Warning, mature content.
(jangan berharap banyak sama nc-ku ya, dosa ditanggung sendiri)
•••
"Jungwon.."
Tubuhnya diguncang pelan di atas ranjang. Selimutnya ditarik terbuka hingga tersingkap sebatas perut, tapi masih tak ada reaksi sadar dari Jungwon yang masih terlelap.
"Dek.."
Jay menepuk-nepuk pipi Jungwon agar terbangun. Pasti istrinya itu lupa jika semalam ingin ikut bersamanya ke kantor. Untungnya Jay bukanlah sosok yang kekanakan, sehingga dia bisa mengimbangi perilaku Jungwon.
"Emhh-- apasih Kak? Aku mau libur ngampus hari ini.." Jungwon berkata setengah sadar. Dia bergerak untuk memunggungi Jay.
Jay tersenyum dan memeluk Jungwon dari belakang. "Katanya mau ikut aku ke kantor?" bisiknya tepat di samping telinga Jungwon.
Jungwon mengucek matanya dan melihat jam dinding. "Masih pagi.." erangnya malas.
Jay menempatkan tangannya di bawah kepala dan lutut Jungwon, lalu tanpa aba-aba menggendong Jungwon masuk ke dalam bilik kamar mandi. Dia menaruh Jungwon di bak mandi.
"Aku tunggu 20 menit lagi. Kalau kamu belum mandi, aku tinggal."
"Berisik. Sana keluar, aku mau mandi."
Jay membalikkan tubuh dan berjalan menjauhi Jungwon keluar dari kamar mandi. Dia duduk di tepian ranjang sambil melihat email di ponselnya. Masih cukup waktu untuk menunggu Jungwon selesai berkemas.
Karena fokus dengan ponselnya, Jay tidak menyadari jika Jungwon sudah selesai membersihkan diri dan tengah berganti pakaian. Pemuda itu sedang mengaitkan kancing kemeja putih yang akan dipakainya ke kantor Jay hari ini.
Jay mendongak, dia berjalan mendekat ke arah Jungwon lalu membantu pemuda itu menyelesaikan kegiatannya. Kancing pertama teratas berjalan baik, tapi Jay tiba-tiba berhenti dan menatap Jungwon yang terlihat sangat menggemaskan dengan wajah bare facenya.
Jungwon balik menatap Jay, tatapan lelaki itu mengarah jelas pada bibirnya. Detik berikutnya tubuh Jungwon sudah terdorong ke belakang menabrak dinding dan tangannya yang diarahkan untuk melingkar di leher Jay seraya lelaki itu melumat bibirnya.
Jay memiringkan kepalanya dan terus mencumbu Jungwon, karena pemuda itu sama sekali tidak menolak. Jay menurunkan wajahnya dan berganti menjadi mengecup leher Jungwon berulang, pinggang yang lebih muda ia tarik mendekat agar lebih menempel pada tubuhnya.
"Kak.."
Jungwon memanggil Jay dengan nada pelan, dia tidak bisa jika harus dipaksa berdiri. Tubuhnya lemas. Dia mengeratkan genggaman pada lengan Jay saat lelaki itu melepas kemeja yang bahkan belum terpasang benar di tubuhnya, lalu mencopot bawahan yang dikenakannya. Tangan Jay menarik Jungwon dalam dekapan erat sambil mengusap punggung mungil itu yang tidak terbalut apapun.
Sekarang giliran Jay. Dia membuka dasi dan kemejanya asal, lalu melemparnya ke lantai. Mana dia perduli jika tadinya ingin tergesa berangkat ke kantor, yang penting sekarang urusan mereka harus diselesaikan.
Dia memojokkan tubuh Jungwon ke dinding dan mengecupi leher sampai dada Jungwon. Dia teringat saran dokter waktu itu. Jadi, dia menggantinya dengan jarinya yang sudah dibasahi dengan ludah.
"Nanti Kak Jay telat.."
"Aku janji kali ini selesainya cepat, kamu tahan." Jay meletakkan kedua tangannya di punggung Jungwon, mengangkatnya sedikit dan mengarahkan kaki Jungwon agar naik melingkar di pinggangnya.
Jungwon mengangguk pasrah, jemarinya mencengkram rambut Jay saat suaminya itu mulai masuk dan bergerak dengan tempo lambat.
"Aku cinta kamu, Jungwon." Jay masuk semakin dalam dan pas seiring setiap gerakan pinggulnya. "Selalu begitu. Kamu segalanya."
KAMU SEDANG MEMBACA
Lengkara ; Jaywon (✓)
Fanfiction"Maaf. Aku udah lancang jadiin kamu harapan hidup, Won." *** Jungwon Safi Haningrat, seorang mahasiswa gizi menjalin hubungan dengan Heeseung Sanu Atalarik, lelaki yang terkenal memiliki banyak sisi buruk dan musuh di kampus. Mereka berpacaran seper...
