Vote dan komen~
•••
"Feliz navidad, feliz navidad~"
Jungwon bernyanyi riang sambil menata tumpukan kado di bawah pohon natal yang ada di ruang tamu. Ukurannya sangat besar, dengan hiasan berkilau dari bawah sampai ke puncak.
Dia berdiri dan beralih ke meja yang ada di ruang tamu juga. Sudah ada banyak sekali kue khas suasana Natal, juga bantal-bantal lucu motif pohon cemara, dan rusa dengan latar merah atau putih. Ditambah berbagai hiasan lain yang menambah suasana perayaan.
Ini adalah tahun pertama dia merayakan Natal dengan keluarga baru di rumah Yoongi. Tentu kali ini akan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang hanya dirayakan berdua dengan sang Bunda, dimana tidak ada nuansa semewah ini; semuanya dirayakan dengan sederhana. Betapa berkebalikannya sekarang, dia merayakan Natal dengan Jay serta keluarga besar suaminya itu.
Pasti ramai dan meriah sekali!
"Den, aduuhh.. Cepetan ganti baju atuh, ah! Den Jungwon mah demennya ngelayap terus, satu jam lagi keluarga Tuan Jay pasti dateng!" Bi Astri yang disuruh Jungwon untuk ikut ke rumah mertuanya itu mengomel karena Jungwon masih saja sibuk bersantai.
Jungwon sempat meledek pembantunya itu sebelum berlari ke kamarnya di lantai atas. "Bibi jelek banget kalau marah gitu, wlee!"
Sedang sang Bibi yang bisa mengelus dada melihat perilaku Jungwon yang agak kekanakan, tapi tidak apa-apa. Lebih baik seperti ini daripada harus merasakan ketegangan setiap harinya karena hubungan yang monoton.
"Duh, gusti. Gimana nanti kalau mereka punya anak, ya?"
•••
Semua sudah berkumpul di meja makan. Kira-kira totalnya ada 10 orang--karena yang lainnya berhalangan datang-- disatukan pada sebuah meja makan panjang dan bangku-bangku yang berderet rapih. Jungwon sendiri masih berdiri untuk membantu para pelayan menata makanan pembuka, bagaimanapun dia ini adalah istri Jay.
"Wah, Kakaknya baik sekali!" Seorang gadis bersurai hitam dengan scarf oranye yang nampak cantik itu memuji Jungwon yang selalu bersikap hangat.
"Paling baiknya diawal doang, nanti liat aja akhirnya gimana," celetuk satu perempuan yang tadi sempat diperkenalkan sebagai kakak dari Mama mertuanya.
"Hush, nanti Yoongi ngamuk kalau menantunya kamu judesin begitu!"
Yang ditegur tampak tidak perduli, dia malah menatap remeh Jungwon yang sedang mengajak mengobrol cucu pertamanya--gadis dengan scarf oranye--
Jay baru bergabung di antara mereka semua, dia mengambil tempat di samping Jungwon. Dia asik melihat interaksi antara istrinya dengan keponakannya, betapa menggemaskannya mereka.
"Kak, Bella mau buang air kecil."
"Kakak antar, ya?"
Jungwon beranjak dari duduknya dan menuntun anak itu menuju kamar mandi. Usianya mungkin baru sekitar 6 tahun, tapi Jungwon merasa nyaman dibanding harus membuka topik dengan keluarga lain yang ada di meja makan. Uh, aura mereka mengerikan!
Saat itulah seorang perempuan datang dan langsung mengambil tempat duduk di kursi milik Jungwon. Sehingga saat pemuda itu kembali, dia kebingungan kenapa kursinya diambil oleh orang asing? Menyebalkan.
"Permisi, maaf. Ini tempat aku." Jungwon berujar ramah.
"Kursi lain kan masih ada, duduk aja sih! Aku mau di samping Mas Jay."
Mas? Pftt— Jungwon ingin tertawa mendengar panggilan perempuan itu untuk suaminya.
"Minggir Giselle." Jay masih sabar.
KAMU SEDANG MEMBACA
Lengkara ; Jaywon (✓)
Fiksi Penggemar"Maaf. Aku udah lancang jadiin kamu harapan hidup, Won." *** Jungwon Safi Haningrat, seorang mahasiswa gizi menjalin hubungan dengan Heeseung Sanu Atalarik, lelaki yang terkenal memiliki banyak sisi buruk dan musuh di kampus. Mereka berpacaran seper...
