53 : Dua Garis

1.6K 206 44
                                        

Double up!
Ini sih udah ketebak dari judul :)

•••

Eunha menghadapkan wajah Jungwon agar menatap matanya. Tatapannya berubah serius, begitupun cara bicaranya yang terkesan mengintimidasi.

"Kapan terakhir kali kamu melakukan itu sama suami kamu?"

"Waktu Kak Jay ulang tahun.." cicit Jungwon, kepalanya tertunduk takut.

"Dek," panggil Eunha.

Jungwon mendongak sedikit, ia bisa melihat Eunha yang menatapnya penuh binar kebahagiaan. "Bunda.."

"Kamu hamil?"

"Bunda bercanda?"

Jungwon menertawakan pertanyaan Eunha barusan. Bagaimana bisa Bundanya langsung menyimpulkan kalau dia hamil? Itu sangat tidak mungkin terjadi. Dia baru saja bertemu kembali dengan Heeseung, dan mereka berdua sudah berjanji ingin menikah setelah dirinya bercerai dengan Jay.

Eunha menuntun Jungwon berdiri dan memapah anaknya menuju ranjang. Dia mendudukkan Jungwon di sana, lalu memberikan sebuah nampan berisi satu piring makanan dan air putih.

"Kamu makan yang banyak. Bunda mau ke apotek depan sebentar."

Jungwon menatap tak berselera sarapannya pagi ini, kemudian beralih pada Eunha. "Ngapain Bunda ke sana?"

"Beli testpack buat kamu."

•••

Ini gila. Ya, itu yang ada di pikiran Jungwon begitu Eunha datang sambil menenteng satu kantung khas apotek yang isinya adalah tiga buah alat tes kehamilan.

"Bunda berlebihan," ucapnya ketika Eunha memberikan plastik itu kepadanya.

"Bunda cuma penasaran, Dek. Siapa tau kali ini hasilnya positif."

Jungwon menggenggam plastik itu, lalu menghela nafasnya pelan. Justru itulah yang dia takutkan, apabila hasilnya berbeda dari sebelumnya.

"Jungwon ... Takut."

Eunha memegang kedua pundak Jungwon dan sedikit meremasnya. "Kamu harus berani, Dek. Apapun hasilnya nanti, suami kamu tetap sayang kok sama kamu."

Jungwon menatap mata Eunha yang seolah meyakinkannya kalau semua akan baik-baik saja. Akhirnya Jungwon luluh dan menuruti permintaan Eunha untuk melakukan tes kehamilan. Pemuda itu masuk ke dalam kamar mandi dengan langkah penuh keraguan, tangannya berkeringat dingin.

"Semoga hasilnya negatif," gumamnya selama menunggu garis hasil muncul.

Matanya melirik resah ke segala sudut saat menunggu, rasanya tidak sabar untuk segera mengetahui hasil dari semua testpack yang diberikan oleh Eunha. Rasa cemas juga sama besarnya, bagaimana kalau hasilnya positif? Bukankah itu berarti dia harus terjebak lebih lama lagi dalam pernikahan ini?

Jungwon menarik nafas sejenak dan membuka genggaman tangannya. Awalnya hanya sekedar mengintip, tetapi Jungwon harus menerima kenyataan lain dari alur yang ditetapkan Tuhan padanya.

Testpack itu bergaris dua, positif.

"Hasilnya pasti salah." Jungwon mencoba untuk menyangkal kenyataan.

Dia melihat hasil dari testpack yang lain, dan semuanya berhasil sama. Positif hamil. Jungwon mengacak rambutnya frustasi menabrakkan punggung pada dinding di belakangnya.

Jungwon menatap nanar telapak tangannya yang berisikan tiga buah testpack itu dan melemparnya ke pojok lain. Ini tidak benar. Bukan ini yang dia inginkan!

Lengkara ; Jaywon (✓) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang