17. Penggempuran Markas

5.3K 287 8
                                        

Seluruh anggota STARES dan GARIOS tengah berkumpul, mereka akan mengadakan rapat membahas soal penggempuran markas PASGAR dan KUANSTA. Arsenio dan Gionandra kedua nya sudah mulai serius. Suasana menegang saat Arsenio membuka rapat nya.

"Oke, baik lah kita mulai saja. Penyerangan markas PASGAR dan KUANSTA akan di gencarkan pada waktu dekat ini. Gue sebagai ketua STARES menyetujui kapan pun waktu yang di tentukan" ujar nya, serius.

"Lebih cepat lebih baik, Sen!" Seru Andro sambil memakan roti goreng nya. Asep-salah satu anggota GARIOS menepuk dahi nya.

"Makan mulu lo, Ndro! Ini kita sedang rapat"

"Kalo gue nggak makan, bisa mati kelaparan gue, Sep!" Jawab Andro kesal, dia menjauhkan diri nya dari Asep, bosan mendengar cerita nya.

"Woy! Jangan ribut!" teriak Guntur.

"Kemarin, salah satu anak CAKRA di keroyok sama beberapa anak PASGAR. Tadi sore, Sergio anak buah gue juga di serang mereka tiba-tiba!" Ujar Gionandra, memahan amarah.

"Lucky emang brengsek! Pengecut! Main keroyokan! Dia harus di kasih pelajaran!" Ujar Arsenio geram. Cowok itu berdiri, "kita gempur markas mereka sekarang!"

Gionandra berdiri, "gue setuju! Malam ini juga mereka harus hancur! Kalian semua siap kan pasukan! Kita hancurkan markas PASGAR dan KUANSTA!"

Semua anggota bersiap, mereka keluar dari dalam markas STARES, masing-masing mengenakan jaket kebesaran nya. Berlogo macan dan singa. Arsenio dan Gionandra memimpin 500 anggota campuran GARIOS dan STARES di depan. Kedua anggota geng bermotor tersebut memenuhi jalan raya, membuat kemacetan yang panjang. Salah satu dari mereka membawa tongkat panjang yang terikat bendera bertuliskan STARES juga GARIOS.

***

21.30

Alana melepas apron nya, setelah berpamitan dengan kang Ekep, Alana langsung pulang dengan jalan kaki. Sepeda nya masih di markas Arsenio, menyebalkan memang. Perempuan itu bersenandung kecil sambil berjalan dan melihat kendaraan yang beralu lalang di jalan raya dengan tujuan masing-masing.

Melihat kue cubit di pinggir jalan, Alana berhenti sejenak. Ia teringat Arya-adik nya. Anak kelas 2 SD itu sangat menyukai kue cubit, dirinya pun juga. Dengan uang yang tersisa, Alana membeli kue tersebut.

Setelah selesai, gadis itu melanjutkan perjalanan pulang. Alana tersenyum melihat kue cubit di kantong bening nya, pasti Arya akan senang, pikir perempuan itu.

Langkah Alana terhenti, dia mengedarkan pandangan ke sekeliling nya. Jantung nya berpacu cepat ketika ekor mata nya menemukan seseorang laki-laki sedang mengikuti dan memantau nya.

Siapa lelaki itu? Kenapa dia ngikuti aku? Batin Alana, tanpa berpikir panjang karena sudah malam juga, gadis itu mempercepat langkah kaki nya supaya cepat sampai rumah. Sesekali ia menoleh ke belakang, laki-laki itu terus mengikuti nya. Entah siapa cowok itu.

Alana masuk ke gang kecil, menuju rumah nya. Tiba-tiba lengan nya di tarik kasar, gadis itu menoleh. "Mau apa kamu?! Lepaskan aku!" teriak Alana. Seperti pernah ketemu cowok itu, ia melirik logo jaket nya-CAKRA sama persis dengan jaket yang di kenakan Albara, dia pasti salah satu anggota bang Bara, pikir Alana.

"Lo lupa sama gue? Gue adalah cowok yang di hajar Arsenio waktu itu, di sini! Karena lo! Cewek miskin sok jual mahal! Gue Alex, lo ingat?! Gara-gara Arsenio bajingan gue masuk rumah sakit selama seminggu! Gue di sini mau balas dendam!" Alex mendorong tubuh Alana dengan kasar, hingga menabrak tembok di belakang nya.

Alana meringis kesakitan, merasakan nyeri di punggung nya. Alex maju, dia mencengkeram kuat pipi Alana, "lo kira, lo itu cakep hah?! Nggak! Jadi cewek jangan sok jual mahal! Apalagi sama gue!" Ujar Alex, penuh penekanan.

