57. BERADA DI JALAN YANG SAMA

471 62 4
                                        

Keras kepalaku sama denganmu
Caraku marah, caraku tersenyum
Seperti detak jantung yang bertaut
Nyawaku nyala karena denganmu.

~~~

Hanya untuk menuruti permintaan dari Juan Kakaknya, Hilal harus rela mengeluarkan uangnya lebih dari tiga juta saat Dokter yang memeriksanya menyarakan untuk melakukan CT scan, dirinya juga harus kembali ke Rumah sakit untuk mengambil hasilnya, padahal ia sudah muak dengan tempat ini.

Jika bukan karena Juan yang mengancam, Hilal tidak ingin menyulitkan hidupnya terlalu dalam seperti ini.

Tepat satu minggu, Hilal kembali ke Rumah sakit untuk bertemu dengan Dokter Sandy yang sebelumnya sudah menanganinya.

Hilal menyapa Dokter Sandy sambil tersenyum sebelum duduk di depan pria tersebut.

Dokter Sandy memberikan hasil CT scan di dada dan perut milik Hilal. Membiarkan laki-laki muda di depannya ini untuk memperhatikan terlebih dahulu sebelum ia menjelaskannya.

"Ini adalah patah tulang rusuk. Umumnya patah tulang rusuk bisa sembuh dalam waktu satu sampai dua bulan tergantung kondisi dan penanganannya." Dokter Sandy menjeda penjelasannya, memastikan jika Hilal juga ikut memperhatikan monitor komputer yang menunjukkan hasil CT scan milik laki-laki itu.

"Saya bisa katakan anda cukup terlambat untuk memeriksakan diri disaat sudah mengalami hal ini selama dua bulan." Ucap Dokter Sandy.

Hilal masih memperhatikan hasil CT scan miliknya sambil tetep mendengarkan penjelasan dari Dokter Sandy. Ia kira hanya sakit biasa seperti waktu itu, tapi nyatanya lebih serius.

"Dapat dilihat jika ada tiga bagian tulang rusuk yang patah di dada ke bawah, dan hal ini cukup membahayakan. Jika terjadi kondisi seperti ini saat ujung tulang yang tajam dapat mencederai organ hati, ginjal, atau limpa di dalam organ-organ di rongga perut, hal ini dapat menyebabkan perdarahan yang membahayakan nyawa." Jelas Dokter Sandy, lalu kembali menatap Hilal yang cukup serius mendengarkannya.

"Kondisi ini sebenarnya bisa diatasi jika dilakukan penanganan secepat mungkin. Belum terlalu terlambat jika anda melakukan operasi sekarang. Saya tidak tau bagaimana cara anda bisa menahan rasa sakit itu salama ini, padahal dalam kondisi anda saat ini sebenarnya sangat serius." Dokter Sandy sempat bertanya-tanya setelah melihat hasil CT scan milik Hilal, bagaimana pasiennya bisa menahan rasa sakit itu selama ini?

Terlalu memusatkan perhatiannya kepada orang yang dicintainya sampai mengabaikan dirinya sendiri, Hilal harus bisa menerima jika dirinya juga tidak kalah sakit pada akhirnya.

"Seandainya saya tidak melakukan operasi, atau bahkan nggak pernah datang ke sini buat tau hasil CT scan ini, kira-kira apa yang terjadi, Dokter?" Tanya Hilal, tangannya masih memegangi hasil CT scan miliknya.

"Seperti yang sudah saya katakan, cedera yang anda alami dapat mengakibatkan kematian jika patahannya mengenai organ yang lain." Jawab Dokter Sandy.

"Kemungkinan kapan waktu itu bisa terjadi, Dokter?" Tanya Hilal.

"Maaf, bagaimana maksudnya?" Dokter Sandy tidak paham apa yang ingin Hilal tanyakan.

"Kira-kira sampai kapan saya bisa tetap bertahan hidup kalau membiarkannya tidak diobati?" Tanya Hilal lebih jelas.

"Ini seperti bom waktu, jika tulang rusuk yang patah dibiarkan saja disaat kondisinya mengancam organ yang lainnya. Anda akan hidup seperti mempunyai pisau di dalam tubuh sendiri yang akan bisa membunuh kapan saja." Jelas Dokter Sandy.

Hilal terdiam sejenak, lalu mengangguk mengerti. Setelah itu Hilal memasukkan kembali hasil CT scan di tangannya ke amplop coklat sebelumnya.

"Saya mengerti. Terima kasih, Dokter." Ucap Hilal lalu beranjak dari duduknya.

HILALTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang