42. She's Come Back.

4K 238 10
                                        

Seorang laki-laki berjaket kulit berdiri menghadap dua anak buah nya yang akhir-akhir ini ia perintahkan untuk mencari tau kabar terbaru mengenai Alana. Meskipun jarang bertemu, bukan berarti Albara melepas Alana begitu saja. Dia mengawasi Alana melalui dua mata-mata nya.

"Jadi gimana?"

"Akhir-akhir ini Alana banyak yang ngincar bos"

"Shit! Siapa?"

"Mereka orang-orang suruhan bos, tapi gue yakin tidak jauh-jauh dari musuh Arsenio. Karena mereka sudah resmi pacaran kemarin malam"

Albara terkejut mendengar itu, "apa? Pacaran?"

"Iya bos, gue lihat sendiri mereka jadian"

"Alex masih mengincar Alana bos, bahkan berkali-kali dia bertekat mencelakai Alana bos" ujar anak buah yang satu nya.

Kedua tangan Albara mengepal di sisi tubuh nya, "cari Alex sekarang! Bawa dia kehadapan gue!"

***

Setelah mengantar Alana pulang, Arsenio langsung menuju gedung tua. Cowok itu sudah mengerahkan seluruh anak buah nya untuk mencari Alex. Laki-laki berjaket kulit tersebut akan menghabisi Alex, hari ini juga.

Motor Arsenio memasuki gedung tua tersebut, para anak buah nya sudah berkumpul di sana. Seorang cowok dengan hoodie hitam telah terikat di ujung ruangan. Laki-laki itu melepas kacamata dan helm nya.

Arsenio langsung berdiri di depan seluruh anak buah nya yang berjumlah 75 orang. Masing-masing dari mereka memakai masker hitam. Arsenio menatap dingin seluruh anak buah nya. "Bubar lo semua! Banyak tugas yang harus kalian selesaikan"

"Siap bos!" Jawab mereka serempak dan langsung meninggalkan ruangan kosong gedung tua tersebut, menyisakan Arsenio dan Alex.

Arsenio menghampiri Alex yang terikat di pojok ruangan. Cowok itu mencengkeram rahang Alex kuat dan menatap nya tajam, "LO APAKAN ALANA KEMARIN, HAH?!"

"JAWAB GUE BANGSAT!"

Alex menyerigai, "bukan urusan lo!"

BUGH!

Satu tinjuan keras mengenai sudut bibir Alex, darah segar mengalir disana. Alex meringis kesakitan, jujur dia bukan lawan Arsenio. Laki-laki kejam itu mempunyai ilmu bela diri yang sangat tinggi.

Arsenio menarik tali yang mengikat tangan Alex hingga terlepas, dia langsung menarik kerah baju milik Alex dengan kasar. "LO PIKIR GUE GAK TAU?! GUE GAK SEBODOH ITU BRENGSEK!! SETELAH MEMUKULI ALANA! JANGAN HARAP LO BISA SELAMAT DARI GUE!"

Arsenio menyerigai, menampilkan aura yang sangat menakutkan, Alex meruntuki diri nya sendiri, dia bisa habis di gedung tua sialan ini, "HABIS LO, LEX!!"

BUGH!

BUGH!

BUGH!

Arsenio menghantam perut Alex beberapa kali, dia tidak memberi celah sedikit pun pada Alex untuk membalas serangan nya. Cowok itu memuntahkan darah dari mulut nya. Arsenio tidak perduli, laki-laki itu semakin gencar menghajar Alex.

BUGH!

"Lo gak akan bisa ngehabisin gue, Sen!" Alex berdiri dari lantai, laki-laki itu sukses meninju muka Arsenio.

Arsenio menggeram marah, dia mengejar Alex yang mencoba kabur dan kembali menghajar cowok itu dengan bringas.

BUGH!

BUGH!

BUGH!

"MATI LO BANCI!"

"CEWEK KAYAK ALANA GAK PANTAS HIDUP SEN!"

