Chapter ini beneran ending lengkara. Aku harap kalian puas dan suka ~
•••
"Lo beneran hamil?"
"Kamu udah tanya itu tiga belas kali, Sunghoon."
Jungwon menjawab pertanyaan Sunghoon dengan kesal, sudah ia duga, memberi tahu Sunghoon soal kehamilannya bukanlah pilihan yang tepat.
"Serius hamil?"
Jungwon merotasi mata malas. Dia beralih untuk mengambil sebuah kantung plastik besar yang ada di atas meja, kemudian melihat isinya.
"Kamu masih nggak percaya aku hamil? Padahal kamu sendiri yang bawain aku susu ibu hamil, aneh."
Sunghoon merasa tak terima dengan tudingan Jungwon padanya. "Itu bukan dari gue, tapi dari Papa. Gue cuma disuruh anterin kesini."
"Oh, yaudah. Sana pulang," tanggap Jungwon sekenanya.
Jungwon berdiri dari duduknya dan berniat membawa plastik itu ke dapur untuk memasukan isinya ke dalam kulkas. Namun, Sunghoon menahan pergelangan tangannya, dan menariknya kembali untuk duduk di sofa.
"Kalaupun bener lo hamil, apa lo yakin itu anak Kakak gue?"
Jungwon melepas paksa cekalan tangan Sunghoon. Lagi-lagi pertanyaan itu hadir pada setiap orang yang mendengar tentang kehamilannya. "Tentu aja Ayah dari anak ini Kakak kamu.."
"Ngomong doang mah gampang. Bukti nyata ada nggak?" tantang Sunghoon bersedekap dada.
Jungwon menggertakkan giginya, dia memang tidak punya bukti apapun. Tapi, Jungwon benar-benar yakin jika Ayah dari anak yang sedang dikandungnya adalah Jay. Karena Jungwon tidak melakukan hubungan dengan siapapun selama dua bulan terakhir, selain dengan Jay.
"Ini keponakan kamu, Hoon. Apa yang buat kamu mikir kalau ini bukan anak Kak Jay?"
Sunghoon sempatkan untuk tertawa meremehkan sebelum mengeluarkan ponselnya guna menunjukan apa saja alasan dirinya tidak mempercayai ucapan Jungwon.
"Lo masih nanya?" Tangannya membuka layar kunci dan beralih pada galeri.
Sunghoon memilih satu album berisikan foto-foto yang sudah ia kategorikan. Dia menekan foto pertama dari album itu, dan menunjukannya pada Jungwon.
"Foto pertama. Waktu lo lagi berduaan sama Heeseung, padahal lo baru aja nikah sama Kakak gue."
Jungwon hanya diam memandangi Sunghoon yang merasa menang.
"Foto kedua. Ini gue ambil waktu lo meluk Hesa di rumah sakit, ingat?"
"Kamu--" Baru saja Jungwon ingin bicara, tapi Sunghoon tidak mengizinkan siapapun untuk menyela perkataanya.
"Foto ketiga. Gue liat lo jalan berduaan sama cowok selain Hesa."
Jungwon mengernyit, foto itu diambil dari sudut belakang. Jungwon hampir saja tidak mengenali sosok di sebelahnya pada foto yang diperlihatkan Sunghoon, tapi begitu melihat jika lelaki itu berambut panjang, Jungwon langsung mengenalinya.
"Bami? Kamu salah paham, Hoon. Dia bukan siapa-siapa. Dia itu--" Jungwon coba untuk jelaskan siapa itu Bami, tapi lagi-lagi Sunghoon tidak membiarkan hal itu terjadi.
"2 foto terakhir. Diambil belum lama ini. Jelas-jelas kalian janjian di depan gerbang. Pelukan sama selingkuhan lebih enak, ya, dibanding suami sendiri?"
Jungwon kehabisan kata-kata, lidahnya terasa kelu untuk sekedar menyangkal. Karena ucapan Sunghoon bukan hanya sekedar tuduhan, melainkan fakta disertai bukti yang kuat. Dalam artian lain, Sunghoon telah berhasil membuat Jungwon kalah telak.
KAMU SEDANG MEMBACA
Lengkara ; Jaywon (✓)
Fanfiction"Maaf. Aku udah lancang jadiin kamu harapan hidup, Won." *** Jungwon Safi Haningrat, seorang mahasiswa gizi menjalin hubungan dengan Heeseung Sanu Atalarik, lelaki yang terkenal memiliki banyak sisi buruk dan musuh di kampus. Mereka berpacaran seper...
