Alana merebahkan badan nya di kasur tipis milik nya. Gadis itu baru saja selesai mandi jam 21.30. Kerjaan di cafe sangat banyak, membuat Alana mengeluarkan banyak keringat. Mandi adalah salah satu cara untuk menghilangkan bau badan nya.
Alana tersenyum melihat Pino-kucing kesayangan nya tidur meringkuk di atas kasur karena kekenyangan makan. Gadis itu beralih duduk, lalu mengelus bulu Pino, "kamu tau nggak Pino? Ternyata kak Nio itu manja banget, dia juga narsis. Emang kamu pernah lihat ada macan yang manja?"
"Tapi dia itu lucu banget" Monolog Alana sambil memikirkan Arsenio, padahal mau tidur. Jatuh cinta memang rumit, setiap mau beraktivitas selalu kepikiran tentang dia.
Dring!
Satu notifikasi pesan masuk di ponsel Alana, gadis itu langsung membuka ponsel nya. Senyuman di bibir Alana merekah saat melihat pesan dari Arsenio.
Macan Galak<3
Keluar, gue ada di depan.
Alana.
Sekarang?
Macan Galak<3
Tahun depan!
Alana terkikik geli, gadis itu langsung keluar kedepan dan benar saja Arsenio sudah berdiri di depan pintu rumah nya. Namun, ada beberapa lebam di wajah nya, membuat senyuman Alana luntur, gadis itu langsung cemas. Dia memegang lebam di wajah Arsenio.
"Ini kenapa?"
Bukan nya menjawab, laki-laki itu langsung memeluk Alana erat. Ia menenggelamkan wajah nya di ceruk leher Alana. Gadis itu mengusap punggung Arsenio lembut.
"Kangen kucing sayang" ucap Arsenio, manja.
Alana tersenyum geli, "itu wajah nya di obati dulu"
"Bentar, bentar lagi. 20 menit lagi"
"Hah? Itu lama banget macan galak"
"Kamu belum makan?" tanya Arsenio masih dengan posisi yang sama. Alana menggeleng pelan sebagai jawaban.
"Kenapa? Nanti sakit siapa yang repot?"
Alana menarik nafas pelan, "maaf"
Arsenio menguraikan pelukan nya, "ayo makan"
"Tapi Arya-"
"Aman, percaya sama aku"
Gadis itu mengangguk sambil tersenyum, Arsenio melepas jaket nya dan memakai kan pada Alana, kini dia hanya kaus hitam yang melekat di badan nya. Alana hanya memakai kaus kuning polos dan training warna putih. Arsenio menahan tawa, karena jaket nya kebesaran saat di pakai Alana, menjadi kan gadis itu semakin lucu di mata nya.
"Lucu banget sih" Arsenio mencubit pipi Alana. Gadis itu mendengus kesal.
"Udah igh, aku mau nutup pintu dulu, biar nggak di masuki maling" Alana berbalik dan menutup pintu nya. Sedangkan Arsenio sibuk memandangi punggung gadis-nya. Rasa nyaman selalu tumbuh saat bersama Alana.
"Sadar diri, kamu juga maling" ujar Arsenio tiba-tiba.
Alana berbalik, menatap laki-laki di depan nya dengan alis berkerut, tidak mengerti.
"Iya maling, maling hatiku"
Gadis itu tertawa kecil, "Igh! Gombal garing! Geli aku, udah yuk keburu malem" Alana memukul kecil lengan Arsenio yang tertawa lepas.
"Keburu malam atau keburu laper?"
"Dua-dua nya, hehe"
Arsenio mengacak puncak kepala Alana, "Jangan pernah berubah, tetap jadi Alana yang gue kenal"
KAMU SEDANG MEMBACA
ARSENIO✔
Teen FictionArsenio Reygan Devantara. Arsenio, cowok nakal nan kejam dengan tatapan setajam macan, berandalan, tidak punya hati, dan seenaknya sendiri. Ketua geng Stares yang paling di segani. Tidak ada yang berani berurusan sama dia, kalo ada itu namanya cari...
