Hujan rintik-rintik membasahi bumi, seorang gadis mengkayuh sepeda nya, kencang. Dia sedikit menggigil karena udara dingin yang menusuk ke dalam tubuh nya. Angin membelai permukaan wajah nya, anak-anak rambut Alana sedikit berterbangan mengikuti arah angin. Tak sampai 15 menit, Alana sudah sampai di sekolah. Seragam yang di kenakan lumayan basah karena terkena gerimis.
Dring! Dring!
Alana membuka beberapa notifikasi chat yang masuk.
Macan Galak.
P
Pp
Pppp
Ppppppp
Ppp
Pp
Pp
Pp
Me
Dasar macan nyebelin!
Kenapa sih?
Macan Galak.
Gw tau lo udh dtng.
Ke rooftop skrng!
1 dtk trlmbt, mmpus lo!
Me.
Iya, iya sabar
***
Bruk!
"Mau kemana lo? Caper sama Arsenio di rooftop?" Selina berjalan mendekat pada Alana yang sudah tersungkur di lantai, setelah di dorong nya tadi. Singkat waktu, telah banyak siswa yang mengerumuni mereka.
Gadis itu berjongkok menyamai tinggi Alana lalu mencengkeram kuat pipi Alana, dia meringis kesakitan. "Gue kan udah bilang! Jangan deketin dia! Sebenernya lo itu bego atau gimana sih?! Cewek gak punya otak!"
"Lo itu seharusnya sadar diri, sadar posisi! Arsenio siapa, lo siapa! Paham lo?!"
"Sel cukup!" Seorang laki-laki menyingkirkan tangan Selina dari wajah Alana. Dia juga membantu Alana berdiri, yang tak lain ialah Aggam.
"Selain Arsenio, Aggam juga lo embat! Dasar cewek murahan!"
Plak!
"Jaga mulut kamu ya!"
Selina menggeram, dia mengepalkan kedua tangan nya di samping badan. "BERANI YA LO SAMA GUE!" Kedua tangan bebas nya akan menjambak rambut Alana, dengan cepat Aggam menghalanginya.
"Cukup Sel!"
Selina tersenyum miring, sok pahlawan padahal dia yang merencanakan! Batin gadis itu.
"Ikut gue Lan" Aggam menggandeng tangan Alana.
"Tapi kak-"
"Ikut Lan!"
Good job Gam! Gue suka akting lo! Selina menyerigai.
***
Ceklek.
"Lo terlambat sepuluh menit!" Seru Arsenio tanpa menoleh. Beberapa detik kemudian, laki-laki itu terkejut saat merasakan seseorang memeluk nya dari belakang. Ini bukan Alana.
Arsenio dengan cepat menghempaskan tangan orang tersebut. Laki-laki itu berbalik, ternyata dia Selina bukan Alana. Arsenio berdecak sebal, melihat wajah Selina membuat emosi nya naik kembali.
"Dimana Alana?" tanyanya, dingin.
"Ngapain sih lo cari Alana?! Dia itu sedang berduaan sama Aggam! Jangan ganggu napa?!"
Arsenio maju, satu tangan nya meyingkirkan Selina yang menghadang jalan nya. Laki-laki itu melangkah pergi mencari Alana.
"Brengsek" umpat nya kala melihat Alana duduk bersama Aggam di kantin. Arsenio menarik kerah seragam Aggam, detik itu juga dia melayangkan pukulan nya tepat menganai rahang laki-laki itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
ARSENIO✔
Fiksi RemajaArsenio Reygan Devantara. Arsenio, cowok nakal nan kejam dengan tatapan setajam macan, berandalan, tidak punya hati, dan seenaknya sendiri. Ketua geng Stares yang paling di segani. Tidak ada yang berani berurusan sama dia, kalo ada itu namanya cari...
