surprise!
Tanggal 20, chapter 20 >•<
•••
"Saya mengambil engkau menjadi istri saya, untuk saling memiliki dan menjaga, dari sekarang sampai selama-lamanya; Pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, pada waktu sehat maupun sakit, untuk saling mengasihi dan menghargai, sampai maut memisahkan kita."
Jay mengucapkan janji suci dengan lantang dan yakin. Kini, tinggal menunggu mempelai yang satunya untuk menerima dan mengucapkan janji suci pula. Jantungnya berdebar karena gugup, Jay menantikan Jungwon membalas janji sucinya.
Beberapa detik hanya diisi oleh keheningan yang mendera hebat, Jay takut bukan main saat Jungwon hanya menatapnya dan menggeleng sambil mengusap sudut matanya yang berair.
Yoongi, Eunha, dan Jimin--Ayah Jay-- menanti cemas sambil saling berpandangan satu sama lain. Jungwon menoleh sebentar ke arah Eunha, yang dibalas oleh Eunha dengan senyuman lebar dan anggukan.
"Lakukan. Bunda udah kasih kamu restu," kata Eunha tanpa suara.
Jungwon kembali menatap Jay. Dia menarik nafas, serta membuangnya dengan teratur. Seharusnya tidak begini, dia ingin menikah dengan seseorang yang dia cintai--dan, orang itu bukanlah Jay.
"S-Saya menerima engkau menjadi suami saya, untuk saling memiliki dan menjaga, dari sekarang sampai selama-lamanya; Pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, pada waktu sehat maupun sakit, untuk saling mengasihi dan menghargai, sampai maut m-memisahkan kita."
"Dengan ini kalian resmi menjadi pasangan suami-istri. Pengantin pria dipersilahkan mencium pasangan."
Jay maju selangkah ke depan dan mengarahkan tangannya untuk membuat Jungwon mendongak. Mata mereka beradu dalam satu titik, Jay menunduk dan mempertemukan bibir mereka berdua. Hanya sekedar kecupan, tapi dalam waktu yang lambat.
"Aku cinta kamu, Jungwon," bisik Jay di samping telinga Jungwon.
Dadanya bergemuruh, Jungwon rasanya ingin menangis. Kata-kata itu ingin dia dengar dari Heeseung saat di altar, dan harusnya Heeseung lah yang menjadi suaminya-- bukan Jay, atau siapapun.
"Aku tau." Hanya jawaban ini yang bisa dia berikan pada seseorang yang begitu tulus menerimanya tanpa syarat.
Mau tidak mau, sekarang dia sudah resmi di hadapan Tuhan sebagai seorang istri dari lelaki yang baru dikenalnya, yang berjanji akan membahagiakannya dan membuatnya merasa dicintai selama-lamanya.
•••
Pukul tujuh malam, begitu sekiranya waktu yang ditunjuk oleh jarum jam di pergelangan tangannya. Mereka baru saja selesai menyelenggarakan resepsi mewah dengan tamu pilihan yang dekat dengan kedua keluarga. Acara ini berlangsung tertutup tanpa ada awak media yang meliput, bersifat pribadi dan tidak diketahui banyak orang luas.
Mobil yang membawa mereka berdua menembus hujan lebat yang mendera ibukota malam ini. Rintik-rintik air berjatuhan dan membuat berbagai pola di kaca jendela, hanya ada lampu pengendara lain yang terlihat samar karena tertutup embun dingin.
Langit berwarna merah gelap, gemuruh terdengar bersahutan memecah kebisingan dari klakson di tengah kemacetan Jakarta. Kondisi alam yang seperti ini membuat Jungwon merasa ingin segera merebahkan diri ke ranjang dan tidur.
Jungwon menghembuskan nafas berat dan melihat keluar jendela, mengabaikan Jay yang sibuk memeluk tubuhnya dari samping dengan mata terpejam rapat. Ya, tapi dia tahu kalau Jay tidak sedang tertidur.
KAMU SEDANG MEMBACA
Lengkara ; Jaywon (✓)
Fanfiction"Maaf. Aku udah lancang jadiin kamu harapan hidup, Won." *** Jungwon Safi Haningrat, seorang mahasiswa gizi menjalin hubungan dengan Heeseung Sanu Atalarik, lelaki yang terkenal memiliki banyak sisi buruk dan musuh di kampus. Mereka berpacaran seper...