BUGH!!

BUGH!

Nafas Arsenio mengebu, kedua nya kini berkelahi di dalam gedung tua tersebut. Arsenio tidak melepaskan Alex begitu saja. Dia semakin gencar memukuli cowok itu walau sudah bersimbah darah.

Alex tergeletak di lantai gedung yang terasa dingin, wajah nya sudah tidak karuan karena pukulan keras yang di layangkan oleh Arsenio. Alex tertawa remeh, "gue akan lakukan apapun demi kebahagiaan cewek yang gue sayang Sen! Walau dengan menghabisi orang sekalipun!"

BUGH!

"SEKALI LAGI LO NYENTUH ALANA! MATI LO DI TANGAN GUE LEX!! PECUNDANG LO!"

***

Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta.

Seorang gadis berambut hitam lebat nan panjang, berkulit putih-mulus, lengkap dengan sweater yang melekat di badan nya, dan koper besar yang di seret nya, turun dari pesawat. Dia kembali ke Indonesia sejak dua tahun lama nya tinggal di Sidney-Australia.

Gadis itu melepaskan kaca mata hitamnya sambil menyugar rambutnya ke belakang, dia mengedarkan pandangan. Sungguh, jangan di tanyakan lagi betapa rindu nya pada tanah air tercinta nya, Indonesia.

Gadis itu terus berjalan, mencari supir yang katanya sudah sampai di bandara untuk menjemput nya, "non, mobil sudah siap, sok atuh mangga" seorang pria tua, sudah memapak gadis itu, dia lalu mengangguk dan mengikuti pak supir tersebut. Koper yang tadi nya di seret, kini sudah diambil alih oleh pak Kardi-supir nya.

Di dalam mobil, gadis tersebut menatap keluar jendela, Jakarta masih sama seperti dua tahun yang lalu, selalu menjadi kota terpadat dan sering banjir. Dia meringis teringat masa-masa terakhir harus meninggalkan negara kelahiran nya setelah kebakaran besar yang terjadi 2 tahun yang lalu. Gadis itu tahu pasti orang-orang di luaran sana sudah menganggap diri nya meninggal dunia. Tetapi ia masih bersyukur akhirnya hari ini, bisa kembali juga. Rasa rindu nya semakin besar pada teman-teman, keluarga nya yang ada di Indonesia, terutama pada sahabat laki-laki nya.

Papa dan mama nya masih tinggal di sana, seminggu lagi juga akan pulang tapi karena sudah rindu berat, akhirnya gadis cantik itu memilih pulang duluan ke Indonesia. "Sen, i'am come back. I'am miss you, Arsenio Regyan" ucap nya, pelan.

Dia Adinda Cantika, sahabat Arsenio sekaligus perempuan yang pertama kali menempati hati laki-laki itu, kini kembali lagi.

Dinda menatap foto Arsenio dalam layar ponsel nya, gadis itu sangat mencintai sahabat kecil nya itu. Perasaan yang terhalang jarak masih sama dengan yang dulu. Dinda tau betul bahwa Arsenio juga mempunyai perasaan yang sama pada nya.

Gadis itu mencium foto Arsenio, "are you ready to be my boyfriend, baby?" Dinda mengulum senyum penuh rindu, "aku sayang kamu, Arsenio"

Arsenio adalah seorang laki-laki yang dia cintai sejak lama. Cowok itu selalu ada untuk nya di saat senang maupun susah. Arsenio selalu menghibur Dinda jika dia sedih, Arsenio selalu ada untuk Dinda, tidak ada satu pun hari-hari Dinda tanpa kehadiran Arsenio. Persahabatan perempuan dan laki-laki mustahil jika tidak tumbuh perasaan saling sayang.

"Gue harap perasaan itu masih sama, kalo memang sudah berubah, gue akan buat perasaan itu kembali, bagaimana pun cara nya"

***

ARSENIO✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang