51 : Cinta Tiga Sisi

1.5K 205 52
                                        

Vote dan komen jangan lupa 💓

•••

"Besok Hesa ajak Jungwon ke sini."

"Bukannya dia udah berumah-tangga?" Taehyung bersandar pada pilar balkon sambil menghisap batang nikotin di bibirnya.

"Ya," jawab lelaki yang lebih muda darinya itu.

"Lalu, kenapa kamu pengen banget nikahi dia?" Asap mengepul dari bilah bibir tebal sang Ayah, menghalau pandangan selama beberapa saat.

"Penebusan dosa, Hesa pengen bahagiain dia mulai detik ini." Heeseung menumpukan tangannya di atas pagar balkon sambil menikmati angin yang berhembus.

"Apa kamu yakin bisa bahagiain Jungwon?" Taehyung bertanya ragu, dia membuang puntung rokoknya ke tempat sampah lalu mendekati putranya.

"Hesa yang mulai ini semua. Jadi, Jungwon harus balik lagi ke tangan Hesa!" Saat menjawabnya, tangan Heeseung mencengkeram erat pagar.

"Kalau dia nggak mau?"

Ya, bisa saja Jungwon tidak mau kembali padanya setelah semua perlakuan jahat yang dia lakukan untuk pemuda itu. Mungkin juga Jungwon akan langsung membencinya teramat dalam saat tahu fakta sebenarnya tentang orang tua mereka.

"Itu ... pertanyaan rumit. Bisa diganti ke pertanyaan yang lain?" Heeseung tidak mempunyai jawaban sama sekali.

Taehyung menghela nafas pelan, baginya Heeseung masih belum bisa membedakan mana cinta dan obsesi. "Kalau dia lebih mencintai suaminya yang sekarang, gimana?"

"Mustahil."

"Semua itu mungkin terjadi, Sa. Jungwon punya banyak kesempatan untuk membuang salah satu di antara kalian."

•••

Kemilau dari dua buah cincin berhiaskan batu permata itu menciptakan binar kebahagiaan dari mata Jungwon. Terutama saat Heeseung mengambil jemarinya perlahan untuk memasangkan salah satu cincin pada jari manisnya, pipinya sukses dibuat bersemu merah.

"Suka?"

Jungwon mengangguk cepat sambil memegangi jari manis tangan kanannya yang sudah terpasang cincin pemberian Heeseung, sedangkan yang kiri dihiasi cincin ikatan pernikahannya dengan Jay.

"Suka! Suka banget, Sa!"

"Karena cincinnya udah lo pake, gue minta lo pisah secepatnya sama si penyakitan itu," ujar Heeseung.

Jungwon yang tadinya tertawa riang, menjadi terdiam memandangi Heeseung. "Kenapa tiba-tiba begini?"

"Karena gue mau jadi suami lo, Jungwon. Kita mulai semuanya dari awal. Bukannya dulu lo yang pengen banget gue nikahin?" Untuk pertama kalinya seorang Heeseung berkata dengan nada benar-benar tulus dan lembut pada Jungwon.

"Harus dadakan, ya?" tanya Jungwon sendu, dia tidak ingin meninggalkan Jay dalam waktu dekat.

Heeseung menatap Jungwon kecewa. "Lo nolak gue? Lo nggak mau nikah sama gue karena cinta sama si penyakitan itu, iya?!" bentak Heeseung.

"Bukan begitu ... aku mau nikah sama kamu, tapi, aku nggak bisa pisah sama Kak Jay sekarang," jelas Jungwon lirih.

"Kenapa nggak bisa?" Heeseung menyudutkan Jungwon.

"Kak Jay lagi di Singapura untuk operasi. Nggak mungkin aku pisah sama dia begitu aja, Sa." Jungwon menggenggam tangan Heeseung, berusaha meminta keringanan waktu baginya menemani Jay lebih lama.

"Bener alasannya cuma itu? Lo nggak cinta sama dia, 'kan?" Heeseung bertanya lagi.

Jungwon diam sebentar, mendadak dia ragu tentang perasaannya pada Heeseung. Memang benar kalau dulu dirinya sangat mencintai lelaki itu, tapi sekarang ... Perasaannya telah terbagi dua. Lagi-lagi Jungwon harus berbohong. Tanpa menjawab dengan kata, Jungwon hanya menganggukan kepalanya.

Lengkara ; Jaywon (✓) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang