19 : Sisi Kelam Heeseung

1.5K 216 26
                                        

Kalo kalian ngeskip, berarti ga beneran baca cerita ini :(

Pokoknya kalo aku kasih tanda '<<<' berarti masih flashback, ya. Maap buat Heeseung stan 🙏

<<<

"Ibu mau pergi kemana malam-malam begini? Bukannya Ayah kerja sampai besok lusa?" Seperti anak kecil pada umumnya, Heeseung adalah pribadi yang manja kepada sang Ibu dan penuh akan keingintahuan.

"Ibu ada urusan sebentar keluar."

Selalu jawaban itu yang Heeseung dengar tiap kali menanyakan kemana Ibunya akan pergi di tengah malam gulita.

"Apa Ibu mau ketemu Paman yang kemarin datang ke rumah?" tanya Heeseung lagi.

"Jangan cerita ini ke Ayah kamu, atau Ibu nggak akan pernah muncul di hadapan kamu lagi, Heeseung." Meski tidak berteriak, nyatanya Heeseung tetap merasa takut dengan ancaman itu.

"He, tolong ambilkan Ibu tas yang ada di atas ranjang."

Heeseung naik ke atas ranjang dan membereskan segala barang yang berceceran keluar dari tas. Matanya mendapati sebuah foto strip yang diisi oleh foto Ibunya dengan—

"Ibu, ini siapa?"

"Paman Wira."

<<<

Heeseung hanya tidak ingin dilibatkan terlalu banyak dalam permasalahan keluarganya. Sudah beberapa hari ini dia semakin jarang melihat kedua orang tuanya berinteraksi. Paling-paling hanya sekedar menanyakan 'Kamu udah makan?' atau 'Gimana pelajaran di sekolah?' Heeseung muak pada keadaan keluarganya yang seperti ini.

Suatu ketika saat Ayahnya mengajak seisi lemari untuk mencari jas kerjanya. Heeseung berinisiatif untuk membantu mencarikan, tapi di tengah-tengah pencarian mereka Heeseung teringat sesuatu.

"Dimana jas yang Ibu belikan minggu lalu?" Heeseung bertanya sambil mencari benda yang dia bicarakan.

"Yang ini." Ayahnya menunjuk sebuah jas yang tergantung rapih.

Kepala Heeseung menggeleng. "Bukan yang itu, tapi yang ada motif batiknya."

Dia tidak tahu kalau jas yang dimaksudkan tidaklah pernah Ayahnya terima dari sang Ibu. Itulah kenapa ekspresi ayahnya tampak bingung ketika dirinya menanyakan jas dengan motif batik. Kemudian berbagai pertanyaan mulai menyeruak dalam kepala dan membawa mimpi buruk.

Salah satunya: untuk siapa?

<<<

Awan kelabu menggantung di langit, suasana di rumah ini sangat sunyi dan dingin bagi Heeseung dibalik selimut tebalnya.

Cklek..

"Heeseung, hari ini Paman Wira mau berkunjung. Jadi, kamu jaga sikap ya?"

Tidak ada basa-basi, lantas Heeseung mengangguk dan turun dari ranjang menyusul Ibunya yang kembali pergi setelah mengatakan hal tersebut.

Bel listrik berbunyi, Ibunya tersenyum riang dan bergegas untuk membukakan pintu besar di kediaman rumah mereka. Begitu pintu terbuka, bukannya si 'Paman Wira' yang datang, justru seorang wanita dengan rambut blonde panjang serta raut tidak ramah.

"Kurang ajar kamu, ya!"

Mereka terlibat perdebatan sengit selama beberapa waktu, seolah mengabaikan eksistensi seorang anak kecil di ruang tamu yang sibuk memakan camilan di atas meja dan memperhatikan mereka.

"Kamu udah punya suami kok masih sempetnya nempel sama suami orang? Nggak cukup satu?" sindir wanita itu menunjuk wajah ibunya sangar.

"Jangan ngarang, ya. Suami lo yang deketin gue duluan bangsat."

Lengkara ; Jaywon (✓) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang