12 : Percaya [M]

2.9K 237 21
                                        

Vote dan komen.

Warning! Mature (HeeWon)
--Nggak rinci. Tapi, ya, tetep aja masuknya adegan dewasa :)

•••

"Aku boleh pinjam hape kamu sebentar?"

Teman satu kelasnya menatap aneh Jungwon yang baru kali ini berbicara langsung dengannya, tiba-tiba meminjam ponsel pula. Apa ini benar-benar seorang Jungwon yang paling jarang bicara ketika di kelas? Rasanya tidak mungkin.

"Buat apa?"

"Aku mau nelfon Hesa, soalnya hape aku hilang kemarin."

Begitu mendengar kata 'Hesa' dia langsung memberikan ponselnya pada Jungwon tanpa bertanya dua kali. Gila, siapa juga yang berani berurusan dengan Heeseung. Apalagi jika sampai Jungwon mengadu yang tidak-tidak, sudah dipastikan dia akan menjadi sasaran empuk lelaki itu.

Jungwon tersenyum dan berjalan menjauh sambil menekan nomor Heeseung. Butuh beberapa waktu sampai akhirnya panggilan itu terhubung dan diangkat oleh Heeseung.

"Siapa? Gue itung sampe tiga, kalo nggak penting gue matiin."

"Hesa.." Jungwon memanggil Heeseung.

"Oh, Jungwon. Kenapa nelfon pake nomor orang?" Tanpa menyebutkan nama, Heeseung sudah tau kalau yang menelponnya adalah Jungwon, karena suaranya yang begitu familiar.

"Hape aku dibanting Bunda kemarin." Jungwon berkata sambil menengok ke belakang, takut kalau ada seseorang yang menguping pembicaraannya.

"Kok bisa?" tanya Heeseung dari sebrang.

"Panjang ceritanya, Sa. Kita ketemuan, gimana? Aku mau nginep di rumah kamu sambil cerita." Jungwon berkata penuh harap, dia ingin menenangkan pikiran sejenak.

"Oke, gue tunggu di tempat parkir sekarang. Lo udah selesai kelas, 'kan?"

Jungwon mengernyit. "Loh, kamu emangnya nggak ada kelas?"

"Ada, tapi males. Gue mau bolos aja bareng lo, cepetan ke parkiran."

Setelah itu, panggilan dimatikan secara sepihak oleh Heeseung. Jungwon mengembalikan ponsel itu ke pemiliknya dan mengucapkan terimakasih, sebelum lanjut melangkah menuju tempat parkir.

"Hesa!"

Jungwon memanggil Heeseung yang tengah bersandar pada motor ninja-nya sambil memainkan ponsel. Heeseung menoleh, kemudian tersenyum singkat dan menaruh ponselnya di kantung.

Heeseung memberikan helm yang sebelumnya disangkutkan pada pegangan belakang kepada Jungwon. "Naik cepet, kita langsung ke rumah gue."

Jungwon mengangguk dan dengan cepat memakai helm yang diberikan Heeseung. Dia sedikit kesulitan untuk memasukkan tali pada ujung satunya karena matanya tertutupi oleh rambut.

"Makanya itu poni dipotong aja, repot sendiri jadinya, 'kan?" Heeseung berkata sembari menyisihkan poni Jungwon ke samping dan membetulkan posisi helm.

"Iya, nanti aku potong kalau emang kamu minta begitu." Jungwon naik ke motor Heeseung dan melingkarkan tangannya ke perut lelaki itu.

"Pegangan yang kuat, gue mau ngebut," ujar Heeseung yang langsung menggeber motornya keluar dari area kampus.

Jungwon semakin mengeratkan pelukan pada tubuh Heeseung dan merapatkan wajahnya ke jaket yang sedang dipakai oleh pacarnya itu.

"Tumben kamu pakai jaket, Sa?" tanya Jungwon di samping telinga Heeseung.

"HA, LO NGOMONG APA?" Heeseung berteriak. Itu karena suara Jungwon teredam oleh angin kencang.

"AKU TANYA KAMU KENAPA TUMBEN PAKAI JAKET?" ulang Jungwon ikut berteriak.

Lengkara ; Jaywon (✓) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang