blowjob :)
Yang jijik bisa skip, ya!
•••
Jay tidak mempunyai semangat untuk menyelesaikan pekerjaannya dengan segera. Dia mengabaikan tumpukan map di samping laptopnya, lalu beranjak dari kursi kerjanya ketika jam sudah menunjukkan pukul tujuh malam.
Jay menghela nafas berat ketika mengingat percakapannya dengan Yoongi.
"Hesa itu siapanya Jungwon, Ma?" Jay bertanya setelah beberapa saat dia bertemu dengan Yoongi.
"Kamu tau Hesa dari mana?" Yoongi justru balik bertanya.
"Jawab aja, Ma. Jangan berbelit, Jay penasaran banget dia ada hubungan apa sama Jungwon." Jay tidak berniat untuk singgah, atau duduk di sofa barang sebentar saja. Tujuannya ke sini untuk mengorek informasi tentang Hesa lewat Mamanya.
Yoongi nampak ragu sejenak, rasanya tidak tega harus menjelaskan yang sebenarnya pada Jay. "Hesa, dia ... Kamu lebih baik tanya sama Jungwon langsung."
"Please, Ma ... Jungwon pasti nggak akan jujur soal Hesa." Jay memohon.
"Hesa itu pacarnya Jungwon, tapi sepertinya mereka sudah nggak punya hubungan sejak kalian menikah bulan lalu," jelas Yoongi dengan raut serius.
"Mungkin.." Yoongi nampak tidak yakin dengan ucapannya.
"Maksud Mama?"
"Mama nggak pernah dengar soal kelanjutan hubungan mereka, bisa saja—"
"Bisa aja kalau mereka masih jalin hubungan di belakang Jay, begitu?" sela Jay memotong perkataan Yoongi, yang dibalas dengan anggukan pelan.
Apakah Jungwon berselingkuh di belakangnya? Kenapa dia tidak pernah terpikirkan itu sebelumnya? Permainan pemuda itu begitu cantik menutupi segalanya, sampai membuat Jay bingung mana sifat Jungwon yang palsu dan mana yang asli.
Tokk.. Tokk..
Disaat yang tidak tepat, seseorang mengetuk pintu ruang kerjanya ketika dia sedang frustasi karena penjelasan Yoongi padanya tadi siang.
"Kak, aku lupa ada janji ketemu sama teman. Aku izin keluar sebentar, ya?" Tenyata Jungwon lah yang mengetuk pintu barusan.
Jay memperhatikan tubuh yang lebih pendek darinya tersebut. "Ketemu teman jam segini?" Jay berlagak melihat jam tangannya. Apa yang akan dilakukan istrinya itu diluar malam-malam begini?
"Bukan soal itu." Tatapan Jungwon sangat memohon sekarang ini, Jay semakin curiga dibuatnya.
Jay mendecih. "Nggak boleh."
"Kak Jay—"
"Kamu anggap aku apa, Jungwon?"
"Suami," jawab Jungwon cepat, seperti tanpa keraguan sama sekali.
"Benar?" Tentu Jay tidak langsung percaya, benarkah Jungwon sudah menerima pernikahan mereka?
Anggukan antusias Jungwon menjadi jawaban. Detik berikutnya, lengan pucat itu ditarik masuk, disusul pintu yang ditutup rapat dan dikunci.
Jay duduk di kursinya barusan, dan menyuruh Jungwon untuk berlutut di antara kakinya. Sudut bibirnya tertarik meremehkan. "Ayo kita liat kebenaran perkataan kamu barusan."
"Kak—"
"Bukannya kamu bilang Kakak adalah suami bagi kamu?" Aura Jay sekarang sangat menyeramkan, Jungwon sampai tidak berani menatap balik Jay.
Barangkali pikiran Jay sudah diisi oleh rasa kecewa dan marah, jelas-jelas dia melihat Jungwon bersenda gurau bersama seseorang yang katanya adalah mantan pacar istrinya itu. Gejala cemburu memang mampu membuat orang hilang akal, dan itulah yang sedang dialami Jay sekarang.
Jungwon terdiam dan mendongak pada Jay. "Kak, aku nggak bisa lakuin ini."
"Makanya, ayo belajar."
Jay menurunkan celananya, dia menuntun jari-jari kecil Jungwon menggenggam miliknya. Jungwon terhenyak, dia berusaha untuk menekan ludah karena terkejut dengan permintaan Jay.
Dia menuruti arahan Jay dengan sentuhan ringan naik-turun, tapi siapa sangka dengan pergerakan kecil seperti itu bisa membuat Jay semakin menegang.
Jay menatap kepala di bawahnya yang mulai mendekatkan diri pada miliknya. Rasanya basah dan hangat menjadi satu, rongga mulut kecil itu mana mampu untuk memasukkan seluruhnya. Tapi Jungwon tetap mencobanya, walau hanya bisa separuhnya. Cepat sekali pemuda itu belajar, atau memang rasanya senikmat ini. Dia membantu Jungwon menggerakkan kepalanya lebih cepat.
Jay memperkuat cengkramannya pada rambut hitam legam Jungwon. Pemuda itu bergerak dengan cepat mengulum milik Jay, rasanya Jay bisa gila. Jungwon mengeluarkannya, namun tidak sepenuhnya. Dia bermain-main dengan milik Jay yang dihisapnya dengan sengaja. Desahan Jay keluar lagi, permainan Jungwon sangat handal untuk seorang pemula, tapi apakah benar Jungwon itu pemula?
"Keluar di luar atau di dalam?" Sepertinya Jungwon sengaja bertanya, padahal Jay sudah hampir sampai puncaknya.
"Dalam argh!" jawab Jay cepat.
Tapi Jungwon terlihat ragu, dan tidak langsung meneruskan kegiatannya. "Apa cairannya aman?"
Jay mengerang frustasi. Bisakah Jungwon tidak banyak bertanya untuk sekarang ini? Tanpa menjawab, ia kembali mendekatkan kepala Jungwon. Mencengkram surai hitam itu kuat dan menariknya sampai dirasa ujung miliknya menyentuh pangkal kerongkongan istrinya itu.
Jungwon merasa tersedak, namun Jay tidak membiarkan dirinya menarik diri. Hingga beberapa gerakan kemudian Jay keluar di dalam. Cairan yang begitu banyak sampai memenuhi isi mulut Jungwon dan ketika ditarik sebagian lainnya mengalir keluar.
Jungwon terbatuk-batuk, dia kesulitan menelan cairan Jay yang sangat banyak sampai berniat memuntahkan seluruhnya pada lantai. Tapi Jay buru-buru menyamakan tingginya dengan Jungwon dan mempersatukan bibir keduanya untuk saling berbagi.
"J-Jungwon, maaf ..." Jay bergegas mengambil tissu di atas meja dan mengelap sudut bibir sampai leher Jungwon yang dihiasi cairan miliknya. Dia merasa bersalah melihat keadaan istrinya itu yang sangat berantakan.
Jungwon mendongak, matanya menatap nyalang Jay lalu menepis kasar tangan lelaki itu yang memegangi pundaknya.
"Kak Jay puas?" tanya Jungwon sinis. Entah dia marah karena dipaksa melakukan blowjob, atau kesal karena rasa sperma itu tidak menyenangkan di mulutnya.
"Aku tetap pergi, permisi."
Jungwon segera bangkit dan meninggalkan ruangan kerja Jay dengan langkah cepat. Jay tidak ingin membiarkan Jungwon pergi begitu saja, seperti pelacur yang pergi setelah mendapatkan bayaran. Sayangnya Jungwon telah pergi dari rumah, dia telah mendalami sebuah peran dan itu karena paksaan seseorang lain. Perlakuan Jay yang seperti ini, justru semakin membuat Jungwon kecewa.
Jay mengusap wajahnya frustasi. Dia hilang kontrol tadi dan memaksa Jungwon melakukan hal yang belum pernah pemuda itu lakukan sebelumnya. Dia membuka laci dan mengambil ponselnya untuk menghubungi seseorang.
"Halo? Saya butuh bantuan kamu."
•••
Gemeter publisnya :')
KAMU SEDANG MEMBACA
Lengkara ; Jaywon (✓)
Fanfiction"Maaf. Aku udah lancang jadiin kamu harapan hidup, Won." *** Jungwon Safi Haningrat, seorang mahasiswa gizi menjalin hubungan dengan Heeseung Sanu Atalarik, lelaki yang terkenal memiliki banyak sisi buruk dan musuh di kampus. Mereka berpacaran seper...