"Apa mau kamu?!" keringat di dahi Alana mulai bercucuran, takut. Sekujur tubuh nya bergetar, dia ingin menangis karena ketakutan. Harus kepada siapa dia minta tolong? Tidak ada orang di sini.

BUGH!!
Alex melayangkan pukulan nya tepat di pipi kiri Alana, kepala gadis itu terbentur tembok, darah segar mengalir di kedua lubang hidung nya. Tubuh Alana merosot ke bawah, dia terduduk lemas di tanah. Nyeri memenuhi wajah nya, tidak lebay memang, pukulan cowok itu sangat keras. Alana terisak, "ampun jangan pukul aku lagi" lirih nya, memohon.

"Dasar perempuan lemah! Cewek kayak lo pantas merasakan ini!" Alex menarik lengan Alana, kasar. Gadis itu berdiri terpaksa. Alex menyerigai, "lo harus merasakan apa yang gue rasakan!"

BUGH!!
Satu pukulan mengenai wajah Alana, sudut bibir gadis itu robek dan mengeluarkan darah. Alana tersungkur di tanah, dia sama sekali tidak mengerti caranya melawan atau pun menghindar. Dia hanya bisa pasrah dengan apa yang terjadi.

"Cih! Dasar cewek bodoh! Lo pikir, lo bisa lolos begitu saja dari gue waktu itu?! Bukan Alex nama nya kalo tidak balas dendam!" Alex terus menendang-nendang tubuh Alana yang sudah tergeletak tidak berdaya di tanah. Seragam nya kotor karena lumpur.

"WOY!! NGAPAIN LO!!" teriakan dua lelaki di atas motor, membuat Alex langsung kabur. Dia tidak mau masuk kantor polisi karena penganiayaan perempuan. Masa bodo dengan Alana.

Dua lelaki dengan jaket hitam berlogo macan dengan tulisan kapital STARES turun dari motor nya, mereka menghampiri Alana yang sudah tidak sadarkan diri. Kedua nya saling menatap, setelah melihat wajah Alana. "Ini kan, si Alana cewek-nya Arsen"

"Wah, cari mati tuh cowok! Angkat dia! Bawa ke markas!"

***

BRAKK!!
Arsenio menendang meja dengan keras, suasana di markas sangat tegang. Cowok itu menatap satu persatu anggota nya dengan tatapan mengintimidasi. "SIAPA DARI KALIAN YANG MEMBOCORKAN RENCANA PENGGEMPURAN MARKAS PASGAR DAN KUANSTA?!! JAWAB!!"

Semua anggota terdiam, mereka menundukkan kepala nya. Tidak berani menjawab pertanyaan Arsenio, cowok itu sudah di penuhi emosi di ubun-ubun karena PASGAR dan KUANSTA tahu akan rencana nya.

"JAWAB GUE?!! MENDINGAN LO SEMUA NGAKU BANGSAT!! SEBELUM GUE BERTINDAK!! LUCKY DAN GERALD TIDAK AKAN TAU RENCANA KITA KALO NGGAK ADA SALAH SATU DARI KALIAN YANG MENJADI PENYUSUP DAN PENGHIANAT!!"

BRAK!!

"JAWAB BANGSAT!! LO PADA NGGAK PUNYA MULUT HAH?!!"

"Mungkin anggota GARIOS Sen, yang membocorkan perihal rencana kita"

"JANGAN MENGALIHKAN PEMBICARAAN GUE!! GARIOS PUNYA KETUA! LO PIKIR GIONANDRA TIDAK BECUS JADI KETUA?!! SEBELUM NGOMONG ITU MIKIR!! GUE NGGAK MUNGKIN MELAMPIASKAN KEMARAHAN GUE PADA ANAK GARIOS! KARENA GUE BUKAN KETUA MEREKA!!" sarkas Arsenio.

Adit melangkah maju, dia membisikkan sesuatu ke Arsenio. "Penghianat itu akan muncul sendiri, jangan buang-buang tenaga lo untuk memancing dia keluar. Ada cctv tersembunyi Sen, kalo lo lupa" bisik Adit, langsung membuat amarah Arsenio mereda. Benar juga apa yang di katakan si Adit, Arsenio tidak pernah berpikir ke sana.

"BUBAR SEMUA NYA! GUE AKAN CARI TAU SENDIRI!!"

"BOS!! CEWEK LO BOS! HABIS DIPUKULI SEORANG COWOK DI GANG SEPI!!" Dua lelaki itu, masuk ke markas dengan menggendong seorang gadis yang sudah tidak sadarkan diri. Dia tidak lain adalah Alana.

***

ARSENIO✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang