ganjen! Berani ya lo sok caper sama Arsen!" Katanya penuh amarah. Selina Gebrianti, Alana membaca tag name cewek itu. "Maksud kamu apa? Aku nggak caper kok"
"Halah! Jangan pura-pura bego! Tadi pagi lo pingsan terus di gendong Arsen itu apa?! Gue yakin lo cuma pura-pura pingsan! Iya kan?! Ngaku lo!"
'Bukan nya yang nolong aku itu kak Aggam? Kok bisa ganti jadi kak Nio? Brarti bakso itu dari tiger galak dong?' batin Alana, belum percaya. Macan kejam juga punya iba?
KAMU SEDANG MEMBACA
ARSENIO✔
Fiksi RemajaArsenio Reygan Devantara. Arsenio, cowok nakal nan kejam dengan tatapan setajam macan, berandalan, tidak punya hati, dan seenaknya sendiri. Ketua geng Stares yang paling di segani. Tidak ada yang berani berurusan sama dia, kalo ada itu namanya cari...
