Follow akun ini, ok?
•••
"Jungwon!"
Jungwon berpura-pura tuli dengan tetap melangkah menuju kelasnya.
"Jungwon Safi Haningrat!"
Jungwon sudah memasuki kelasnya, tapi seseorang mencegatnya dengan menarik pergelangan tangannya ke belakang dengan paksaan.
"Ikut gue sebentar!" Perintah orang itu mutlak.
"Nggak mau, Sunghoon!" Jungwon mencoba melepaskan diri, namun sayangnya Sunghoon mencengkram lengannya terlalu kuat dan bertenaga.
"Jangan ngelawan!" Dengan tidak manusiawinya Sunghoon menarik tangan Jungwon agar mengikutinya. Menyeret pemuda itu menjauhi kelas.
"Lepas, Sunghoon!" Jungwon mendadak panik, apalagi saat mengingat perkataan Jay padanya di mobil tadi.
Jungwon melirik pergelangan tangannya yang memerah karena ulah Sunghoon. Cengkraman lelaki itu tidak main-main, Jungwon yakin bekasnya akan menjadi lecet dan memar.
"Sunghoon, stop! Kamu bikin aku takut," ujar Jungwon lirih.
"Terus aja lo pura-pura suci di depan semua orang, Won." Sunghoon bersandar pada dinding.
Lelaki itu mengajak Jungwon ke area belakang kampus yang sangat sepi oleh mahasiswa. Dan, itu yang sedang dibutuhkan oleh Sunghoon untuk meluapkan emosi.
"Manusia picik kayak lo nggak pantes dapet hidup bergelimang harta dari Kakak gue!" sentaknya sambil mendorong bahu Jungwon sampai mundur ke belakang.
"Kamu kenapa sih?!" Jungwon mulai tersulut emosi, pasalnya Sunghoon menariknya secara tiba-tiba dan mengomel tanpa alasan yang jelas.
"Gue tau lo cuma pengen meras harta Kakak gue doang, lo manfaatin kondisi dia yang lagi berjuang untuk hidup!"
Jungwon terdiam. "Kamu jangan asal bicara, ya! Aku mau nikah sama Kakak kamu, karena pengen bantu dia sembuh!"
"Alasan klise, Jungwon." Sunghoon tersenyum mengejek.
"Apasih yang lo harapin dari orang penyakitan kayak Kakak gue? Harta? Kekuasaan? Gue juga bisa, Won!"
"Jaga sikap kamu, Hoon. Status aku sekarang Kakak ipar kamu!" sembur Jungwon marah.
"Gue hormat sama lo? Jangan mimpi, Won! Lo itu seumuran sama gue!"
Sunghoon mengambil tangan Jungwon dan menggengamnya. "Gue bisa lebih baik dari Kakak gue, Won. Lo nggak perlu manfaatin dia, gue bisa kasih semuanya buat lo."
Plakk!
"Kurang ajar, kamu kira aku apaan hah?!"
Perasaan marah, kecewa, dan sedih semuanya bercampur menjadi satu dalam sebuah tamparan keras yang dilayangkan pada pipi Sunghoon.
"Lo itu munafik!" gertak Sunghoon kencang.
"Aku peringatin kamu sekali lagi, jangan pernah ganggu rumah tangga aku sama Jay. Kami udah bahagia, Hoon!" Tegas Jungwon mutlak, dia menunjuk-nunjuk wajah Sunghoon sebagai bentuk intimidasi.
"Bahagia? Ahahahaha, emangnya lo bisa hamil, Won? Gimana bisa kalian hidup bahagia tanpa punya keturunan?"
Degg..
"Kalaupun aku nggak bisa hamil, itu bukan urusan kamu! Stop ikut campur masalah pernikahan aku." Berpura-pura kuat itu sulit, nyatanya Jungwon mati-matian menahan tangisan ketika harga dirinya diinjak oleh adik iparnya sendiri.
KAMU SEDANG MEMBACA
Lengkara ; Jaywon (✓)
Fanfiction"Maaf. Aku udah lancang jadiin kamu harapan hidup, Won." *** Jungwon Safi Haningrat, seorang mahasiswa gizi menjalin hubungan dengan Heeseung Sanu Atalarik, lelaki yang terkenal memiliki banyak sisi buruk dan musuh di kampus. Mereka berpacaran seper...
