[ lee jeno with his life ]
"Aktingmu itu bagus sekali Jeno~ya."
Jeno tidak berharap dilahirkan dengan membawa kesialan bagi keluarganya. Jeno hanya ingin diterima oleh sang ayah, ia rela melakukan apapun utukk memuaskan keinginan sang ayah. Namun...
Jessica membuka kotak makan yang ia bawa, sebenarnya dia tidak memasak melainkan membeli makanan itu di jalan tadi.
"Uwaaaaa terlihat enak," ujar Jeno.
"Cobalah," Jessica menyuapi Jeno.
Jeno mengangguk, "ini sangat enak. Apalagi karena eomma yang menyuapiku."
Jessica terdiam. Tidak dia tidak boleh goyah, dia tidak boleh terbawa perasaan dengan ucapan Jeno. Dia harus fokus pada tujuan utamanya.
"Eomma? Kenapa melamun?"
"Ah tidak, ayo makan lagi."
Baru sampai 4 suap, perut Jeno mendadak mual. Jeno berlari ke kamar mandi dan mengeluarkan isi perutnya, sembari meremas perutnya. Karena terlalu banyak memuntahkan isi perutnya, tubuh Jeno menjadi lemas dadanya juga kembali sakit.
"Hah....huh..."
Jeno memejamkan matanya menahan sakit di perut dan dadanya.
"Jeno! Jeno kau baik-baik saja?!"
Jeno tidak menjawab, tubuhnya benar-benar lemas.
"Eo-eomma," lirihnya sebelum kegelapan menyelimuti.
"JENO~YA!"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.