14 : Arti Lain

1.5K 227 15
                                        

Kalian seminggu ini ada yang lagi PTS, ya?
Semangattt!! <3

•••

"JUNGWON, LO IKUT GUE YUK!"

"TERUS KELAS AKU GIMANA?" Jungwon balas berteriak pada Heeseung. Itu karena Heeseung mengemudikan motornya seperti di arena sirkuit.

"BOLOS AJA SEHARI."

"AKU-- AAAAA HESAAA, AKU BELUM MAU MATI!"

Jungwon mencengkram jaket Heeseung dan memejamkan matanya karena tiba-tiba Heeseung semakin menambah kecepatan, mungkin dia berfikir karena jalanan yang mereka lewati cukup lenggang jadi bisa kebut-kebutan.

"KITA MAU KE MANA, SA?"

"KE PUNCAK, GUE ADA URUSAN."

"HAAA?! KAMU GILAAA?"

Pertanyaan absurd Jungwon barusan hanya dibalas dengan suara tawa dari Heeseung. Dia menurunkan sedikit kecepatannya agar mereka bisa berbicara tanpa berteriak.

"Bentar doang elah, nggak sampe sore paling."

"Aku udah bolos kerja kemarin, sekarang bolos kelas juga?" Jungwon berkata sebal, tapi apa yang bisa dia lakukan selain menuruti perkataan Heeseung?

"Sekali-sekali, lagian kapan lagi kita bisa jalan berduaan gini, 'kan?"

Jungwon menangkap arti lain dalam perkataan Heeseung. Seolah-olah ini adalah saat terakhir mereka bisa bersama-sama dan merasakan kehangatan dari percakapan singkat keduanya. Dalam hati, Jungwon merasa kecewa. Apa Heeseung sudah benar-benar melepasnya pada Jay?

•••

"Seger banget, ya, udaranya?" Jungwon melebarkan tangan sambil melihat pemandangan kebun teh dari atas balkon vila milik keluarga Heeseung.

"Lo laper nggak? Makan dulu, yuk." Heeseung berkata di samping Jungwon.

"Boleh, kebetulan aku lagi laper banget. Tapi jauh nggak dari sini?" tanya Jungwon sambil menghalau angin yang terus meniup rambutnya.

"Nggak, deket kok. Kita jalan aja, di depan jalan ada soto mie." Heeseung mengambil tangan Jungwon untuk dia genggam dan menuntun pemuda itu turun ke lantai bawah.

"Sebentar, aku ambil tas dulu!" Jungwon menahan pergerakan Heeseung di depannya.

"Nah, ayuk beli soto sekarang." Setelah yakin tidak ada yang tertinggal, Jungwon kembali mengikuti langkah besar Heeseung yang membawanya keluar dari area villa dengan berjalan kaki.

"Dingin, ya?" Jungwon meremat tautan tangan mereka karena kedinginan.

Heeseung mendecih dan melepas tautan tangan mereka untuk membuka jaketnya. Dia memberikan jaket itu pada Jungwon meski caranya sedikit kasar.

"Pake aja," katanya datar.

"Kamu gimana?" Jungwon menatap Heeseung ragu.

"Gue nggak lembek kayak lo," ujar Heeseung tanpa menoleh ke arah Jungwon.

Meskipun ucapannya menohok, tapi Jungwon tetap tersenyum dan memakai jaket Heeseung pada tubuhnya. Ya, Jungwon tahu kalau Heeseung hanya berusaha agar tidak terlihat perduli padanya. Mereka berdua berjalan kurang lebih lima menit menuju depan jalan yang lebih besar.

"Bang, sotonya dua. Lo pake apaan?" tanya Heeseung pada Jungwon yang sudah mencari tempat duduk.

"Aku jangan pake kol, bawang gorengnya banyakin terus jangan pake kecap manis. Pedasnya sedang, ya." Jungwon tersenyum manis setelah mengucapkan apa saja yang dipakai dan tidak pada pesanannya.

Lengkara ; Jaywon (✓) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang